JAVASATU.COM- Polres Gresik menegaskan komitmennya memutus mata rantai peredaran narkoba dengan menggelar Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025.

Tak hanya menyasar pengedar dan pengguna, operasi ini juga membidik sindikat besar yang memanfaatkan jalur laut hingga pelabuhan rakyat sebagai pintu masuk barang haram.
Kasatresnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani mengatakan, jalur laut menjadi salah satu fokus pengawasan karena kerap dimanfaatkan sindikat narkoba untuk menyelundupkan sabu, ganja, pil koplo, hingga minuman keras. Kawasan Kepulauan Bawean disebut sebagai titik rawan masuknya narkotika.
“Pengawasan kami perketat di jalur pelabuhan resmi, pelabuhan tradisional, hingga jasa ekspedisi. Kami lakukan deteksi dini, undercover, hingga surveillance untuk melacak pergerakan sindikat,” ungkap AKP Yani, Sabtu (30/8/2025).
Operasi yang berlangsung mulai 30 Agustus hingga 10 September 2025 ini juga mengedepankan strategi control delivery untuk membongkar jaringan distribusi.
Polisi menggelar razia, sweeping, serta penyuluhan masyarakat guna menekan penyalahgunaan narkoba.
Data kasus narkoba di Gresik menunjukkan sebaran tertinggi berada di Driyorejo (15 kasus), Manyar (13 kasus), Kebomas (12 kasus), dan Gresik Kota (10 kasus). Polres berjanji memperkuat pengawasan, khususnya di wilayah perairan.
“Operasi ini tak hanya menargetkan pengguna, tapi juga residivis, jaringan sindikat, hingga kemungkinan adanya backing dari oknum aparat. Kami ingin Gresik bersih dari narkoba, dari kota hingga pelosok desa,” tegasnya.
Dengan operasi besar ini, Polres Gresik berharap angka peredaran narkoba bisa ditekan sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman narkotika. (bas/nuh)