email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Selasa, 14 Juli 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Menjaga dan Melestarikan Candi Borobudur sebagai Warisan Budaya Masa Lalu yang Kaya

[Opini]

by Javasatu
1 Februari 2024
Ilustrasi

Menjaga dan Melestarikan Candi Borobudur sebagai Warisan Budaya Masa Lalu yang Kaya

Oleh: Eko Windarto – Penulis Satupena Jawa Timur

Candi Borobudur dapat dianggap sebagai warisan budaya yang berasal dari masa lalu yang kaya. Candi ini menyimpan sejarah dan kearifan lokal yang patut dipelajari dan diapresiasi oleh semua generasi, termasuk generasi Z. Melihat keindahan dan kompleksitas arsitekturnya, saya yakin generasi Z yang kreatif dan inovatif akan terkesan dan mengambil inspirasi dari keindahan Candi Borobudur.

Candi Borobudur memiliki banyak sekali kearifan lokal yang dapat dipelajari. Salah satu kearifan lokal yang dapat dipelajari dari Candi Borobudur adalah kearifan dalam hal kerajinan ukir batu. Candi Borobudur memiliki banyak relief yang diukir dengan sangat indah dan detail, sehingga dapat menjadi inspirasi untuk belajar membuat kerajinan ukir batu yang sangat indah dan berkualitas tinggi. Selain itu, dari Candi Borobudur kita juga dapat belajar tentang kearifan lokal dalam hal menjaga dan melestarikan warisan budaya, karena Candi Borobudur merupakan salah satu warisan budaya dunia yang harus dijaga dan dilestarikan bersama-sama.

Untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, mengenalkan dan menanamkan kesadaran akan pentingnya warisan budaya pada masyarakat. Hal ini dapat dilakukan melalui upaya edukasi, seperti melalui acara seminar, dan festival budaya.

Kedua, kita juga dapat menjaga dan melestarikan warisan budaya dengan cara merawat dan mempertahankan benda-benda atau artefak yang berhubungan dengan budaya tersebut. Misalnya, menjaga dan merawat candi, bangunan bersejarah, atau benda-benda bersejarah lainnya dengan baik.

Terakhir, mengajarkan warisan budaya pada generasi muda juga menjadi salah satu langkah penting dalam melestarikan budaya. Dengan demikian, warisan budaya dapat tetap hidup dan dilestarikan sampai generasi berikutnya.

Menjaga dan melestarikan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya adalah:

Perawatan fisik: Candi Borobudur harus dirawat secara fisik agar tetap dalam kondisi yang baik dan lestari. Diperlukan perawatan rutin seperti pembersihan dan perbaikan.

Edukasi dan kesadaran masyarakat: Kesadaran masyarakat dalam merawat dan menjaga Candi Borobudur juga sangat penting. Kampanye dan edukasi mengenai pentingnya melestarikan warisan budaya ini dapat dilakukan agar masyarakat dapat lebih memahami dan merawat Candi Borobudur dengan baik.

Pengawasan dan pengaturan: Candi Borobudur juga perlu dipantau dan diatur dalam pengunjung agar tidak merusak atau membawa dampak buruk terhadap candi. Penambahan batas pengunjung dan penegakan peraturan dapat membantu menjaga dan melestarikan Candi Borobudur.

Penelitian dan dokumentasi: Candi Borobudur perlu didokumentasikan secara baik agar nantinya informasi mengenai candi ini tidak hilang. Penelitian tentang struktur dan sejarah candi juga sangat penting.

BacaJuga :

OPINI: Smart Kampung Banyuwangi dan Transformasi Pelayanan Publik

OPINI: Pelayanan Publik Unggul Berawal dari Integrasi Tata Kelola dan Digitalisasi

Tentang penelitian struktur Candi Borobudur

Ada banyak penelitian yang telah dilakukan oleh para arkeolog dan ahli sejarah di Indonesia dan dunia. Penelitian bertujuan untuk mempelajari sejarah Candi Borobudur, material yang digunakan, teknik pembangunan, tata letak, serta fungsi Candi Borobudur saat dibangun.

Beberapa metode penelitian yang digunakan oleh para ahli meliputi survei, penggalian, analisis bahan, pengamatan secara visual, dan lain sebagainya. Melalui hasil penelitian ini, kita dapat memahami lebih dalam tentang sejarah dan keindahan Candi Borobudur.

Sebagai situs warisan dunia UNESCO, Borobudur adalah salah satu candi Buddha terbesar dan paling indah di dunia.

Dibangun pada abad ke-9 oleh dinasti Syailendra di wilayah Jawa Tengah, Borobudur merupakan contoh keindahan seni arsitektur dari masa lalu. Bangunan ini terdiri dari 10 tingkat, yang terdiri dari platform persegi dan lingkaran, dengan stupa di puncaknya.

Setiap tingkat dihiasi dengan relief di dindingnya yang menceritakan kisah-kisah tentang ajaran Buddha dan kehidupan pada saat itu. Relief ini sangat rinci dan indah, dengan lebih dari 2.000 gambar yang diukir dengan teliti.

