email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 3 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Jejak Inspiratif 40 Hari Wafat Prof Abdul Hadi WM dalam Gerakan Sastra

Kontributor: Lasman Simanjuntak

by Javasatu
27 Februari 2024

JAVASATU.COM- Dalam Diskusi Sastra yang diadakan di Teater Kecil, Kompleks Pusat Kesenian Jakarta, perwakilan sastrawan, penyair, dan budayawan merenungkan warisan Prof. Abdul Hadi WM. Dikenal sebagai konseptor gerakan sastra Angkatan 70, gerakan sastra sufi, dan gerakan kembali ke akar, Abdul Hadi WM memberikan kontribusi signifikan pada dunia sastra Indonesia

Penyair Giyanto Subagio (Edo) salah satu pembaca puisi karya almarhum Prof.Abdul Hadi WM dalam acara diskusi sastra mengenang 40 hari wafatnya di Teater Kecil, Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki,, Senin siang, 26 Februari 2024.,(Foto: Lasman Simanjuntak)

Diskusi yang dipandu oleh Riri Satria ini membahas peran Abdul Hadi WM dalam gerakan sastra Angkatan 70, gerakan sastra sufi, dan gerakan kembali ke akar. Agus R. Sarjono menyoroti keberhasilan gerakan sastra sufi yang terus berkembang hingga hari ini.

Agus menjelaskan bahwa gerakan kembali ke akar merupakan respons terhadap jejak kuat kolonialisme Barat di Nusantara. Menurutnya, gerakan ini tidak hanya memengaruhi sastra, tetapi juga bidang lain.

“Gerakan kembali ke akar bahkan menjadi tren bukan hanya sastra namun juga bidang lain,” ujar Agus R Sarjono, Senin siang (26/02/2024).

Pembaca puisi generasi milenial Narima Berly Ivana membacakan karya puisi Prof Abdul Hadi WM berjudul DOA UNTUK INDONESIA di Teater Kecil TIM Jakarta, Senin, 26 Februari 2024.(Foto: Lasman Simanjuntak)

Pada sesi diskusi, Maman S. Mahayana membahas alasan Abdul Hadi WM mengusung Angkatan 70. Kang Maman, sapaan akrab kritkus sastra itu menekankan bahwa era ini melahirkan karya sastra dengan ciri baru, menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru melalui interaksi dengan kehidupan sosial, moral, intelektual, dan spiritual.

“Pangkal-tolaknya adalah karya-karya yang merintis pembaharuan, yang kemudian melahirkan kemungkinan-kemungkinan baru sebagai hasil dari proses interaksi dengan kehidupan sosial, moral, intelektual, dan spiritual lingkungan dan zamannya,” tambah Kang Maman.

Sofyan RH. Zaid, pembicara dari Universitas Paramadina, membahas keterkaitan Abdul Hadi WM dengan genre puisi sufi. Sofyan menjelaskan prinsip penting dalam hidup Abdul Hadi WM, yaitu jembar atau lapang dada, sebagai ajaran vital dalam kesufian.

“Jembar atau samahah atau bisa juga disebut al-shafh merupakan ajaran vital dalam kesufian, sehingga menjadi salah satu puncak tertinggi capaian seorang sufi. Jembar adalah rasa puas, rasa tenang, hilangnya rasa cemas, serta terus menerus merasa gembira. Tidak sedih kala kehilangan, tidak terlalu bahagia saat mendapatkan,” terang Sofyan.

BacaJuga :

Gus Kikin Dorong Ekonomi Pancasila Jadi Jalan UMKM Naik Kelas

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, TISI Luncurkan Antologi Puisi Bahasa Daerah

Penyair Perempuan Indonesia Dyah Kencono Puspito Dewi dari Komunitas Sastra Reboan ikut membaca karya puisi Prof.Abdul Hadi berjudul LAUT. (Foto: Lasman Simanjuntak)

Acara peringatan 40 hari wafatnya Abdul Hadi WM diisi dengan diskusi, pembacaan puisi, tarian sufi, serta testimoni dari berbagai tokoh sastra dan budaya.

