JAVASATU.COM- BPBD Kabupaten Malang meningkatkan pemantauan potensi bencana hidrometeorologi selama masa pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah.
Pemantauan dilakukan melalui posko siaga bencana yang beroperasi selama masa tanggap darurat hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Malang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan petugas posko melakukan pemantauan kondisi wilayah secara intensif selama 24 jam.
“Selama pemantauan pada Minggu malam 15 Maret 2026 hingga Senin dini hari 16 Maret 2026, tercatat satu kejadian tanah ambles di wilayah Kabupaten Malang,” ujar Sadono, Senin (16/3/2026).
Selain memantau kejadian bencana, petugas juga melakukan monitoring kondisi cuaca dan potensi dampaknya di seluruh wilayah kecamatan.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca di Kabupaten Malang diperkirakan berawan hingga hujan ringan dengan suhu berkisar antara 24 hingga 31 derajat Celsius.
Selama periode pemantauan, tim posko juga melakukan monitoring terhadap 33 kecamatan melalui jaringan komunikasi radio VHF dan UHF, internet, serta layanan pesan singkat.
BPBD Kabupaten Malang juga berkoordinasi dengan sejumlah posko lapangan yang berada di wilayah Ngantang, Singosari, Tumpang, dan Tirtoyudo untuk memastikan respons cepat jika terjadi bencana.
“Koordinasi juga kami lakukan dengan pos siaga Idulfitri milik Polres Malang yang tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Malang,” kata Sadono.
Selain pemantauan, BPBD Kabupaten Malang juga melakukan upaya mitigasi bencana, salah satunya dengan normalisasi sungai di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Petugas juga menggelar latihan peningkatan kapasitas penanganan darurat melalui kegiatan vertical rescue bersama komunitas relawan di wilayah Malang Raya.
Melalui posko siaga tersebut, BPBD memastikan kesiapsiagaan penanganan bencana tetap terjaga selama periode mudik dan perayaan Idulfitri di Kabupaten Malang. (arf)