email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 7 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Nilai Hakiki

by Redaksi Javasatu
26 Juni 2023
Sampul Buku Mulat Sarira kaeya Slamet Hendro Kusumo. (Foto: Satupena Jawa Timur)

Nilai Hakiki

Oleh: Tri Handoyo – Humas Paguyuban Penulis Satupena Jawa Timur

Nilai hakiki manusia bukan terletak pada soal seberapa jauh tangan dan kaki melalang buana, bukan juga tentang seberapa banyak telinga dan mata mengembara mengarungi dunia, melainkan soal hati dan pikiran, yang dituangkan dalam sebuah karya tulis.

Ya benar. Jejak manusia akan dikenang lantaran segala keyakinan, cita-cita dan mimpinya terekam dalam wujud sebuah karya tulis. Dengan karyanya itu sang penulis bakal menjelma menjadi sosok abadi dan transeden, bukan sekedar seonggok tulang dan daging yang diberi nama atau gelar. Karya tulis itulah nilai hakiki seorang manusia.

Baru-baru ini, buku karya Slamet Hendro Kusumo yang diberi judul ‘Mulat Sarira, Otokritik Manusia’, diluncurkan. Ini semakin menegaskan bahwa beliau merupakan seorang intelektual. Bukunya, yang tidak hanya fisiknya yang berbobot karena cukup tebal, tapi isinya jauh lebih berbobot, dan menjadi sebuah rekam jejak tersendiri.

Membaca sebuah buku sama dengan mencoba menelusuri dan menggali sebuah rekam jejak panjang sang penulisnya. Pengalaman hidup yang tertuang bagaikan mutiara yang tak ternilai, yang diangkat dari dasar samudera dan disajikan agar bisa memberi manfaat kepada sebanyak-banyaknya umat manusia.

Berselancar dalam kumpulan esai catatan sosial budaya, yang terangkai dalam buku Mulat Sarira, cukup mencerahkan dan memperkaya wawasan. Buku yang disusun dalam rentang masa tujuh bulan dan bergandengan erat dengan hadirnya pandemi covid 19, setidaknya memberikan gambaran bagaimana pandangan si penulis mengenai permasalahan yang timbul di tengah masyarakat. Yang paling menarik, buku yang ditulis berdasarkan pengalaman empiris serta studi literatur Pak Slamet ini menyoroti problem sosial manusia kontemporer menggunakan pisau bedah filosofi Jawa.

Secara pribadi saya meyakini adanya hubungan erat antara isi buku ini dengan cara penulis menghayati budaya Jawa, sebagaimana ungkapan filosofi yang dijadikan judul buku tersebut.

Mulat sarira adalah pelajaran sekaligus teladan dari Ke Ageng Suryomentaram, salah seorang pangeran putera dari Sultan Hamengku Buwana VII. Beliau memilih jalan hidup sebagai pertapa, yang mengajarkan tentang pencapaian hidup tentram, sejahtera dan bahagia, yakni dalam rangka mewujudkan terpenuhinya kebutuhan jasmani dan ruhani yang seimbang, selaras, serasi, harmoni, terpadu dan utuh.

BacaJuga :

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

Kumpulan esai setebal lima ratus halaman lebih karya Slamet Hendro Kusumo ini mengangkat filosofi Jawa yang lengkapnya berbunyi “Mulat sarira hangrasa wani. Rumangsa melu handarbeni. Wajib melu hangrungkebi.” Dalam pandangan beliau, ini merupakan konsep yang sangat berguna untuk mengatasi segala kemelut yang terjadi di masyarakat dewasa ini.

Pembaca dijamin akan mengembara di dunia gagasan, menerobos segala batas aliran pemikiran dan mendobrak berbagai paradigma, dalam rangka agar dipertemukan dalam kebenaran. Rasanya menarik jika karya berisi mengenai kritik terhadap manusia tersebut dibedah melalui forum-forum diskusi, dengan harapan bisa menggali lebih dalam dan membuka semakin lebar ruang bagi kita untuk lebih berani melihat ke dalam diri, sebagai solusi atas kerumitan hidup.

‘Mulat Sarira’, di dalam filsafat Jawa, bermakna introspeksi, melihat ke dalam diri sendiri. Bukan sekedar melihat. Melainkan dibutuhkan upaya sungguh-sungguh, dan untuk itu dibutuhkan keberanian. Berani tidak ketika melihat ke dalam diri dengan kesungguhan hati, ternyata menemukan banyak kerak, keyakinan yang telah karatan atau pemahaman yang salah kaprah. Untuk selanjutnya berani mengakui segala kekurangan, berani membongkar, membenahi dan merenovasi mindsetnya. Karena hanya dengan introspeksi yang beranilah baru bisa diharapkan adanya hasil positif.

