JAVASATU.COM- Proyek Nata Agung Perwujudan Pusat resmi membuka Balai Latihan Kerja (BLK) Karoseri Jenggolo Baru Majapahit pada Kamis (29/1/2026). Lembaga ini disiapkan untuk mencetak SDM terampil yang diarahkan menjadi pengusaha mandiri berbasis koperasi.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Pimpinan Proyek Nata Agung Perwujudan Pusat, H. Bambang Mangku Bagyo, di area kantor, musholla, dan ruang produksi. Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta peninjauan berbagai produk hasil karya peserta didik.
H. Bambang Mangku Bagyo menegaskan bahwa fokus utama BLK ini adalah ketenagakerjaan yang berorientasi pada kemandirian. Anak didik tidak hanya dipersiapkan sebagai karyawan, tetapi dibentuk untuk memiliki usaha sendiri.

“Target kita mengentaskan mereka punya usaha sendiri berkolaborasi dengan koperasi. Kami berharap koperasinya nanti bisa lebih kuat karena didukung oleh pelaku pengusaha yang punya mental untuk kepentingan orang banyak,” ujar Bambang usai peresmian.
Ia menjelaskan bahwa lulusan BLK ini nantinya akan menjadi pengusaha berbendera koperasi di berbagai wilayah, mulai dari Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Sinergi ini merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.
Keterampilan yang diajarkan meliputi tiga aspek vital: manajemen usaha, penguasaan teknis, dan pemasaran. Di lokasi ini, peserta didik dilatih memproduksi boks kendaraan, ambulans desa, mebel, hingga perlengkapan perumahan berbasis besi.
“Skill teknis harus matang, marketing-nya terarah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tiga aspek ini harus matang agar usaha bisa berkelanjutan,” tegasnya.
BLK Karoseri Jenggolo menerapkan konsep belajar sambil bekerja. Seluruh proses pelatihan diberikan secara gratis, namun para peserta magang tetap mendapatkan uang saku sebagai bentuk penghargaan atas produktivitas mereka.
“Di sela-sela gratis, langsung belajar sambil kerja. Kami mengejar ketinggalan, anak didiknya juga bisa siap-siap tampil. Walaupun magang, tetap kita bayari,” imbuh Bambang.
Walaupun untuk bergabung tanpa dipungut biaya, Bambang menegaskan agar anggota BLK memiliki kesadaran gotong royong untuk saling membantu sesama.
“Saya itu buat perjanjian, ‘Kalo kalian nanti sudah enak, sisihkan sebagian untuk kepentingan saudaramu‘,” ujarnya.
Langkah ini juga dipicu besarnya permintaan SDM di luar pulau Jawa. Bambang mengungkapkan pihaknya mengelola lahan seluas 100 ribu hektare di Kalimantan yang membutuhkan dukungan tenaga kerja terampil yang telah dipoles sesuai kultur kerja proyeknya.

Sejauh ini, program pembinaan tersebut telah mengirimkan lebih dari 1.000 lulusan ke berbagai sektor. Sebanyak 600 orang di antaranya telah ditempatkan di sektor perkebunan yang berasal dari Malang, Jember, Surabaya, hingga Jawa Barat.
Bambang berharap kekuatan kebersamaan yang dibangun melalui BLK ini dapat menjadi pilar ekonomi masa depan. Pelatihan pun terbuka bagi masyarakat lokal guna memenuhi kebutuhan SDM yang terus meningkat di berbagai wilayah kerja Nata Agung. (Jup)