JAVASATU.COM- Menjelang libur Idulfitri 1447 Hijriah, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengingatkan nasabah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan digital bermodus file aplikasi berformat APK yang kerap disebarkan melalui pesan instan.

Peringatan ini disampaikan karena intensitas komunikasi dan transaksi digital masyarakat biasanya meningkat menjelang periode Lebaran.
Dalam praktiknya, modus penipuan tersebut umumnya diawali dengan pesan melalui WhatsApp dari oknum yang mengaku berasal dari instansi tertentu. Pesan tersebut biasanya disertai narasi meyakinkan serta lampiran file berformat .APK, undangan digital, surat yang mengatasnamakan layanan perpajakan, resi pengiriman paket, hingga dokumen lain yang seolah-olah berisi informasi penting.
Jika korban mengunduh dan memasang file tersebut, aplikasi berbahaya atau malware dapat masuk ke dalam perangkat. Program tersebut berpotensi mencuri data pribadi, merusak sistem perangkat, hingga mengambil alih akses tanpa sepengetahuan pengguna.
Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan pola kejahatan digital terus berkembang sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.
“Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah,” ujar Saladin, Senin (16/3/2026).
Ia menegaskan keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi prioritas yang terus dijaga oleh BRI dalam pengelolaan layanan digital.
Imbauan Keamanan bagi Nasabah
BRI mengimbau nasabah untuk tidak mengklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya. Nasabah juga diminta tidak meneruskan pesan, file, maupun tautan mencurigakan kepada pihak lain.
Jika menerima pesan yang tampak janggal, misalnya menggunakan nada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau verifikasi data, atau menyertakan lampiran file dari nomor yang tidak dikenal, nasabah diminta memastikan kebenaran pengirim sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) juga dianjurkan untuk meningkatkan perlindungan akses layanan digital.
Langkah Jika Terlanjur Mengunduh
Apabila nasabah terlanjur mengunduh atau menginstal file APK mencurigakan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, kemudian menghapus aplikasi yang telah terpasang.
Nasabah juga disarankan segera mengganti username, PIN, serta kata sandi akun BRImo maupun email yang terhubung dengan perangkat. Selain itu, pengguna dapat melakukan reset setelan pabrik melalui pengaturan perangkat untuk memastikan tidak ada kendali dari pihak tidak dikenal.
Jika menemukan indikasi penipuan atau aktivitas mencurigakan pada rekening, nasabah dapat memblokir nomor pengirim pesan dan segera menghubungi layanan Contact BRI 1500017.
“BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal. Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah,” pungkas Saladin. (arf)