JAVASATU.COM- Seorang warga Genengan, Kabupaten Blitar, Rokim, mempertanyakan hasil verifikasi dalam proses pendaftaran Program Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Ia mengaku telah mengikuti verifikasi wajah, namun belum dinyatakan lolos dalam proses pendaftaran program.

Rokim mengatakan dirinya masih tinggal menumpang kepada anak. Ia juga memiliki empat anak yang masih kecil.
Kondisi tersebut membuatnya berharap program perlindungan sosial dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan sesuai kriteria yang berlaku.
“Program seperti ini seharusnya benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Saya berharap program pemerintah bisa tepat sasaran, sehingga masyarakat yang memenuhi kriteria tidak justru merasa kecewa,” ujar Rokim, Minggu (4/10/2026).
Rokim tidak menjelaskan alasan dirinya belum dinyatakan lolos dalam proses pendaftaran. Ia menyampaikan pengalamannya setelah mengikuti tahapan verifikasi wajah untuk Program Perlinsos.
Ketua DPD JPKP Kabupaten Blitar, Ch. Fuad, Minggu (4/10/2026), meminta pemerintah tetap memperhatikan kondisi masyarakat di lapisan bawah dalam pelaksanaan program perlindungan sosial.
“Pemerintah harus benar-benar memperhatikan masyarakat di bawah,” kata Fuad.
Menurut Fuad, program bantuan sosial perlu memberikan manfaat kepada masyarakat berdasarkan kondisi riil dan kriteria penerima yang telah ditetapkan. Karena itu, proses pendataan dan verifikasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.
“Program bantuan sosial seharusnya mampu memberikan manfaat kepada warga yang memang membutuhkan berdasarkan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Fuad juga menegaskan petugas yang melakukan verifikasi di lapangan hanya menjalankan tugas. Petugas tersebut bukan pihak yang menentukan warga dinyatakan lolos atau tidak sebagai penerima Program Perlinsos.
Penentuan penerima, menurut Fuad, merupakan bagian dari mekanisme pendaftaran dan penetapan program. Karena itu, jika terdapat warga yang mempertanyakan hasil pendaftaran, evaluasi dapat diarahkan pada proses pendataan, verifikasi dan penetapan penerima manfaat. (ich/arf)