email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Hanya Ditinjau dan Jembatan Tak Kunjung Dibangun

by Agung Baskoro
25 Mei 2021

Javasatu,Malang- Itulah secuil keluhan yang dilontarkan warga di Desa Rejoyoso Kecamatan Bantur dan Desa Kanigoro Kecamatan Pagelaran resah atas kondisi tempat penyebarangan di Kali Lesti.

Kondisi perahu yang tak sebanding dengan muatannya. (Foto: Agung Baskoro/Javasatu.com)

Mereka berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bisa segera membangun jembatan untuk menghubungkan dua desa di dua kecamatan tersebut.

“Dari dulu kayaknya sudah pernah bolak balik ditinjau. Tapi enggak tau mau apa. Sampai sekarang juga enggak ada jembatannya. Warga juga masih pakai ‘getek’. Itupun juga terlihat bahaya, aliran sungainya besar,” ujar salah seorang warga, Maryam, Selasa (25/5/2021) siang kepada awak media.

Untuk menjalankan aktifitas kesehariannya, warga di dua kecamatan tersebut harus menggunakan perahu bila melintasi Kali Lesti tersebut.

Pengamatan media ini di lapangan, nyaris tak ada pengaman dari perahu tersebut. Kondisi perahu pun jauh dari layak, usia kayu perahu pun seakan tak diperhatikan. Lebih miris lagi jika aliran air sungai membesar, tak bisa dibayangkan nyawa warga yang melintas bakal jadi taruhannya. Lantas jika terjadi sesuatu siapa yang mau bertanggung jawab?

Data terhimpun, perahu tersebut bisa mengangkut hingga 15 orang dan sekitar 5 motor sekali melintasi sungai itu. Dan setiap orang dikenakan biaya sebesar Rp 2 ribu sekali melintas.

Meski nyawa yang dipertaruhkan, namun hanya cara itu yang ditempuh oleh warga lantaran untuk menyingkat waktu menuju kedua desa. Pasalnya, jika ingin melewati jalan memutar, warga harus menempuh jalan sekitar 12 kilometer.

BacaJuga :

Curanmor Sekeluarga di Singosari Terbongkar, Penadah Ikut Diringkus

Dituding Pungli, Pengelola Coban Sewu Bantah dan Akan Tempuh Hukum

“Ya jalan muternya jauh. Kalau ada jembatan kan enak. Disini yang lewat juga banyak,” sambung Maryam.

Nekad dan santai, itulah yang nampak disetiap raut wajah warga yang melintasi Sungai Lesti menggunakan jasa perahu penyeberangan. (Foto: Agung Baskoro/Javasatu.com)

Selain itu, menurut Maryam, sering ia temui kendaraan roda empat yang salah dan tersesat melalui jalan itu, karena memanfaatkan google maps. Padahal, jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Kalau ceritanya mereka (pengguna mobil, red), katanya yang menuntun ke jalan itu ya google maps. Jadi mereka tersesat. Ya harus balik, karena memang enggak ada jalan (jembatan, red) penghubungnya,” pungkasnya. (Agb/Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kecamatan BanturKecamatan PagelaranPantauPerahu PenyeberanganSungai Lesti

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

TNI Tegaskan Dua Insiden Penembakan di Papua Berbeda, Tidak Saling Berkaitan

Aksi KKB Tewaskan 12 Orang, Warga Sinak Terpaksa Mengungsi

JNF Sepakat dengan BRIN, PLTSa Bantargebang Dinilai Mendesak

MTQ XXXII Gresik 2026 Digelar, Target Pertahankan Juara Umum Jatim

Rakernas DPP Pena Da’i Nusantara Dorong Penyuluh Jadi Arsitek Dakwah Digital

Emo Revival Indonesia Kembali Lewat Revolution Autumn #3 Usai Vakum 10 Tahun

Kalapas Malang Berganti, Teguh Pamuji Pamit, Christo Toar Resmi Menjabat

Ngopi Filantropi Lazisnu Dukun Tekankan Transparansi ZIS

TNI Perkuat Pengamanan Freeport Pasca Serangan KKB, Panser Anoa Disiagakan

Keris Jadi Pemersatu Nusantara, DPRD Kaltim Ajak Generasi Muda Peduli

Prev Next

POPULER HARI INI

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

Kementerian Kebudayaan RI Dorong Digitalisasi Keris untuk Generasi Muda

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Polri Adalah Alat Negara, Analis Nilai MK Tepat Tolak Batas Masa Jabatan Kapolri

Kabupaten Gresik Jadi Magnet Investasi, Bupati Yani Beberkan Kuncinya

BERITA LAINNYA

TNI Tegaskan Dua Insiden Penembakan di Papua Berbeda, Tidak Saling Berkaitan

Aksi KKB Tewaskan 12 Orang, Warga Sinak Terpaksa Mengungsi

JNF Sepakat dengan BRIN, PLTSa Bantargebang Dinilai Mendesak

Rakernas DPP Pena Da’i Nusantara Dorong Penyuluh Jadi Arsitek Dakwah Digital

Emo Revival Indonesia Kembali Lewat Revolution Autumn #3 Usai Vakum 10 Tahun

TNI Perkuat Pengamanan Freeport Pasca Serangan KKB, Panser Anoa Disiagakan

Analis: Rakernis Divkum 2026 Perkuat Peran Polri Presisi sebagai Pilar Keadilan Humanis

TNI Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Libatkan Ratusan Personel dan Super Puma

LAKSI Dukung Putusan Praperadilan Indra Iskandar, Minta KPK Pulihkan Nama Baik

Rakernas Taekwondo 2026 Ditutup, Ketum: Musuh adalah Hadiah Bagimu

Prev Next

POPULER MINGGU INI

KKI Jatim Juara Umum Kejurprov FORKI 2026, Borong 9 Emas di Malang

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda, Atur Parkir hingga Pemajuan Kebudayaan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved