email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 29 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Dari Viral ke Kebijakan, Momentum Reformasi Perlindungan Guru

by Redaksi Javasatu
29 Januari 2026
ilustrasi by ai

OPINI

Dari Viral ke Kebijakan, Permendikdasmen 4/2026 sebagai Momentum Reformasi Perlindungan Guru

Oleh: Dr. H. Susilo Surahman, S.Ag., M.Pd., MCE – Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Beberapa bulan terakhir, ruang publik Indonesia kembali diwarnai oleh kasus-kasus viral yang menempatkan guru sebagai korban kekerasan, perundungan, hingga pelaporan hukum oleh orang tua siswa. Mulai dari guru yang dikeroyok murid hingga pendidik yang dilaporkan ke polisi hanya karena menegur siswa, rangkaian peristiwa ini memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana negara benar-benar melindungi mereka yang bertugas mencerdaskan bangsa?

Fenomena tersebut bukanlah kasus insidental, melainkan cerminan persoalan struktural dalam sistem pendidikan nasional. Di satu sisi, guru dituntut menjadi pendidik profesional, pembentuk karakter, sekaligus teladan moral. Namun di sisi lain, mereka justru berada dalam posisi rentan ketika berhadapan dengan siswa dan orang tua yang semakin kritis, bahkan agresif. Relasi kuasa yang timpang ini mendorong sebagian guru memilih sikap pasif demi menghindari konflik, meskipun berisiko menurunkan kualitas pembelajaran dan penegakan disiplin di kelas.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan semata pada individu, melainkan pada sistem perlindungan yang belum kokoh. Dalam banyak kasus, guru tidak memiliki mekanisme pengaduan yang jelas, tidak mendapat pendampingan hukum yang memadai, serta kerap menjadi sasaran “pengadilan sosial” di ruang digital. Akibatnya, profesi pendidik semakin kehilangan rasa aman, baik secara fisik, psikologis, maupun hukum.

Dalam konteks tersebut, terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan menjadi sangat relevan. Regulasi ini secara tegas menyatakan bahwa pendidik berhak memperoleh perlindungan dari kekerasan, intimidasi, diskriminasi, serta kriminalisasi dalam menjalankan tugas profesionalnya. Negara, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan ditempatkan sebagai pihak yang bertanggung jawab menjamin rasa aman bagi guru.

Secara normatif, Permendikdasmen ini merupakan langkah progresif. Ia menggeser paradigma lama yang menempatkan guru sebagai pihak yang harus “selalu mengalah”, menuju pengakuan bahwa guru adalah subjek profesional yang memiliki hak hukum dan martabat. Regulasi ini sekaligus menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak mungkin terwujud tanpa perlindungan serius terhadap aktor utamanya: pendidik.

Namun demikian, tantangan terbesar terletak pada implementasi. Tidak sedikit kebijakan pendidikan di Indonesia berhenti sebagai dokumen normatif yang kuat di atas kertas, tetapi lemah dalam praktik. Pertanyaannya, apakah setiap sekolah telah memiliki standar operasional prosedur perlindungan guru? Apakah pemerintah daerah siap menyediakan unit pendampingan hukum? Dan yang tidak kalah penting, sejauh mana guru memahami hak-hak yang dijamin regulasi tersebut?

BacaJuga :

OPINI: Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, Menguji Ingatan Kolektif Bangsa

OPINI: Kasus Keracunan MBG: Mengingatkan Kita pada Halal, Thayyib dan Tanggung Jawab Spiritual

Tanpa mekanisme yang jelas dan mudah diakses, Permendikdasmen ini berisiko menjadi simbol tanpa daya. Perlindungan tidak cukup diatur, tetapi harus dioperasionalkan melalui sistem yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Jika tidak, kasus-kasus viral serupa akan terus berulang, sementara kebijakan hanya hadir sebagai respons sesaat, bukan solusi jangka panjang.

Lebih jauh, isu perlindungan guru berkaitan langsung dengan agenda besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Di tengah wacana bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045, peran pendidik menempati posisi strategis. Mustahil membangun generasi unggul jika guru bekerja dalam suasana takut, tertekan, dan tidak aman. Pendidikan berkualitas hanya dapat tumbuh dalam ekosistem yang sehat secara sosial dan adil secara hukum.

