email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 22 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Nilai Hakiki

by Redaksi Javasatu
26 Juni 2023
Sampul Buku Mulat Sarira kaeya Slamet Hendro Kusumo. (Foto: Satupena Jawa Timur)

Nilai Hakiki

Oleh: Tri Handoyo – Humas Paguyuban Penulis Satupena Jawa Timur

Nilai hakiki manusia bukan terletak pada soal seberapa jauh tangan dan kaki melalang buana, bukan juga tentang seberapa banyak telinga dan mata mengembara mengarungi dunia, melainkan soal hati dan pikiran, yang dituangkan dalam sebuah karya tulis.

Ya benar. Jejak manusia akan dikenang lantaran segala keyakinan, cita-cita dan mimpinya terekam dalam wujud sebuah karya tulis. Dengan karyanya itu sang penulis bakal menjelma menjadi sosok abadi dan transeden, bukan sekedar seonggok tulang dan daging yang diberi nama atau gelar. Karya tulis itulah nilai hakiki seorang manusia.

Baru-baru ini, buku karya Slamet Hendro Kusumo yang diberi judul ‘Mulat Sarira, Otokritik Manusia’, diluncurkan. Ini semakin menegaskan bahwa beliau merupakan seorang intelektual. Bukunya, yang tidak hanya fisiknya yang berbobot karena cukup tebal, tapi isinya jauh lebih berbobot, dan menjadi sebuah rekam jejak tersendiri.

Membaca sebuah buku sama dengan mencoba menelusuri dan menggali sebuah rekam jejak panjang sang penulisnya. Pengalaman hidup yang tertuang bagaikan mutiara yang tak ternilai, yang diangkat dari dasar samudera dan disajikan agar bisa memberi manfaat kepada sebanyak-banyaknya umat manusia.

Berselancar dalam kumpulan esai catatan sosial budaya, yang terangkai dalam buku Mulat Sarira, cukup mencerahkan dan memperkaya wawasan. Buku yang disusun dalam rentang masa tujuh bulan dan bergandengan erat dengan hadirnya pandemi covid 19, setidaknya memberikan gambaran bagaimana pandangan si penulis mengenai permasalahan yang timbul di tengah masyarakat. Yang paling menarik, buku yang ditulis berdasarkan pengalaman empiris serta studi literatur Pak Slamet ini menyoroti problem sosial manusia kontemporer menggunakan pisau bedah filosofi Jawa.

Secara pribadi saya meyakini adanya hubungan erat antara isi buku ini dengan cara penulis menghayati budaya Jawa, sebagaimana ungkapan filosofi yang dijadikan judul buku tersebut.

Mulat sarira adalah pelajaran sekaligus teladan dari Ke Ageng Suryomentaram, salah seorang pangeran putera dari Sultan Hamengku Buwana VII. Beliau memilih jalan hidup sebagai pertapa, yang mengajarkan tentang pencapaian hidup tentram, sejahtera dan bahagia, yakni dalam rangka mewujudkan terpenuhinya kebutuhan jasmani dan ruhani yang seimbang, selaras, serasi, harmoni, terpadu dan utuh.

BacaJuga :

OPINI: Menimbang Dampak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 bagi Guru, Siswa dan Sekolah

OPINI: Implementasi Kebijakan Fiskal Daerah dalam Mendorong Inovasi dan Teknologi di Jatim

Kumpulan esai setebal lima ratus halaman lebih karya Slamet Hendro Kusumo ini mengangkat filosofi Jawa yang lengkapnya berbunyi “Mulat sarira hangrasa wani. Rumangsa melu handarbeni. Wajib melu hangrungkebi.” Dalam pandangan beliau, ini merupakan konsep yang sangat berguna untuk mengatasi segala kemelut yang terjadi di masyarakat dewasa ini.

Pembaca dijamin akan mengembara di dunia gagasan, menerobos segala batas aliran pemikiran dan mendobrak berbagai paradigma, dalam rangka agar dipertemukan dalam kebenaran. Rasanya menarik jika karya berisi mengenai kritik terhadap manusia tersebut dibedah melalui forum-forum diskusi, dengan harapan bisa menggali lebih dalam dan membuka semakin lebar ruang bagi kita untuk lebih berani melihat ke dalam diri, sebagai solusi atas kerumitan hidup.

‘Mulat Sarira’, di dalam filsafat Jawa, bermakna introspeksi, melihat ke dalam diri sendiri. Bukan sekedar melihat. Melainkan dibutuhkan upaya sungguh-sungguh, dan untuk itu dibutuhkan keberanian. Berani tidak ketika melihat ke dalam diri dengan kesungguhan hati, ternyata menemukan banyak kerak, keyakinan yang telah karatan atau pemahaman yang salah kaprah. Untuk selanjutnya berani mengakui segala kekurangan, berani membongkar, membenahi dan merenovasi mindsetnya. Karena hanya dengan introspeksi yang beranilah baru bisa diharapkan adanya hasil positif.