Kegiatan disambut meriah oleh anggota komunitas sastra, penggiat budaya, mahasiswa, dan masyarakat umum. Isbedy Stiawan ZS juga menyampaikan kesaksian dan mengusulkan agar Abdul Hadi WM diakui sebagai Guru Penyair Indonesia.

Gayatri Muthari, puteri sulung almarhum Prof.Abdul Hadi WM (foto tengah) diapit dua penyair perempuan Indonesia Piet Yuliakhansa dan Asmariah Supriyadi pada diskusi sastra mengenang 40 hari wafatnya Penyair, Sastrawan, dan Budayawan Prof.Abdul Hadi WM di Teater Kecil TIM Jakarta, Senin sore, 26 Februari 2024. (Foto: Lasman Simanjuntak)

Ketua Panitia, Nanang R. Supriyatin, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan penghormatan atas sumbangan dan dedikasi Abdul Hadi WM pada kesusasteraan.

“Terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang turut mendukung acara ini, termasuk 14 komunitas yang terlibat dalam kepanitiaan,” tandasnya. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Prof Abdul Hadi WM

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

TNI Bawa Misi Persahabatan Antarnegara Lewat Taekwondo

Gus Kikin Dorong Ekonomi Pancasila Jadi Jalan UMKM Naik Kelas

Pinjam Motor Alasan Beli Makanan, Pria di Malang Diciduk Polisi

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, TISI Luncurkan Antologi Puisi Bahasa Daerah

MUI Kedamean Dinilai Terbaik, KH Heri Kembali Pimpin hingga 2031

Gubernur Khofifah Minta Psikolog Datang Sebulan Sekali ke Sekolah Rakyat Gresik

Bukan Tarif Masuk, Ini Fungsi Bayar Rp1 di Bendungan Lahor

Dulu Rumah Bocor, Kini Nelayan Campurejo Gresik Punya Hunian Layak

Tiga Tahun Bergerak, JNF Dukung BNN Perkuat P4GN

Pohon Mahoni 25 Meter Tumbang di Malang, 8 Orang Terluka

Prev Next

POPULER HARI INI

Orang Tua di Malang Dilaporkan Anak, Otje: Berharap Konflik Berakhir Damai

Gus Kikin Dorong Ekonomi Pancasila Jadi Jalan UMKM Naik Kelas

Bukan Tarif Masuk, Ini Fungsi Bayar Rp1 di Bendungan Lahor

Pohon Mahoni 25 Meter Tumbang di Malang, 8 Orang Terluka

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

BERITA LAINNYA

TNI Bawa Misi Persahabatan Antarnegara Lewat Taekwondo

Gus Kikin Dorong Ekonomi Pancasila Jadi Jalan UMKM Naik Kelas

Pinjam Motor Alasan Beli Makanan, Pria di Malang Diciduk Polisi

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, TISI Luncurkan Antologi Puisi Bahasa Daerah

MUI Kedamean Dinilai Terbaik, KH Heri Kembali Pimpin hingga 2031

Gubernur Khofifah Minta Psikolog Datang Sebulan Sekali ke Sekolah Rakyat Gresik

Bukan Tarif Masuk, Ini Fungsi Bayar Rp1 di Bendungan Lahor

Dulu Rumah Bocor, Kini Nelayan Campurejo Gresik Punya Hunian Layak

Tiga Tahun Bergerak, JNF Dukung BNN Perkuat P4GN

Pohon Mahoni 25 Meter Tumbang di Malang, 8 Orang Terluka

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Orang Tua di Malang Dilaporkan Anak, Otje: Berharap Konflik Berakhir Damai

Tiga Jalan Protokol Kota Batu Ditutup Minggu 2 Agustus 2026, Ini Rinciannya

Survei DKN: Mayoritas Warga Malang Raya Dukung Trans Jatim Koridor 2, Angkot Feeder Jadi Solusi

14,95 Ton Timah Ilegal Digagalkan di Pangkal Balam, Potensi Kerugian Rp9,76 Miliar

TransNusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur, Jakarta Terbang Tiga Kali Sehari

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved