JAVASATU.COM- Lembaga Analisis Kajian dan Strategi Indonesia (LAKSI) meminta publik menghentikan narasi dan framing negatif terkait pengadaan alat simulator berkuda oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Organisasi tersebut menilai isu yang menyebut pengadaan alat tersebut tidak penting merupakan opini yang menyesatkan.

Koordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi mengatakan simulator berkuda justru dibutuhkan untuk menunjang pelatihan personel polisi berkuda agar lebih profesional sebelum bertugas di lapangan.
“Pembelian simulator berkuda merupakan kebutuhan penting bagi personel Polri. Tuduhan pemborosan anggaran tidak berdasar fakta dan data,” kata Azmi dalam siaran pers di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, simulator berkuda memiliki fungsi penting untuk melatih keseimbangan, ritme, serta teknik dasar berkuda bagi personel kepolisian. Selain itu, penggunaan simulator dinilai dapat meminimalkan risiko cedera dibandingkan latihan langsung menggunakan kuda.
Azmi juga menyebut penggunaan unit polisi berkuda masih dipertahankan di sejumlah negara maju meski teknologi kendaraan patroli terus berkembang. Unit tersebut dikenal sebagai Mounted Police atau kavaleri kepolisian.
Beberapa negara yang masih menggunakan polisi berkuda antara lain Kanada melalui Royal Canadian Mounted Police, Australia untuk patroli dan pengendalian massa, serta Britania Raya melalui Metropolitan Police Service yang memiliki unit berkuda sejak abad ke-18.
Selain itu, sejumlah kota di Amerika Serikat juga masih memanfaatkan polisi berkuda untuk patroli di taman kota dan pengamanan kegiatan publik.
Azmi menilai penggunaan simulator berkuda memiliki sejumlah keuntungan, antara lain meningkatkan keamanan latihan, efisiensi waktu, serta memungkinkan personel merasakan simulasi kondisi medan secara virtual sebelum menggunakan kuda asli.
“Simulator berkuda membuat latihan lebih efektif karena tidak bergantung pada kondisi cuaca dan dapat mengurangi biaya operasional perawatan maupun pelatihan kuda,” ujarnya.
LAKSI juga menilai modernisasi peralatan di tubuh Polri merupakan langkah penting untuk meningkatkan profesionalisme aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Sudah saatnya Polri menggunakan peralatan modern yang mendukung peningkatan kemampuan personel dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks,” pungkas Azmi. (saf)