JAVASATU.COM- Ratusan warga dari Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, dan Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, menggelar aksi unjuk rasa di Gate Lintas Bendungan Lahor Karangkates, Senin (26/1/2026). Mereka menuntut akses gratis bagi warga sekitar menyusul penerapan pembayaran retribusi non tunai oleh pengelola.

Massa meminta Perum Jasa Tirta I selaku pengelola Gate Bendungan Lahor mencabut kebijakan pembayaran non tunai yang diberlakukan penuh sejak awal 2026, khususnya bagi warga Sumberpucung dan Selorejo yang selama ini menggunakan akses tersebut untuk aktivitas harian.
Meski pengelola telah menyediakan kartu akses gratis, warga menilai kebijakan itu tetap memberatkan karena adanya biaya langganan pembaruan kartu setiap enam bulan.
“Keinginan warga hanya satu, gratis sepenuhnya, bukan kartu gratis. Dulu warga bisa lewat tanpa biaya. Sekarang harus punya kartu dan setiap enam bulan bayar Rp 35 ribu,” ujar salah satu perwakilan warga, Rahman Arifin, saat orasi.
Arifin juga menyoroti ketentuan denda kehilangan kartu yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat sekitar.
“Kalau kartu hilang, biayanya Rp 100 ribu. Itu artinya tidak benar-benar gratis,” tegasnya.
Selain itu, warga menyebut kebijakan baru ini turut berdampak pada pelajar. Sebelumnya, pelajar dapat melintas tanpa pungutan, namun kini dikenakan biaya kartu sebesar Rp 15 ribu per bulan sejak sistem non tunai diberlakukan.
Arifin berharap Jasa Tirta I mengevaluasi ulang kebijakan retribusi tersebut dan memberikan kejelasan sikap atas aspirasi warga.
“Diterima atau tidak tidak masalah. Yang penting ada jawaban resmi kepada masyarakat,” pungkasnya. (agb/arf)