Karena itu, diperlukan langkah konkret dari berbagai pihak. Pemerintah pusat dan daerah perlu melakukan sosialisasi masif terhadap regulasi ini serta membentuk unit khusus perlindungan pendidik. Sekolah harus menyusun protokol penanganan konflik antara guru, siswa, dan orang tua berbasis dialog dan mediasi, bukan konfrontasi. Sementara masyarakat perlu mengubah cara pandang: kritik terhadap guru sah dan penting, tetapi tidak boleh dilakukan melalui intimidasi, kekerasan, atau penghakiman di media sosial.

Pada akhirnya, Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 seharusnya dipahami bukan sekadar sebagai respons atas kasus-kasus viral, melainkan sebagai momentum reformasi budaya pendidikan. Negara yang sungguh-sungguh mencerdaskan kehidupan bangsa adalah negara yang terlebih dahulu melindungi para pencerdasnya. Sebab, hanya guru yang merasa aman yang mampu mendidik dengan nilai, bukan sekadar mengajar demi menghindari masalah. (*)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Opini

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Arah Pembangunan Kota Malang 2027, Banjir hingga UMKM Jadi Fokus

OPINI: Dari Viral ke Kebijakan, Momentum Reformasi Perlindungan Guru

Jelang Arema FC vs Persijap, Kanjuruhan Dipastikan Siap dan Aman

Zyta Delia Ramaikan Shopee 2.2 Ramadan Fashion Sale dengan Koleksi Terbaru

Panglima TNI Lantik 260 Perwira Prajurit Karier Progsus Tahun 2026

BLK Karoseri Jenggolo Pamer Keahlian, Dishub Ingatkan Batasan Regulasi Modifikasi

Cetak Pengusaha Berbendera Koperasi, Proyek Nata Agung Resmikan BLK Karoseri Jenggolo Baru Majapahit

Ekspo Mahasiswa UNAIR di Kecamatan Gresik, Kenalkan AI untuk Promosi UMKM

DLH Kota Malang Pastikan Alun-Alun Merdeka Jadi RTH yang Nyaman untuk Warga

Bank Jatim Gelontorkan Rp5 Miliar untuk Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

Kapolres Gresik Beri Penghargaan 63 Personel Berprestasi, 51 Terima Satyalancana

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Ini Deretan Fasilitas di Alun-Alun Merdeka Kota Malang Usai Direvitalisasi

Ekspo Mahasiswa UNAIR di Kecamatan Gresik, Kenalkan AI untuk Promosi UMKM

Yayasan Baitul Maal PLN UP3 Gresik Salurkan Santunan ke Guru Ngaji Cerme

BERITA LAINNYA

OPINI: Dari Viral ke Kebijakan, Momentum Reformasi Perlindungan Guru

Zyta Delia Ramaikan Shopee 2.2 Ramadan Fashion Sale dengan Koleksi Terbaru

Panglima TNI Lantik 260 Perwira Prajurit Karier Progsus Tahun 2026

Kodim Blora Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-80 Persit KCK

Jelang HPN 2026, JMSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bangun Pers Profesional

OPINI: Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, Menguji Ingatan Kolektif Bangsa

Band Indie Pop Purwokerto 5678things Rilis Ulang EP Siuversa ke DSP, Suguhkan Sedih Jenaka

Kota Kediri Raih UHC Award 2026, Kepesertaan JKN Tembus 99,21 Persen

LAKSI Tolak Usulan Polri di Bawah Kementerian

Kabupaten Kediri Raih Penghargaan UHC 2026, Cakupan JKN Tembus 98,72 Persen

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kapolres Gresik Beri Penghargaan 63 Personel Berprestasi, 51 Terima Satyalancana

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Prof Ahmad Barizi Soroti “Erosi Epistemik” AI: Kebenaran dan Keilmuan Terancam

Ayu Gembirawaty Fransiska Suarakan Denyut Revolusi Global Bung Karno di Lampung Timur

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d