JAVASATU.COM- Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Malang Damanhury Jab menyebut Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Nazali Lempo, S.H., M.H., M.Tr.Opsla., CHRMP layak dipertimbangkan dalam proses penentuan calon Jaksa Agung Republik Indonesia.

Menurut Damanhury Jab, pengalaman Nazali Lempo di bidang hukum, penegakan hukum dan kepemimpinan institusi menjadi sejumlah alasan yang membuatnya menilai mantan perwira tinggi TNI Angkatan Laut tersebut patut diperhitungkan.
“Saya secara pribadi maupun dalam kapasitas sebagai pimpinan ormas menyatakan dukungan agar Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Nazali Lempo dipertimbangkan sebagai salah satu figur dalam proses penentuan Jaksa Agung Republik Indonesia. Menurut saya, beliau memiliki kombinasi pengalaman kepemimpinan, pemahaman hukum dan pengalaman penegakan hukum yang patut diperhatikan,” ujar Jab, sapaannya, Senin (28/9/2026).
Jab yang juga Ketua Umum Pelindung Tanah Air (PELITA) 08, Penasehat Ormas Nusantara Bersatu Malang Raya, serta Sekretaris Hukum, HAM dan Advokasi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Malang, menilai pengalaman Nazali di lingkungan hukum militer menjadi salah satu aspek yang relevan untuk dipertimbangkan.
Nazali tercatat pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) dan Komandan Pusat Polisi Militer TNI (Danpuspom TNI). Ia kemudian dipercaya menjadi Oditur Jenderal TNI pada 2022. Rekam jabatan tersebut juga tercatat dalam pemberitaan dan dokumen terkait mutasi perwira tinggi TNI.
Jab mengatakan pengalaman tersebut memberikan latar belakang dalam bidang hukum dan penegakan hukum sekaligus kepemimpinan organisasi.
“Kejaksaan adalah institusi strategis negara. Jaksa Agung tidak hanya membutuhkan kemampuan memahami hukum secara teoritis, tetapi juga membutuhkan pengalaman kepemimpinan, keberanian mengambil keputusan, integritas dan kemampuan menjaga marwah institusi. Dari perspektif tersebut, pengalaman Nazali Lempo menjadi sesuatu yang layak dipertimbangkan,” katanya.
Selain pengalaman di lingkungan hukum militer, Jab juga menyoroti pengalaman Nazali sebagai advokat setelah memasuki masa purnatugas. Menurut dia, pengalaman tersebut dapat memberikan perspektif tambahan dalam memahami persoalan hukum dari sisi institusi maupun masyarakat.
“Saya melihat Nazali Lempo bukan hanya dari pangkat dan latar belakang militernya. Yang lebih penting adalah pengalaman yang dibangun selama pengabdian, terutama pengalaman di bidang hukum dan penegakan hukum. Itu yang menurut saya menjadi nilai tambah,” ujar Jab.
Jab menilai tantangan penegakan hukum saat ini semakin kompleks. Dia menyebut sejumlah persoalan seperti korupsi, kejahatan ekonomi, pencucian uang, kejahatan siber, kejahatan lingkungan, perdagangan manusia hingga kejahatan lintas wilayah dan negara.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan hukum sekaligus kapasitas manajerial dan kepemimpinan institusional.
“Kalau melihat kebutuhan tersebut, pengalaman Nazali Lempo di bidang hukum militer, kepemimpinan institusi serta profesi hukum merupakan sejumlah aspek yang relevan untuk diperhitungkan,” katanya.
Jab juga menyinggung posisi Jaksa Agung sebagai pimpinan tertinggi Kejaksaan. Karena itu, menurut dia, proses penentuan figur tersebut perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai kompetensi, pengalaman, integritas, kepemimpinan hingga pemahaman terhadap persoalan hukum nasional.
“Kita tentu menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden sebagai pihak yang memiliki kewenangan konstitusional dan mekanisme yang berlaku. Tetapi masyarakat juga memiliki hak untuk menyampaikan pandangan mengenai figur yang menurut penilaiannya memiliki pengalaman dan kapasitas yang relevan,” kata Jab.
Jab menegaskan dukungannya terhadap Nazali Lempo bukan untuk mengesampingkan figur lain. Ia menyebut pernyataannya sebagai aspirasi agar rekam jejak dan pengalaman Nazali turut menjadi bahan pertimbangan dalam proses yang berlaku.
“Bagi saya, Nazali Lempo memiliki modal pengalaman yang cukup kuat untuk dipertimbangkan. Apakah nantinya beliau dipercaya atau tidak, itu merupakan kewenangan Presiden dan mekanisme negara. Tetapi sebagai bagian dari masyarakat sipil, saya melihat beliau merupakan salah satu figur yang patut diberi ruang untuk dipertimbangkan,” pungkas Damanhury Jab. (saf)