JAVASATU-MALANG- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur, mempercayakan lagi ke Desa Sengguruh Kabupaten Malang untuk menggelar acara ritual bersih desa.

Ini karena pada tahun sebelumnya desa itu sukses menggelar ‘Festival Desa Sengguruh’ yang dilaksanakan dalam kondisi pandemi Covid-19, dengan menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Dan berkaca pada even yang digelar tahun sebelumnya, tidak ada klaster yang muncul setelah even digelar.
Festival yang digelar sejak Jumat (19/11/2021) hingga Sabtu (20/11/2021) tersebut dinilai berhasil digelar karena dalam pelaksanaanya, semua yang hadir bisa menerapkan prokes dengan ketat.

Dalam rangkaian festival itu ada beberapa agenda yang dilakukan, diantaranya ritual budaya berupa penyerahan jolen, pertunjukan seni tari, sarasehan membedah sejarah Desa Sengguruh dan ditutup dengan Pengukuhan Ki Ageng Desa Sengguruh.
“Resminya berjalan tiga hari. Hari pertama ada pengumpulan budayawan yang ada di Desa Sengguruh, hari kedua bedah sejarah desa dan yang terakhir ritual arak jolen dari masing-masing RW yang kita bawa ke satu titik di RTH (Ruang Terbuka Hijau) Desa Sengguruh,” ujar Kepala Desa Sengguruh, Jamburi.
Hanya dua desa yang ditunjuk oleh DPMD Jatim untuk menggelar kegiatan serupa, yakni Kabupaten Tulungagung dan di Kabupaten Malang. Semetara Desa Sengguruh yang dipilih untuk mewakili Kabupaten Malang.
“Ini merupakan program dari DPMD Provinsi (Jawa Timur), kebetulan Desa Sengguruh mewakili Kabupaten Malang. Jadi dulu awal Covid-19 sekitar bulan April, kita mengadakan acara seperti ini dengan penerapan prokes yang ketat, itu bisa berjalan dan tidak ada klaster baru setelah acara,” terang Jamburi.

Ke depannya, kegiatan tersebut akan dijadikan agenda rutin tahunan Desa Sengguruh. Namun untuk pelaksanaannya, terlebih dahulu masih harus memperhatikan perubahan-perubahan aturan yang kemungkinan terjadi. Sebab masih dalam kondisi pandemi Covid-19.
Baca Kliktimes.com: Pulau Bali Masuk 30 Situs Warisan Dunia UNESCO
Terakhir Jamburi berharap, dengan digelarnya festival tersebut, masyarakat Desa Sengguruh bisa lebih mengenal, dan dapat melestarikan budaya yang ada di desanya.
“Ibaratnya kita tinggal di tanah Jawa ini jangan sampai lupa dengan leluhur kita. Ya intinya kita berusaha uri-uri budaya dan berdoa untuk leluhur kita,” pungkas Jamburi. (Agb/Saf)