JAVASATU.COM- Kabupaten Gresik disesaki ratusan bus rombongan ziarah Wali Songo dari Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo Situbondo, Jumat (30/1/2026). Sebanyak 152 bus dengan sekitar 8.400 peziarah memadati sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Gresik.

Bus-bus rombongan terpantau berjejer mulai Jalan Agus Salim, Jalan Jaksa Agung, hingga Jalan Dr Soetomo. Para peziarah yang mengenakan busana serba putih tampak turun bergelombang menuju makam Maulana Malik Ibrahim, salah satu tujuan utama ziarah di Gresik.
Rombongan dipimpin langsung Pengasuh Ponpes Wali Songo Situbondo, KHR Moh Kholil As’ad. Ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan religi ke sejumlah makam Wali Songo, dengan rute Situbondo – Surabaya (Sunan Ampel) – Gresik (Sunan Gresik dan Sunan Giri) – Tuban (Sunan Bonang) – Lamongan (Sunan Drajat) – Kudus (Sunan Kudus dan Sunan Muria) – Demak (Sunan Kalijaga) – hingga Cirebon (Sunan Gunung Jati).
Kepadatan bus sempat memicu perlambatan arus lalu lintas, terutama di kawasan Perlimaan Petrokimia Gresik. Namun, polisi memastikan kondisi tetap terkendali.
“Sejak sore kami sudah menyiagakan personel di ruas jalan yang dilewati dan disinggahi para peziarah. Memang sempat padat karena jumlah bus cukup banyak, tetapi berangsur normal,” kata Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin.
Pengamanan juga mendapat dukungan dari personel Polda Jatim yang mengawal pergerakan rombongan selama singgah di Gresik.
Salah satu juru kunci Makam Maulana Malik Ibrahim, Sudasir Al Ayyubi, mengatakan bus rombongan langsung diarahkan parkir di sekitar area makam untuk memudahkan akses peziarah.
“Ada petugas dari Polda Jatim yang ikut mengawal lalu lintas bus saat rombongan berada di Gresik,” ujarnya.
Sekadar informasi, Pondok Pesantren Wali Songo (PPWS) Situbondo berdiri pada 1993 atas prakarsa KHR Moh Kholil As’ad, sepulang menimba ilmu dari Mekkah pada 1991. Ia merupakan putra ulama kharismatik KHR As’ad Syamsul Arifin.
Awalnya, kegiatan dakwah dilakukan melalui pengajian rutin dan pembinaan Al-Qur’an bagi anak-anak serta pembinaan sosial bagi remaja dan anak jalanan. Seiring waktu, aktivitas tersebut berkembang pesat dan mendapat sambutan luas masyarakat hingga akhirnya berdiri sebagai pesantren dengan nama Wali Songo, sebagai simbol melanjutkan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah. (arf)