Buku tersebut mampu hadir mengatasi ketidakseimbangan informasi dunia maya yang kini nyaris memporak-porandakan tatanan. Dunia yang menjerumuskan masyarakat untuk lebih suka menghabiskan waktu membahas hal-hal yang tidak substansial, yang hanya berdasarkan opini bias, tapi dibahas berlarut-larut tanpa solusi jelas.

Kehadiran buku ini menjadi alternatif untuk mengisi ruang kosong manusia modern agar tidak semakin tergerus oleh kebrutalan media sosial, serta memandu masyarakat mengenali diri sendiri, untuk kemudian mengembangkan potensi demi kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tidak ada kebutaan yang paling menyedihkan selain kebutaan nurani. Orang tidak menyadari bahwa dari kebutaan itu lahirlah berbagai kejahatan, pelacuran, pencurian, politisi korup dari semua politisi yang terkorup, dan pejabat jahat yang pikirannya hanya fokus menguras kekayaan negara.

Dalam karyanya ini kita melihat betapa kaya referensi yang mengemuka, kadar intelektual dan literasi yang kuat, namun disertai kedewasaan dan kematangan emosi yang tinggi. Perpaduan yang sangat jarang dimiliki oleh mayoritas cendekiawan Nusantara.

Slamet Hendro Kusumo, adalah seorang pelukis, penulis dan aktifis sosial yang lumayan langkah, karena keteguhannya dalam menjaga etika dan moral di tengah situasi politik yang tidak sedikit meruntuhkan banyak kaum idealisme.

Selamat atas terbitnya buku ‘Mulat Sarira, Otokritik Manusia’, Pak Slamet. Sukses selalu buat panjenengan. (*)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Source: Koordinator Satupena Jawa Timur, Akaha Taufan Aminudin
Tags: SatupenaSatupena Jawa TimurSlamet Henkus

Comments 1

  1. akahataufanaminudin says:
    3 tahun ago

    Selamat Succesful Sedulur SatuPena SatuHati SatuJiwa SatuRasa KOMPAK KEBERSAMAAN sepanjang masa Succesful Sedulurku

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Sengketa Tiket Tumpak Sewu Lumajang dan Coban Sewu Malang, Ini Kata Dewan

Polisi Tangkap Satu Pelaku Pengeroyokan di Balongpanggang, Tiga DPO Diburu

Singgih Cimeng Nyatakan Siap Maju Calon Ketua KONI Kabupaten Malang

Gandeng Roy Jeconiah, Tanda Seru Rilis Ulang Lagu Kontroversial “Panitia Akhirat”

PDAM Gresik Pastikan Keluhan Pelanggan Ditangani: “Meski Kerusakan Sekecil Jarum Suntik”

JMSI Siap Jadi Mitra Strategis Kemenkop Sukseskan Koperasi Merah Putih

INTERSECTION di Malang Jadi Titik Temu Kurator dan Akademisi Lintas Generasi

BPI KPNPA RI Laporkan Dugaan Minim Transparansi Seleksi JPT Kabupaten Serang ke Kejagung

TNI Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung

Perkuat Sinergi, Polres Blitar Kota Ngopi Bareng Media

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

15 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik, Rotasi Perkuat Kinerja Pemkot Batu

Satu Abad Stadion Gajayana Malang bersama 76 Legenda Sepak Bola Indonesia

Mobil Terbakar saat Isi BBM di SPBU Kepanjen Malang, Sopir Alami Luka Bakar

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

BERITA LAINNYA

Gandeng Roy Jeconiah, Tanda Seru Rilis Ulang Lagu Kontroversial “Panitia Akhirat”

JMSI Siap Jadi Mitra Strategis Kemenkop Sukseskan Koperasi Merah Putih

BPI KPNPA RI Laporkan Dugaan Minim Transparansi Seleksi JPT Kabupaten Serang ke Kejagung

TNI Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung

Perkuat Sinergi, Polres Blitar Kota Ngopi Bareng Media

JMSI Sumenep Gelar Diskusi Publik Pilkada Lewat DPRD, Soroti Partisipasi Masyarakat

Wali Kota Kediri Lepas 1.811 Mahasiswa KKN Tematik UN PGRI di 46 Kelurahan

Dukung Putusan MK No 223/PUU-XXIII/2025, Pengamat: Jabatan Sipil Polri Konstitusional

Spillway Rp15,5 Miliar di Jember Ambrol, AMI Desak Audit dan Pengusutan

Satu Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi ke Lanud Sultan Hasanuddin

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Atlet Sepeda Kota Batu Syafira El Zahra Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Emosi di Jalan, Oknum PNS Gresik Lempar Batu Bus Trans Jatim Ditangkap Polisi

Sengketa Tanah Supit Urang Memanas, Warga Laporkan Pemkot Malang ke Polisi

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved