JAVASATU.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri memanfaatkan kuliner khas daerah sebagai strategi promosi pariwisata. Hal itu terlihat dalam kegiatan Mecel Bareng Mbak Wali yang digelar di kawasan Jalan Stasiun, Kota Kediri, bertepatan dengan peresmian wajah baru kawasan tersebut.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati atau Mbak Wali turun langsung duduk lesehan bersama warga dan pedagang pecel, menikmati pecel tumpang khas Kediri yang disajikan menggunakan pincuk daun pisang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Kediri City Tourism (D’CITO) yang mengusung konsep wisata berbasis pengalaman.
Sebanyak 20 lapak penjual pecel tumpang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Masing-masing lapak menyediakan 100 porsi pecel yang dibagikan kepada masyarakat melalui sistem kupon. Antusiasme warga tampak tinggi, dengan kawasan Jalan Stasiun dipadati pengunjung sejak sore hari.
Mbak Wali mengatakan pecel tumpang merupakan salah satu kekuatan kuliner lokal yang dapat dijadikan daya tarik wisata. Menurutnya, promosi wisata tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan mengangkat identitas dan kekhasan daerah.
“Pecel tumpang ini ikon kuliner Kota Kediri. Rasanya khas dan tidak dimiliki daerah lain. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan Kediri lewat pengalaman langsung, bukan hanya dilihat tapi juga dirasakan,” ujar Mbak Wali, Sabtu (3/1/2026).
Ia menambahkan, penataan Jalan Stasiun diarahkan menjadi ruang publik yang hidup dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Dengan hadirnya aktivitas kuliner dan budaya, kawasan tersebut diharapkan menjadi magnet baru wisata kota.
Kegiatan Mecel Bareng Mbak Wali juga membawa dampak langsung bagi pedagang. Salah satu penjual pecel, Widia, menyebut setiap lapak mendapat jatah 100 porsi dengan harga seragam Rp10 ribu per porsi. Ia menilai kegiatan ini membantu meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan pecel tumpang kepada masyarakat lebih luas.
“Alhamdulillah, ramai. Selain menambah penghasilan, acara ini juga membuat pecel tumpang makin dikenal,” ujarnya.
Warga yang hadir pun menyambut positif kegiatan tersebut. Dwi Retnani, warga Kelurahan Dermo, mengaku senang bisa makan pecel bersama wali kota. Menurutnya, kegiatan tersebut terasa dekat dan merakyat.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Kediri menegaskan komitmennya menjadikan kuliner lokal sebagai senjata promosi wisata sekaligus penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan. (kur/nuh)