JAVASATU.COM- Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, harga cabai rawit merah di Kabupaten Gresik menembus Rp78.000 per kilogram. Kenaikan ini terpantau saat Satgas Pangan Polres Gresik melakukan pengecekan harga dan stok bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Baru Gresik, Jumat (6/2/2026).

Pengecekan dilakukan oleh Kanit IV Pidek Satreskrim Polres Gresik Iptu Luthfi Hadi Nugroho bersama personel Satreskrim guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengatakan, lonjakan harga cabai rawit dipengaruhi harga pasokan dari Pasar Keputran Surabaya yang sudah mencapai Rp73.000 per kilogram.
“Sebagian besar pasokan cabai di Pasar Baru Gresik berasal dari Keputran Surabaya. Harga beli pedagang sudah tinggi, sehingga berdampak pada harga jual di pasar,” ujar AKP Arya.
Selain faktor distribusi, kenaikan harga juga dipicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen menurun dan cabai mudah busuk sehingga pasokan terbatas.
Meski harga cabai rawit melonjak, Satgas Pangan memastikan stok bapokting secara umum masih aman. Harga komoditas lain relatif stabil, seperti beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp12.600 per kilogram, gula pasir Rp16.500 per kilogram, serta minyak goreng MinyaKita Rp15.700 per liter.
Untuk komoditas protein, daging sapi dijual Rp108.000 per kilogram, daging ayam ras Rp39.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp27.000 per kilogram.
“Secara umum stok bahan pokok di Gresik aman dan tidak ditemukan kelangkaan. Kami akan terus melakukan pemantauan berkala,” tegas AKP Arya.
Satgas Pangan Polres Gresik memastikan pengawasan akan diperketat selama Ramadan guna menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat. (bas/arf)