JAVASATU.COM-MALANG- Sejumlah warga di Perum Bumi Banjararum Estate kecamatan Singosari, kabupaten Malang Kalang kabut saat menggelar upacara bendera berbaju adat di lapangan komplek perumahan setempat, Kamis pagi (17/8/2023). Warga berlarian menyelamatkan diri setelah mendengar peringatan kebakaran dari pengeras suara.

Warga yang panik segera membawa keluarganya evakuasi ke lokasi yang lebih aman. Sementara pemuda dan warga setempat bahu membahu menyelamatkan anak anak dan lansia yang terjebak di rumah dan reruntuhan bangunan.
Namun untungnya semua warga selamat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Lantaran kegiatan tersebut adalah simulasi penggunakan Early Warning System yang terpasang di sejumlah sudut komplek perumahan setempat.
“Aplikasi ini namanya Panic Button yang sudah kami miliki secara mandiri secara swadaya warga sekitar 2 tahun belakangan. Kami terapkan di skala sosial mikro RT agar lebih efisien.” ujar Akbar Bebe Lebu, Ketua RT 14 RW 11 desa Banjararum Singosari yang juga pencetus aplikasi.
Aplikasi ini berupa digital dengan berbasis Android yang terkoneksi langsung dengan ponsel pintar milik setiap warga. Sehingga apabila dibutuhkan warga bisa segera mendapatkan pertolongan, baik kebencanaan maupun kedaruratan.
“Nanti dari ponsel bisa diakses ke Toa pengeras suara. Dengan sistem tertentu akan mengabarkan kondisi terkini, dan kabar kedaruratan yang terjadi. Jadi kita bisa segera tolong jadi lebih cepat,” ungkapnya.
Hal ini disambut warga dengan respon positif. Selain pentungan untuk bantuan kedaruratan juga sarana distribusi informasi lebih efektif.
“Jadi aman kita juga mas, kalau ada apa apa jadi tahu. Misal ada butuh apa apa juga lebih enak. Sosialisasi juga lebih dimudahkan bagi warga dalam memperoleh informasi di lingkungan setempat,” kata Hari Julianto, warga setempat. (Dop/Arf)