
[Opini]
Mari Berselaras untuk Kota Malang Berkelas
Wahyu Eko Setiawan/ Sam WES – Tim Penulis Buku Spektrum Kota Malang
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke-110 Tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meluncurkan slogan “Mari Berselaras Untuk Kota Malang Berkelas”, sudah mulai digelorakan. Ada dua kata utama di dalamnya yang menarik untuk dicermati, yaitu Berselaras dan Berkelas. Kenapa Kota Malang butuh Berselaras? Kenapa Kota Malang harus Berkelas?
Makna Berselaras adalah upaya aktif, kreatif dan progresif, untuk bersama-sama membangun harmonisasi dalam berbagai perbedaan sudut pandang, pemikiran dan kepentingan. Seluruh warga Kota Malang, pastilah mempunyai sudut pandang, pemikiran dan kepentingan masing-masing. Ada yang sama, ada yang hampir mirip atau bahkan persis sama sekali. Semuanya itu, sangat membutuhkan upaya-upaya yang aktif, kreatif dan progresif, untuk Berselaras. Semuanya mewarnai, semuanya berperan. Maka, yang sedikit tidak ditinggalkan, yang mayoritas tidak mendominasi. Itulah Selaras.
Dalam kata Berselaras, artinya juga tidak meninggalkan yang lama. Atau membuang yang sudah rusak. Justru dengan upaya Berselaras, maka yang lama dilakukan koreksi untuk diperbarui. Yang rusak dipertimbangkan untuk diperbaiki. Diselaraskan, agar semuanya bisa terbangun harmoni. Seperti alat musik. Tidak perlu membuang alat musik yang sudah lama, tetapi berupaya untuk menciptakan kreasi instrumentasi dengan menggunakan cara-cara baru. Sehingga, terkahir berbagai karya-karya yang lebih kreatif, progresif dan produktif. Distem kembali. Melahirkan harmoni yang penuh inovasi.
Pada kenyataannya, banyak hal-hal luar biasa justru tercipta dari Keselarasan hal-hal yang sederhana. Ini berarti, bahwa dari hal-hal yang paling sederhana sekalipun, jika mampu ditemukan formula Berselaras, maka akan mendorong daya cipta dan inovasi yang sangat luar biasa. Banyak hal-hal hebat, justru terlahir ketika kita mampu menemukan cara-cara baru untuk Berselaras. Inilah yang dimaksud dengan Berkelas! Dari hal-hal biasa dan sederhana, dengan Berselaras mampu menciptakan karya-karya yang hebat dan luar biasa. Inilah Berkelas!
Semangat untuk Berselaras, hendak disebarkan oleh Pemkot Malang kepada seluruh warga Kota Malang. Dengan momentum HUT Kota Malang ke-110 Tahun kali ini, Pemkot Malang hendak menaikkan level Kota Malang untuk lebih Berkelas. Mendunia. Dengan cara-cara Berselaras. Artinya, sangat membutuhkan peran aktif dan partisipasi dari seluruh warga Kota Malang. Untuk bersama-sama Berselaras. Mari Berselaras Untuk Kota Malang Berkelas!
Para Pegiat Literasi dan IKAPI Kota Malang, menyambut sangat antusias semangat untuk Berselaras dalam merayakan HUT Kota Malang ke-110 Tahun. Wujudnya adalah rencana untuk menerbitkan Buku Spektrum Edisi Khusus Satu Abad Stadion Gajayana Malang. Setelah tahun kemarin (2023), sukses menerbitkan Buku Spektrum Kota Malang, kali Buku Spektrum Edisi Khusus ini akan mengangkat Stadion Gajayana Malang sebagai Episentrum Sumber Tulisan (1914 – 2024). Pasti, sangat banyak sejarah, jejak, ruang dan dinamika yang terjadi di dalam Stadion Gajayana Malang selama kurun waktu Satu Abad (1914 – 2024). Buku ini akan menjadi Golden Edition yang diharapkan menjadi Legacy Masterpiece. Diperkirakan setebal 1.000 halaman (tebal 1 rim). Yang akan ditulis oleh para penulis dari Malang Raya maupun luar daerah Malang Raya. Siapapun boleh ikut berpartisipasi di dalamnya.
Dengan semangat untuk Berselaras agar Kota Malang Berkelas, para Pegiat Literasi Kota Malang mengusung tema utama: “Kembali Ke Buku, Kembali Beradab & Berilmu”.
Sungguh, pasti sangat luar biasa pergerakan dari seluruh warga Kota Malang ketika semuanya berniat, bertekad dan berpartisipasi aktif untuk Berselaras. Mari Berselaras Untuk Kota Malang Berkelas!. (*)