Selain arsitektur dan seni, Borobudur juga memiliki nilai sejarah yang penting. Dulu, candi ini merupakan pusat kebudayaan dan pemahaman agama Buddha di Jawa Tengah. Borobudur dibangun selama kurang lebih 75 tahun oleh ribuan pekerja yang dilibatkan dalam proses pembangunan tersebut. Dengan penggunaan batu andesit yang sangat berat, pembangunan Borobudur menunjukkan kemampuan arsitektur Jawa pada masa itu.

Sekarang, Borobudur menjadi salah satu tempat wisata terpopuler di Indonesia dan dikenal di seluruh dunia. Kita dapat melihat keindahan dan sejarahnya di sini, para wisatawan dapat belajar banyak tentang kebudayaan dan sejarah Indonesia pada saat mengunjungi tempat ini. (*)


Biodata Penulis:

Eko Windarto. Penulis SATUPENA Jatim. Juara 1 Cipta Puisi Singapura 2017. Antologi puisi: Nyiur Melambai, dan Perjalanan. Menyabet juara cipta puisi di beberapa negara. Juara 1 Cipta Esai Kota Batu 2023.Karyanya beberapa kali termuat di javasatu.com, pendidikannasional.id, kliktimes.com, mbludus.com, Kawaca.com, idestra.com, educasion.com, pilarbangsa.com, negerikertas.com, literania.com, kompasiana.com, lombokraya.com dll. Menetap di Jalan Melati 25 RT 33 RW 08. Sekarputih, Pendem. Kecamatan Junrejo. Kota Batu, Jatim. Email. ekowindarto84@gmail.com. WA. 085964247913.

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Eko WindartoSatupenaSatupena Jawa Timur

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pemerintah Tetapkan Harga BBM Nelayan Rp15.000 per Liter untuk Kapal 30-200 GT

Hari Pertama Mondok, Santri Baru Pesantren Refah Islami Gresik Disambut Hangat

Kapolres Malang Ganjar 253 Personel dan Warga Berprestasi

Lycoz Angkat Tema ‘Loyalty is Luxury’ di Malang Fashion Runway 2026

DPRD Kota Batu Sahkan Raperda APBD 2025, Pemkot Genjot PAD

INTIP Ajak Publik Awasi Kualitas Benih Tebu Program Ratoon Rp40 Miliar di Malang

Bupati Yani Minta Mahasiswa KKN Unair Belajar Langsung dari Masyarakat Gresik

Kepala Bakorwil Malang Ajak Komunitas Jadi Mitra Pembangunan

Kapolres Gresik Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Hari Pertama Masuk Sekolah

Dari Anak Yatim Menjadi Guru Besar, Prof Abdul Chalik Motivasi Puluhan Yatim di Gresik

Prev Next

POPULER HARI INI

Lycoz Angkat Tema ‘Loyalty is Luxury’ di Malang Fashion Runway 2026

MPLS Ramah SD NU Nurul Ishlah Gresik Tanamkan Karakter Anak Hebat

HMD GEMAS Wonosobo Sampaikan 4 Tuntutan untuk Keberlanjutan Program MBG

Bupati Gresik Targetkan Semua Sekolah Terapkan Moderasi Beragama

INTIP Ajak Publik Awasi Kualitas Benih Tebu Program Ratoon Rp40 Miliar di Malang

BERITA LAINNYA

Pemerintah Tetapkan Harga BBM Nelayan Rp15.000 per Liter untuk Kapal 30-200 GT

Hari Pertama Mondok, Santri Baru Pesantren Refah Islami Gresik Disambut Hangat

Kapolres Malang Ganjar 253 Personel dan Warga Berprestasi

Lycoz Angkat Tema ‘Loyalty is Luxury’ di Malang Fashion Runway 2026

DPRD Kota Batu Sahkan Raperda APBD 2025, Pemkot Genjot PAD

INTIP Ajak Publik Awasi Kualitas Benih Tebu Program Ratoon Rp40 Miliar di Malang

Bupati Yani Minta Mahasiswa KKN Unair Belajar Langsung dari Masyarakat Gresik

Kepala Bakorwil Malang Ajak Komunitas Jadi Mitra Pembangunan

Kapolres Gresik Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Hari Pertama Masuk Sekolah

Dari Anak Yatim Menjadi Guru Besar, Prof Abdul Chalik Motivasi Puluhan Yatim di Gresik

Prev Next

POPULER MINGGU INI

HMD GEMAS Wonosobo Sampaikan 4 Tuntutan untuk Keberlanjutan Program MBG

PRNU Petung Belajar ke MWCNU Ngasem yang Kelola Hotel hingga Kolam Renang

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Analis Puji Ketegasan Prabowo Terkait Penanganan Tiga Kasus Korupsi: Patut Dicontoh

Guru Besar UIN Malang Prof Barizi: Santri Unggul Kunci Indonesia Maju

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved