email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 21 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Fiskal untuk Indonesia Baru: Mengakhiri Kemiskinan dan Menyelamatkan Lingkungan

by Redaksi Javasatu
3 Januari 2026
ADVERTISEMENT
Ilustrasi by Frizta Marta Reina

OPINI

Fiskal untuk Indonesia Baru: Mengakhiri Kemiskinan dan Menyelamatkan Lingkungan

Oleh: Frizta Marta Reina – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Administrasi Publik Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, masih dihadapkan pada paradoks pembangunan. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi relatif stabil. Namun di sisi lain, kemiskinan ekstrem dan kerusakan lingkungan terus berlangsung dan bahkan mengancam keberlanjutan masa depan bangsa.

Dalam konteks ini, kebijakan fiskal, yang mencakup pengelolaan pajak, anggaran, dan belanja pemerintah—memegang peran strategis. Fiskal bukan sekadar instrumen ekonomi, tetapi juga alat politik dan sosial untuk memastikan pembangunan berjalan inklusif serta berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Pembangunan berkelanjutan dan inklusif telah menjadi agenda global sejak Konferensi Rio de Janeiro 1992 dan semakin dipertegas melalui Sustainable Development Goals (SDGs) PBB pada 2015. Konsep ini menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pengurangan ketimpangan sosial.

Di Indonesia, semangat tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025. Secara historis, kebijakan fiskal Indonesia mengalami transformasi signifikan: dari era kolonial yang eksploitatif, Orde Baru yang berorientasi infrastruktur, hingga era reformasi yang menekankan pengentasan kemiskinan melalui program seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan desentralisasi fiskal.

Namun, krisis keuangan global 2008 dan pandemi COVID-19 menjadi ujian besar. Meski belanja negara untuk vaksinasi dan stimulus ekonomi berhasil menahan kontraksi ekonomi, alokasi anggaran untuk sektor hijau dan pembangunan berkelanjutan masih tertinggal.

Kebijakan fiskal Indonesia bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pendapatan negara, belanja negara, dan pembiayaan melalui utang. Instrumen utamanya adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan porsi besar untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

BacaJuga :

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

Masalah yang Dihadapi

Tantangan kebijakan fiskal Indonesia saling berkaitan dan memperparah satu sama lain.

Pertama, kemiskinan struktural.
Meski angka kemiskinan menurun dari 24 persen pada 1999 menjadi sekitar 9 persen pada 2023, masih terdapat sekitar 25 juta penduduk hidup di bawah garis kemiskinan, terutama di wilayah pedesaan seperti Jawa Timur dan Nusa Tenggara. Sistem perpajakan yang belum sepenuhnya progresif membuat beban pajak lebih berat di kelas menengah, sementara kelompok elite masih memiliki ruang menghindari pajak melalui skema offshore.

Kedua, kerusakan lingkungan yang masif.
Deforestasi di Kalimantan dan Papua mencapai sekitar 500.000 hektare per tahun akibat pembalakan liar dan ekspansi sawit. BPS mencatat Indonesia menyumbang sekitar 4 persen emisi gas rumah kaca global. Dampaknya nyata, mulai dari banjir di Jakarta hingga kekeringan di Jawa Tengah. Ironisnya, subsidi bahan bakar fosil yang mencapai Rp500 triliun per tahun justru mendorong konsumsi energi kotor.

Ketiga, alokasi anggaran yang tidak efisien dan korupsi.
Kebocoran anggaran masih terjadi, seperti subsidi pupuk yang tidak tepat sasaran. Pandemi COVID-19 juga mendorong rasio utang negara hingga sekitar 45 persen dari PDB, mempersempit ruang fiskal untuk investasi jangka panjang dan berkelanjutan.

Keempat, tantangan inklusivitas.
Program sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) belum sepenuhnya menjangkau kelompok marginal, termasuk pekerja migran dan masyarakat adat. Ketimpangan regional masih tinggi, dengan Jakarta mendominasi PDB nasional.

