JAVASATU.COM- Metro Point Sigura-Gura menawarkan investasi rumah kos premium di kawasan pendidikan Kota Malang. Berlokasi di Jalan Mertojoyo, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, proyek ini menyasar investor yang ingin memiliki properti dengan potensi pendapatan dari penyewaan kamar.

Lokasi Metro Point berada di sekitar sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Keberadaan kampus-kampus tersebut menjadi salah satu pertimbangan pengembang dalam memilih lokasi proyek.
Manager Pemasaran Metro Point, Yudi, mengatakan Kota Malang memiliki pasar hunian mahasiswa yang besar. Menurutnya, kebutuhan tempat tinggal mahasiswa menjadi peluang bagi pengembangan bisnis rumah kos.
“Saat ini terdapat sekitar 350 ribu mahasiswa aktif di Kota Malang dan setiap tahunnya lebih dari 45 ribu mahasiswa baru datang untuk melanjutkan pendidikan. Kondisi ini menciptakan kebutuhan hunian yang terus berulang sehingga investasi rumah kos memiliki prospek yang sangat baik,” ujar Yudi, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, Metro Point dikembangkan berdasarkan pengalaman perusahaan dalam mengelola rumah kos secara profesional. Pengalaman tersebut menjadi bekal perusahaan dalam memahami kebutuhan penghuni, menjaga tingkat keterisian kamar, hingga menjalankan operasional properti.
“Investor tidak hanya membeli bangunan, tetapi juga berinvestasi pada aset produktif yang didukung pengalaman operasional dan sistem pengelolaan yang telah teruji,” katanya.
Usung Konsep Japandi Tropical
Metro Point Sigura-Gura mengusung konsep Japandi Tropical, yakni perpaduan desain minimalis Jepang dengan nuansa tropis Indonesia. Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan hunian modern, nyaman, dan fungsional.
Setiap unit menggunakan desain kamar mezzanine yang memisahkan area tidur dengan ruang aktivitas utama. Pengembang juga menawarkan tiga pilihan desain interior melalui konsep Thematic Living, yakni Japandi, Scandinavian, dan Brutalist.
Yudi mengatakan desain hunian menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pengembangan proyek. Menurutnya, mahasiswa dan profesional muda kini tidak hanya mempertimbangkan lokasi, tetapi juga kenyamanan serta kualitas tempat tinggal.
“Pengalaman tinggal menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pilihan tempat tinggal. Semakin baik pengalaman penghuni, maka kepuasan dan loyalitas penyewa juga meningkat sehingga berdampak pada tingkat okupansi,” jelasnya.
Sasar Investor hingga Orang Tua Mahasiswa
Metro Point menyasar sejumlah kelompok konsumen, mulai dari pengusaha, profesional, investor properti, pensiunan, hingga orang tua mahasiswa.
Bagi investor, unit rumah kos ditawarkan sebagai aset yang berpotensi menghasilkan pendapatan sewa atau passive income. Pengembang juga menyebut adanya peluang kenaikan nilai aset atau capital gain seiring perkembangan kawasan pendidikan di Kota Malang.
Sementara itu, orang tua mahasiswa dapat memanfaatkan unit sebagai tempat tinggal anak selama menempuh pendidikan. Setelah masa kuliah selesai, unit tersebut berpeluang disewakan kembali kepada mahasiswa atau penyewa lain.
Metro Point juga menawarkan sistem pengelolaan profesional. Dengan skema tersebut, pemilik unit tidak harus menangani langsung kegiatan operasional rumah kos sehari-hari.
Pengembang Sebut Punya Pengalaman Kelola Kos
Yudi mengatakan Metro Point masih dalam tahap pengembangan. Ia menyebut kepercayaan investor dibangun melalui pengalaman perusahaan mengembangkan rumah kos premium sebelumnya, yang diklaim memiliki tingkat hunian tinggi.
Menurutnya, siklus penerimaan mahasiswa baru menjadi salah satu momentum yang diperhitungkan dalam pengembangan bisnis rumah kos di Malang. Pada periode tersebut, kebutuhan hunian di sekitar kampus biasanya meningkat.
Yudi menambahkan, investor yang masuk pada tahap awal pengembangan berpeluang memperoleh harga yang lebih kompetitif dibandingkan saat proyek telah selesai. Namun, potensi kenaikan nilai aset dan pendapatan sewa tetap bergantung pada perkembangan proyek serta kondisi pasar properti.
“Metro Point hadir bukan hanya sebagai produk properti, tetapi sebagai instrumen investasi jangka panjang yang memadukan lokasi strategis, konsep hunian premium, serta sistem pengelolaan profesional sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi investor,” pungkasnya. (har/arf)






