JAVASATU.COM- Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Sabtu-Minggu (7-8/2/2026), memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Ribuan jemaah memadati stadion dalam peringatan Harlah Satu Abad NU yang turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.

Kegiatan berskala besar ini melibatkan berbagai unsur masyarakat lintas agama dan organisasi. Sejumlah gereja di Kota Malang menyesuaikan jadwal ibadah pada Sabtu sore dan Minggu untuk mendukung kelancaran acara. Bahkan, beberapa di antaranya menyediakan fasilitas pendukung seperti tempat transit, area wudu, hingga ruang salat bagi jemaah.
Dukungan juga datang dari Muhammadiyah yang mendirikan posko pelayanan. Kolaborasi lintas elemen tampak melalui keterlibatan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya, Malang Peduli Demokrasi (MPD), Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), serta berbagai komunitas lainnya.
Diantaranya, Siswanio, M. Veronica, Pramanu Andhiningtia, Ingnakus Rusbianto, B. Rinenggo, Anastacia, Galuh Prameswari, Dominikus Tripuspa, Arif, Petrus Baha, Rademtus, Pradipta, Reza, Firdaus, Wardah, Devi Yurlena, Rossa, Toni, Yudi, Agus, Evenlegine Renata, Gloria Nugraheni, B. Duta, Slamet, Hakim, Ghofoer, Merlin, Wiwik, Susem, Wandana, Arddha Bodhi Raldehito, Atthasilani Karunamedhani, Valentina, Yeni Widayanti, Srihartatik, Santi, Marshel, Andik Sandy, Restyan Ardiana, Intan Dwi Ananda, Shabrina Riswahdani, Rizqin Celly Saputri, Anisa Imanisa Islami.
Salah satu bentuk solidaritas diwujudkan melalui Posko Layanan Gratis Mujahadah Kubro di Rumah Makan Kartanegara, Jalan Kertanegara No.1, Klojen, Kota Malang. Di lokasi tersebut, relawan membagikan air minum kemasan dan roti secara cuma-cuma kepada para jemaah.
“Di Posko Layanan Gratis Mujahadah Kubro ini kami menyediakan air minum kemasan dan roti. Jumlahnya puluhan ribu dan dibagikan gratis kepada jemaah,” ujar Sekjen FKAUB Malang Raya, Pdt David Tobing, Senin (9/2/2026).
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pembagian konsumsi, melainkan simbol nyata kebersamaan lintas iman di Kota Malang.
“Semuanya sangat antusias memberikan dukungan, baik material maupun moril. Kami bergandengan tangan memberikan aksi nyata bagi saudara-saudari yang mengikuti Mujahadah Kubro. Ini memperkuat toleransi dan solidaritas,” katanya.
Keterlibatan pelajar turut mewarnai kegiatan tersebut. Siswa SMA Negeri 1 Kota Malang bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah ambil bagian dalam pelayanan di posko gratis. Partisipasi itu dinilai menjadi ruang pembelajaran karakter dan kepedulian sosial bagi generasi muda.
Presiden MPD, Imam Muslich menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Pemerintah Kota Malang, MPD, FKAUB Malang Raya, INTI, serta insan media yang mendukung terselenggaranya kegiatan.
“Kami sangat berterima kasih. Semoga semangat toleransi ini terus tumbuh dan menjadi fondasi menjaga harmoni sosial di Kota Malang,” ujarnya.
Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang pun tak hanya menjadi peringatan sejarah organisasi, tetapi juga momentum memperkokoh persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. (nuh)