JAVASATU.COM- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) secara umum aman hingga 31 Oktober 2026 berdasarkan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga.
Meski demikian, distribusi BBM ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tetap perlu dievaluasi agar pasokan sesuai kebutuhan wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat melakukan inspeksi mendadak di SPBU 54.651.73 Ciliwung, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (18/10/2026).

Dalam kegiatan itu, Khofifah didampingi Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setyo Pambudi Sukarno dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Khofifah menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga, ketersediaan stok BBM secara umum dipastikan aman hingga akhir Oktober 2026.
Ia juga menyebut kapal pengangkut BBM impor telah merapat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Namun, ketersediaan stok perlu diimbangi dengan penyaluran yang sesuai kebutuhan setiap daerah.
Evaluasi distribusi diperlukan untuk memastikan pasokan di SPBU sesuai dengan kebutuhan aktual masyarakat, terutama di tengah antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah lokasi.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga menyalurkan 300 liter BBM gratis kepada 100 pengemudi ojek online (ojol) di Malang.
Sementara itu, pemerintah daerah, Pertamina Patra Niaga, dan kepolisian berkoordinasi untuk memantau perkembangan kebutuhan BBM serta mengantisipasi gangguan distribusi di wilayah Kota Malang. (dop/arf)