email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Jumat, 23 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mulat Sarira dan Suara Burung Dipandang dari Sudut Rasa

[Esai]

by Redaksi Javasatu
9 Januari 2024

BacaJuga :

OPINI: Menimbang Dampak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 bagi Guru, Siswa dan Sekolah

OPINI: Implementasi Kebijakan Fiskal Daerah dalam Mendorong Inovasi dan Teknologi di Jatim

Ilustrasi

Mulat Sarira dan Suara Burung Dipandang dari Sudut Rasa

Oleh: Eko Windarto – Penulis Satupena Jawa Timur

Judul yang saya sodorkan ini sangat menarik dan menggelitik untuk saya tulis karena mengandung dua lapis makna, yaitu makna permukaan dan makna yang lebih dalam. Permukaan maknanya mungkin merujuk pada dua buku yang berbeda yaitu “Mulat Sarira” dan “Suara Burung Dipandang dari Sudut Rasa”. Namun, makna yang lebih dalam mungkin terkait dengan cara kita melihat dan memahami dunia di sekitar kita dari perspektif yang berbeda. Ini dapat mencakup cara kita mengevaluasi karya seni dan sastra, bagaimana pemahaman kita tentang kehidupan dan pengalaman dipengaruhi oleh pandangan kita, serta bagaimana budaya, agama, dan lingkungan sosial kita dapat mempengaruhi sudut pandang yang kita miliki.

Dalam esai ini, saya akan mengeksplorasi makna yang lebih dalam dari judul “Mulat Sarira” dan “Suara Burung Dipandang dari Sudut Rasa” dan bagaimana karya-karya tersebut dapat mempengaruhi sudut pandang pembaca dalam memahami dunia di sekitar kita.

Buku “Mulat Sarira Otokritik Manusia” oleh Doktor. Slamet Hendro Kusumo merupakan salah satu karya sastra kontemporer Indonesia menggambarkan kehidupan di awal abad 05. Dalam buku ini, Doktor Slamet Hendro Kusumo menggambarkan karakter utamanya yang ambigu secara budaya, yaitu spiritual, sosiologi, psikologi, etnografi, fisolofi, kekenesan politik, budaya toto laku kehidupan serta bagaimana karakter tersebut menavigasi identitas mereka yang kompleks saat menjalani kehidupan modern yang berubah dengan cepat. Buku ini menunjukkan bahwa pandangan kita tentang identitas, kebangsaan, dan agama dapat berubah seiring waktu dan pengaruh lingkungan kita. Oleh karena itu, membaca “Mulat Sarira” dapat membantu kita memahami berbagai perspektif dan pengalaman manusia yang mungkin berbeda dengan milik kita.

Di sisi lain, “Suara Burung Dipandang dari Sudut Rasa” adalah bentuk refleksi yang mengeksplorasi kehidupan sehari-hari dan hubungan antara manusia dan alam. Saya mencoba mengajak pembaca untuk merenungkan pandangan orang lain tentang dunia. Meskipun tidak secara langsung menyebutkan cara pandang yang berbeda, saya ingin memperkenalkan cara pandang yang berbeda dari kebanyakan pandangan yang biasa kita lihat dalam buku atau media lain. Oleh karena itu, membaca “Suara Burung Dipandang dari Sudut Rasa” dapat membantu kita melihat dunia dari perspektif berbeda yang lebih sensitif dan terlibat secara emosional.

Ketika membaca kedua pendapat atau cara pandang ini, pembaca dapat mulai melihat dunia dari sudut pandang berbeda, yang memungkinkan kita untuk lebih memahami pengalaman orang lain dan perspektif yang berbeda. Itu memberi kita kemampuan untuk merenungkan segala sesuatu dalam perspektif yang lebih empatik dan membantu kita mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita dan dunia di sekitar kita. Sebagai masyarakat, kita sering dihadapkan dengan perbedaan budaya, agama, maupun etnis, dan dengan merenung kita bisa memahami bahwa manusia itu terlahir dengan kadar pemahaman yang berbeda-beda satu sama lain.

Dalam kesimpulannya, “Mulat Sarira” dan “Suara Burung Dipandang dari Sudut Rasa” adalah cara pandang yang saling melengkapi dan dapat membuka pandangan kita tentang dunia. Keduanya menawarkan perspektif yang berbeda dalam menggambarkan pengalaman manusia dan membantu pembaca untuk memahami berbagai sudut pandang yang mungkin berbeda dari diri kita. Oleh karena itu, membaca kedua cara pandang ini dapat membantu kita melihat dan memahami dunia dari sudut pandang yang lebih luas dan kompleks. Dengan begitu, kita dapat mengembangkan pemahaman lebih mendalam tentang diri kita, masyarakat kita, dan lingkungan sosial kita secara menyeluruh. Dan dapat diaplikasikan untuk mencapai harmoni dan keseimbangan di antara kita, orang lain, dan lingkungan sekitar kita. (*)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Eko WindartoSatupenaSatupena Jatim

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Isra Mikraj, ASN Pemkab Kediri Diajak Perkuat Iman dan Etos Kerja

Enam Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung

Polres Gresik Terbitkan SIM D Ramah Disabilitas, Gandeng BRI

Polri Bentuk Ditres PPA-PPO, Analis: Langkah Strategis Lindungi Anak dan Perempuan

FPK Kota Malang Perkuat Pembauran Kebangsaan Lewat Turnamen Sepak Bola Putri

Mahasiswa UNIKAMA Protes Fasilitas hingga Keuangan Kampus

Analis Apresiasi Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar SDA

Sengketa Tiket Tumpak Sewu Lumajang dan Coban Sewu Malang, Ini Kata Dewan

Polisi Tangkap Satu Pelaku Pengeroyokan di Balongpanggang, Tiga DPO Diburu

Singgih Cimeng Nyatakan Siap Maju Calon Ketua KONI Kabupaten Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

FPK Kota Malang Perkuat Pembauran Kebangsaan Lewat Turnamen Sepak Bola Putri

Singgih Cimeng Nyatakan Siap Maju Calon Ketua KONI Kabupaten Malang

Mahasiswa UNIKAMA Protes Fasilitas hingga Keuangan Kampus

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

BERITA LAINNYA

Isra Mikraj, ASN Pemkab Kediri Diajak Perkuat Iman dan Etos Kerja

Enam Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung

Polri Bentuk Ditres PPA-PPO, Analis: Langkah Strategis Lindungi Anak dan Perempuan

Analis Apresiasi Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar SDA

Gandeng Roy Jeconiah, Tanda Seru Rilis Ulang Lagu Kontroversial “Panitia Akhirat”

JMSI Siap Jadi Mitra Strategis Kemenkop Sukseskan Koperasi Merah Putih

BPI KPNPA RI Laporkan Dugaan Minim Transparansi Seleksi JPT Kabupaten Serang ke Kejagung

TNI Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung

Perkuat Sinergi, Polres Blitar Kota Ngopi Bareng Media

JMSI Sumenep Gelar Diskusi Publik Pilkada Lewat DPRD, Soroti Partisipasi Masyarakat

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Atlet Sepeda Kota Batu Syafira El Zahra Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Sengketa Tanah Supit Urang Memanas, Warga Laporkan Pemkot Malang ke Polisi

Guru SD di Malang Diduga Aniaya Murid, Keluarga Tidak Terima

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved