Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Warga Keluhkan Bau Tak Sedap Diduga dari Limbah Mie Gacoan Jalan Sumatra Gresik

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
7 November 2026

JAVASATU.COM- Warga mengeluhkan bau tak sedap yang diduga berasal dari limbah Resto Mie Gacoan di Jalan Sumatra, kawasan Gunung Malang, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Aroma menyengat yang muncul pada waktu-waktu tertentu itu dirasakan warga hingga pengendara dan pengemudi ojek online yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Resto Mie Gacoan di Jalan Sumatra, kawasan Gunung Malang, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. (Foto: Sudasir Al Ayyubi)

Salah seorang warga Gresik Kota Baru (GKB), Santoso (43), mengatakan bau menyengat tersebut kerap tercium pada pagi hari menjelang subuh, setelah subuh, hingga malam hari. Aroma tidak sedap itu bahkan disebut membuat orang yang melintas di depan restoran merasa mual.

“Baunya itu sangat menyengat dan muncul di saat waktu tertentu, seperti saat pagi hari antara jelang subuh maupun setelah subuh serta saat malam hari. Siapa pun yang lewat depan Mie Gacoan, terutama di saat waktu-waktu itu, pasti merasakan bau yang tidak sedap dan bikin mual,” ujar Santoso, Jumat (6/11/2026).

ADVERTISEMENT

Ia meminta instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, turun tangan untuk memeriksa sumber bau tersebut.

“Siapa pun yang melintas di situ, saya bisa pastikan mencium bau tak sedap itu. Harusnya pihak terkait, dari pemerintah daerah (Dinas Lingkungan Hidup), turun tangan. Masak nunggu didemo masyarakat dulu, baru bertindak,” sambungnya.

Keluhan serupa disampaikan Hendra (32), pengemudi ojek online yang biasa mangkal di taman depan Resto Mie Gacoan GKB. Ia mengaku kerap mencium aroma menyengat ketika menunggu pesanan pelanggan.

“Baunya itu sangat tidak enak, apalagi kalau kita berada di dekat halaman yang ada di depan Resto Mie Gacoan. Nggak cuma saya saja yang merasakan, teman seprofesi saya juga merasakan hal yang sama saat menunggu ambil pesanan,” ungkap Hendra.

Kepala Desa Randuagung, Hambali, juga mengaku beberapa kali menerima keluhan warga terkait bau tidak sedap dari restoran tersebut. Meski belum ada laporan resmi secara bersama-sama, ia menyebut sejumlah warga pernah menyampaikan keluhan secara langsung kepadanya.

“Warga yang secara bersama-sama melapor ke saya, terkait bau busuk yang ditimbulkan Resto Mie Gacoan itu memang belum ada. Tapi yang bilang langsung secara personal, saat saya sedang ngopi sering,” tutur Hambali.

Hambali mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak pengelola Resto Mie Gacoan GKB. Namun, menurutnya, belum ada tanggapan serius dari manajemen.

“Sudah sering saya sampaikan ke pihak pengelolanya, tapi nggak ada tanggapan sama sekali. Bahkan, selama Mie Gacoan berdiri tidak ada kontribusinya ke desa,” katanya.

Ia juga menyinggung bantuan perusahaan saat pemerintah desa menggelar kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Menurut Hambali, pihak desa pernah mengajukan proposal bantuan kegiatan, tetapi nominal yang diberikan hanya Rp 200 ribu.

“Masak perusahaan dengan omzet besar, kasih sumbangan untuk kegiatan Agustusan (HUT Kemerdekaan RI) hanya Rp 200 ribu. Warga kampung saja secara personal sumbangannya besarannya lebih dari itu, ya akhirnya panitia saya suruh mengembalikan saja,” tandasnya.

Sementara itu, Manager Operasional Resto Mie Gacoan GKB, Muhammad Berjanji, mengakui adanya bau tidak sedap yang muncul pada waktu-waktu tertentu.

Ia menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan limbah restoran dan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terbatas.

Menurutnya, IPAL yang tersedia terkadang tidak mampu menampung volume limbah sehingga meluber dan tumpah ke area halaman restoran.

“Kalau yang tumpah di halaman itu, karena IPAL tidak tertampung akibat kapasitas yang melebihi tempatnya. Tapi kita sudah upayakan setiap seminggu, dua kali untuk sedot IPAL,” jelas Muhammad.

Ia menambahkan, bau tidak sedap juga diduga muncul saat proses pembersihan IPAL yang dilakukan pihak vendor restoran.

Terkait bau yang tercium dari selokan di depan restoran, Muhammad menyebut sumbernya masih perlu ditelusuri. Sebab, menurutnya, terdapat tempat usaha lain di sekitar lokasi tersebut.

“Kalau untuk bau tak sedap yang muncul dari selokan depan resto, harus ditelusuri lebih lanjut. Sebab, di sebelah kami juga terdapat tempat usaha lain,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, fasilitas IPAL Resto Mie Gacoan GKB berada di area terbuka. Tumpahan limbah terlihat membasahi area terbuka yang bersebelahan dengan tempat parkir restoran. (bas/arf)

Tags: Kabupaten GresikMie Gacoan
Previous Post

Polres Gresik Siagakan Pasukan Gabungan Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem

Next Post

TNI Tingkatkan Kemampuan Perwira untuk Perkuat Pembinaan Teritorial

Related Posts

TNI Tingkatkan Kemampuan Perwira untuk Perkuat Pembinaan Teritorial
Berita

TNI Tingkatkan Kemampuan Perwira untuk Perkuat Pembinaan Teritorial

7 November 2026
Polres Gresik Siagakan Pasukan Gabungan Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem
Berita

Polres Gresik Siagakan Pasukan Gabungan Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem

7 November 2026
Kapolresta Malang Kota Tanam 100 Pohon di Bantaran Sungai Brantas
Berita

Kapolresta Malang Kota Tanam 100 Pohon di Bantaran Sungai Brantas

6 November 2026
Kapolres Gresik Hadir di Tengah Ribuan Jemaah Haul Ponpes Qomaruddin
Berita

Kapolres Gresik Hadir di Tengah Ribuan Jemaah Haul Ponpes Qomaruddin

6 November 2026
Jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo Ditemukan, Dimakamkan di Trenggalek
Berita

Jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo Ditemukan, Dimakamkan di Trenggalek

6 November 2026
Panglima TNI Pastikan Ahli Waris Prajurit Gugur Terima Santunan
Berita

Panglima TNI Pastikan Ahli Waris Prajurit Gugur Terima Santunan

6 November 2026
Next Post
TNI Tingkatkan Kemampuan Perwira untuk Perkuat Pembinaan Teritorial

TNI Tingkatkan Kemampuan Perwira untuk Perkuat Pembinaan Teritorial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com