Buku tersebut mampu hadir mengatasi ketidakseimbangan informasi dunia maya yang kini nyaris memporak-porandakan tatanan. Dunia yang menjerumuskan masyarakat untuk lebih suka menghabiskan waktu membahas hal-hal yang tidak substansial, yang hanya berdasarkan opini bias, tapi dibahas berlarut-larut tanpa solusi jelas.

Kehadiran buku ini menjadi alternatif untuk mengisi ruang kosong manusia modern agar tidak semakin tergerus oleh kebrutalan media sosial, serta memandu masyarakat mengenali diri sendiri, untuk kemudian mengembangkan potensi demi kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tidak ada kebutaan yang paling menyedihkan selain kebutaan nurani. Orang tidak menyadari bahwa dari kebutaan itu lahirlah berbagai kejahatan, pelacuran, pencurian, politisi korup dari semua politisi yang terkorup, dan pejabat jahat yang pikirannya hanya fokus menguras kekayaan negara.

Dalam karyanya ini kita melihat betapa kaya referensi yang mengemuka, kadar intelektual dan literasi yang kuat, namun disertai kedewasaan dan kematangan emosi yang tinggi. Perpaduan yang sangat jarang dimiliki oleh mayoritas cendekiawan Nusantara.

Slamet Hendro Kusumo, adalah seorang pelukis, penulis dan aktifis sosial yang lumayan langkah, karena keteguhannya dalam menjaga etika dan moral di tengah situasi politik yang tidak sedikit meruntuhkan banyak kaum idealisme.

Selamat atas terbitnya buku ‘Mulat Sarira, Otokritik Manusia’, Pak Slamet. Sukses selalu buat panjenengan. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Source: Koordinator Satupena Jawa Timur, Akaha Taufan Aminudin
Tags: SatupenaSatupena Jawa TimurSlamet Henkus

Comments 1

  1. akahataufanaminudin says:
    3 tahun ago

    Selamat Succesful Sedulur SatuPena SatuHati SatuJiwa SatuRasa KOMPAK KEBERSAMAAN sepanjang masa Succesful Sedulurku

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Gresik Tembus Rp78 Ribu

Buron 7 Bulan, Penipu Emas Rp500 Juta Dibekuk Polres Malang

Brigjen Benny Ali Resmi Jadi Wakapolda Jambi, LAKSI Apresiasi Keputusan Kapolri

Bangkitkan Sepak Bola Malang Raya, MCFA Gelar Refreshing Pelatih

MPD-FKAUB-INTI Siapkan Air dan Roti untuk Jemaah 1 Abad NU di Malang

Pencarian Korban Terseret Ombak di Pantai Balekambang Masih Berlanjut

Bupati Gresik Pimpin Aksi Bersih Pantai Dalegan

Ponpes Sahabat Karomah Al-Qur’an Gresik Buka Pesantren Kilat Ramadan

MUI Kecamatan Gresik Silaturahmi ke Koramil, Perkuat Sinergi Ulama dan TNI

Kakorlantas Turun Langsung, Rangkul Ojol Batu Lewat Dialog Humanis

Prev Next

POPULER HARI INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

Sepak Bola Malang Raya Jalan di Tempat, Siapa yang Salah?

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

MUI Kecamatan Gresik Silaturahmi ke Koramil, Perkuat Sinergi Ulama dan TNI

Ponpes Sahabat Karomah Al-Qur’an Gresik Buka Pesantren Kilat Ramadan

BERITA LAINNYA

Brigjen Benny Ali Resmi Jadi Wakapolda Jambi, LAKSI Apresiasi Keputusan Kapolri

WUSS Rilis “Born in February”, Kisah Anak Kedua yang Tumbuh Tanpa Tepuk Tangan

Forum Jamsos Ingatkan Dewas BPJS: “Jangan Hanya Makan Gaji Buta”

Sidang Polinema, Enam Saksi Ungkap Aliran Dana hingga Rekayasa Lahan

Kodim Wonosobo Bersih-bersih, Tindaklanjuti Instruksi Presiden Lawan Sampah

Modus SMS Tilang ETLE Marak, Polda Jateng: Resmi Lewat Surat Fisik

TNI Perangi Sampah, Ribuan Personel Bersihkan Bali hingga Ambon

Putusan MA Final, Pemkot Kediri Siap Tuntaskan Pembangunan RTH Alun-Alun

Mabes TNI dan KKP Teken MoU Perkuat Ketahanan Pangan dan Pengawasan Laut

LAKSI Minta Tokoh Publik Stop Hujat Kapolri, Dorong Kritik Santun dan Konstruktif

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Sepak Bola Malang Raya Jalan di Tempat, Siapa yang Salah?

Harlah ke-103 NU, Malang Tunjukkan Bhinneka Tunggal Ika

Warga “Diprank” Dewan Terkait Audiensi Kedua Tanah Supit Urang dan Pandanwangi

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved