JAVASATU.COM- Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) MWCNU Dukun menggelar pertemuan halaqoh dan Bahtsul Masail, mengajak santri dan kader muda NU mendalami fikih serta persoalan aktual umat, Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum awal menyambut Harlah NU ke-103.

Acara berlangsung di Aula KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Kantor MWCNU Dukun, Jalan Raya Mojopetung No. 09, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Hadir pengurus NU, kader muda, serta perwakilan 12 pondok pesantren se-Kecamatan Dukun.
Ketua LBMNU MWCNU Dukun, Adam Ahmad Syahrul Alim, Lc., M.Pd, menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menguatkan kaderisasi NU di tingkat kecamatan.
“Ini momen spesial untuk menyambut Harlah NU ke-103. Santri dan kader muda diajak menggali potensi keilmuan mereka, khususnya fikih, sekaligus membahas persoalan aktual umat,” ujar Adam.
Menurut Adam, halaqoh dan Bahtsul Masail juga berfungsi sebagai ruang penguatan jejaring antarpondok pesantren, sekaligus wadah konsolidasi pemikiran dan solusi terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.
Sementara itu, Rois Syuriah MWCNU Dukun, Dr. KH Ahmad Thoyyib Mas’udi, menekankan kegiatan tersebut merupakan tradisi ulama NU yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Ia menambahkan, kantor MWCNU Dukun akan menyiapkan ruang khusus sebagai sekretariat LBMNU untuk mendukung aktivitas keilmuan ini.
Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin KH Moh Sholeh, M.Ag, Ketua Tanfidziyah MWCNU Dukun, sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah edukasi dan inspirasi bagi kader muda NU serta santri di Kecamatan Dukun, sekaligus memperkuat tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama di tingkat lokal. (hoo/nuh)