Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Jejak Inspiratif 40 Hari Wafat Prof Abdul Hadi WM dalam Gerakan Sastra

Kontributor: Lasman Simanjuntak

Javasatu by Javasatu
27 Februari 2024
0

JAVASATU.COM- Dalam Diskusi Sastra yang diadakan di Teater Kecil, Kompleks Pusat Kesenian Jakarta, perwakilan sastrawan, penyair, dan budayawan merenungkan warisan Prof. Abdul Hadi WM. Dikenal sebagai konseptor gerakan sastra Angkatan 70, gerakan sastra sufi, dan gerakan kembali ke akar, Abdul Hadi WM memberikan kontribusi signifikan pada dunia sastra Indonesia

Penyair Giyanto Subagio (Edo) salah satu pembaca puisi karya almarhum Prof.Abdul Hadi WM dalam acara diskusi sastra mengenang 40 hari wafatnya di Teater Kecil, Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki,, Senin siang, 26 Februari 2024.,(Foto: Lasman Simanjuntak)

Diskusi yang dipandu oleh Riri Satria ini membahas peran Abdul Hadi WM dalam gerakan sastra Angkatan 70, gerakan sastra sufi, dan gerakan kembali ke akar. Agus R. Sarjono menyoroti keberhasilan gerakan sastra sufi yang terus berkembang hingga hari ini.

Agus menjelaskan bahwa gerakan kembali ke akar merupakan respons terhadap jejak kuat kolonialisme Barat di Nusantara. Menurutnya, gerakan ini tidak hanya memengaruhi sastra, tetapi juga bidang lain.

“Gerakan kembali ke akar bahkan menjadi tren bukan hanya sastra namun juga bidang lain,” ujar Agus R Sarjono, Senin siang (26/02/2024).

Pembaca puisi generasi milenial Narima Berly Ivana membacakan karya puisi Prof Abdul Hadi WM berjudul DOA UNTUK INDONESIA di Teater Kecil TIM Jakarta, Senin, 26 Februari 2024.(Foto: Lasman Simanjuntak)

Pada sesi diskusi, Maman S. Mahayana membahas alasan Abdul Hadi WM mengusung Angkatan 70. Kang Maman, sapaan akrab kritkus sastra itu menekankan bahwa era ini melahirkan karya sastra dengan ciri baru, menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru melalui interaksi dengan kehidupan sosial, moral, intelektual, dan spiritual.

“Pangkal-tolaknya adalah karya-karya yang merintis pembaharuan, yang kemudian melahirkan kemungkinan-kemungkinan baru sebagai hasil dari proses interaksi dengan kehidupan sosial, moral, intelektual, dan spiritual lingkungan dan zamannya,” tambah Kang Maman.

Sofyan RH. Zaid, pembicara dari Universitas Paramadina, membahas keterkaitan Abdul Hadi WM dengan genre puisi sufi. Sofyan menjelaskan prinsip penting dalam hidup Abdul Hadi WM, yaitu jembar atau lapang dada, sebagai ajaran vital dalam kesufian.

“Jembar atau samahah atau bisa juga disebut al-shafh merupakan ajaran vital dalam kesufian, sehingga menjadi salah satu puncak tertinggi capaian seorang sufi. Jembar adalah rasa puas, rasa tenang, hilangnya rasa cemas, serta terus menerus merasa gembira. Tidak sedih kala kehilangan, tidak terlalu bahagia saat mendapatkan,” terang Sofyan.

Penyair Perempuan Indonesia Dyah Kencono Puspito Dewi dari Komunitas Sastra Reboan ikut membaca karya puisi Prof.Abdul Hadi berjudul LAUT. (Foto: Lasman Simanjuntak)

Acara peringatan 40 hari wafatnya Abdul Hadi WM diisi dengan diskusi, pembacaan puisi, tarian sufi, serta testimoni dari berbagai tokoh sastra dan budaya.

Kegiatan disambut meriah oleh anggota komunitas sastra, penggiat budaya, mahasiswa, dan masyarakat umum. Isbedy Stiawan ZS juga menyampaikan kesaksian dan mengusulkan agar Abdul Hadi WM diakui sebagai Guru Penyair Indonesia.

Gayatri Muthari, puteri sulung almarhum Prof.Abdul Hadi WM (foto tengah) diapit dua penyair perempuan Indonesia Piet Yuliakhansa dan Asmariah Supriyadi pada diskusi sastra mengenang 40 hari wafatnya Penyair, Sastrawan, dan Budayawan Prof.Abdul Hadi WM di Teater Kecil TIM Jakarta, Senin sore, 26 Februari 2024. (Foto: Lasman Simanjuntak)

Ketua Panitia, Nanang R. Supriyatin, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan penghormatan atas sumbangan dan dedikasi Abdul Hadi WM pada kesusasteraan.

“Terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang turut mendukung acara ini, termasuk 14 komunitas yang terlibat dalam kepanitiaan,” tandasnya. (*)

Tags: Prof Abdul Hadi WM
Previous Post

Pasar Murah Sembako di Gresik Selatan untuk Atasi Inflasi

Next Post

Divkum Polri Beri Penyuluhan Hukum di Polres Gresik

Related Posts

DMI Gresik Salurkan Air Bersih ke Masjid dan Musala
Berita

DMI Gresik Salurkan Air Bersih ke Masjid dan Musala

20 Oktober 2026
Jaringan Sabu di Menganti Gresik Terbongkar, 5 Tersangka Ditahan
Berita

Jaringan Sabu di Menganti Gresik Terbongkar, 5 Tersangka Ditahan

20 Oktober 2026
Trans Jatim Beroperasi di Malang, Wali Kota Wahyu Beberkan Manfaatnya
Berita

Trans Jatim Koridor 2 Malang Segera Diluncurkan, 56 Titik Halte Disiapkan

20 Oktober 2026
Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Malang Tes Urine
Berita

Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Malang Tes Urine

19 Oktober 2026
Penataan Pasar Besar Malang Molor, Diskopindag Tunggu Arahan Wali Kota
Berita

Penataan Pasar Besar Malang Molor, Diskopindag Tunggu Arahan Wali Kota

19 Oktober 2026
Kasus Ambulans Dinkes Rp8,4 Miliar, Pemkab Malang Serahkan ke APH
Berita

Kasus Ambulans Dinkes Rp8,4 Miliar, Pemkab Malang Serahkan ke APH

19 Oktober 2026
Next Post
Divkum Polri Beri Penyuluhan Hukum di Polres Gresik

Divkum Polri Beri Penyuluhan Hukum di Polres Gresik

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Pos-pos Terbaru

  • Spencer Green Hotel Batu Gelar Olimpiade Matematika Anak 29 November 2026
  • Dua Terduga Pencurian Laptop SDN Mangliawan Malang Masih di Bawah Umur
  • DMI Gresik Salurkan Air Bersih ke Masjid dan Musala
  • Jaringan Sabu di Menganti Gresik Terbongkar, 5 Tersangka Ditahan
  • Trans Jatim Koridor 2 Malang Segera Diluncurkan, 56 Titik Halte Disiapkan
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com