Gambar by Frizta Marta Reina

Dinamika Kemiskinan Satu Dekade Terakhir

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 25,22 juta orang, terendah dalam satu dekade terakhir. Sejak 2014 hingga 2024, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 3,06 juta orang atau turun 2,22 persen poin.

Namun, tren ini sempat berbalik saat pandemi COVID-19. Pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin naik menjadi 26,42 juta orang (9,78 persen), bahkan mencapai 27,54 juta orang (10,14 persen) pada Maret 2021. Setelah itu, angka kemiskinan kembali menurun hingga Maret 2024 di level 9,03 persen.

Pembahasan

Reformasi kebijakan fiskal perlu dilakukan secara menyeluruh dan berbasis bukti.

Pertama, reformasi pajak.
Penerapan pajak progresif yang lebih kuat serta pajak karbon—seperti yang diusulkan dalam RUU Energi Baru Terbarukan, berpotensi meningkatkan pendapatan negara hingga 2 persen PDB sekaligus mendorong transisi energi hijau.

Kedua, ketepatan alokasi anggaran berbasis teknologi.
Pemanfaatan big data dan sistem digital, seperti Sistem Informasi Desa, dapat meningkatkan akurasi penyaluran bantuan. Keberhasilan Kartu Indonesia Pintar menunjukkan bahwa targeting digital mampu mengurangi kebocoran anggaran.

Ketiga, integrasi keberlanjutan dalam belanja negara.
Investasi pada infrastruktur hijau—transportasi listrik, restorasi mangrove, dan energi terbarukan—dapat menciptakan lapangan kerja sekaligus melindungi lingkungan. IMF mencatat, alokasi 1 persen PDB untuk proyek hijau dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 1 persen per tahun.

Keempat, pendekatan inklusif melalui penguatan transfer sosial.
Program seperti BPNT dan asuransi kesehatan universal perlu diperluas. Di Papua, investasi fiskal pada infrastruktur dasar terbukti menurunkan kemiskinan ekstrem dari 40 persen menjadi 25 persen dalam lima tahun.

Semua langkah tersebut membutuhkan kemitraan strategis, termasuk skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek energi surya dan infrastruktur hijau lainnya.

Gambar by Frizta Marta Reina

Tahapan Perumusan dan Implementasi Kebijakan

Perencanaan kebijakan fiskal harus dimulai dengan analisis kebutuhan, penetapan target yang jelas, serta pelibatan pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Tahap eksekusi mencakup reformasi pajak yang adil, belanja publik yang inklusif, dan investasi ramah lingkungan.

Selanjutnya, pemantauan dilakukan melalui evaluasi data kemiskinan dan emisi karbon, disertai laporan rutin demi transparansi. Tahap akhir adalah evaluasi menyeluruh untuk mengukur dampak kebijakan, mempelajari kelemahan, serta melakukan revisi berkelanjutan.

Kebijakan fiskal merupakan instrumen utama untuk menjawab dua tantangan besar Indonesia: kemiskinan dan kerusakan lingkungan. Melalui reformasi pajak, alokasi anggaran yang efisien, serta kemitraan strategis, Indonesia memiliki peluang besar membangun masa depan yang lebih sejahtera dan lestari.

Sebagai warga negara, dukungan publik melalui advokasi kebijakan, partisipasi aktif, dan pemilihan pemimpin yang visioner menjadi kunci agar transformasi fiskal ini benar-benar terwujud. (*)


Penulis:

Frizta Marta Reina

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: OpiniUntag Banyuwangi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Kantor MUI Kecamatan Gresik Capai 50 Persen, Pengurus Galang Dana

Kejari Kabupaten Malang Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI

Kemenag Tegaskan Tak Ada Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis

Tren Hijab Ramadan 2026 di Shopee, Clean Look Jadi Favorit

Demo Damai 20 Kampung di Ilu Minta Bandara Dibuka, TNI-Polri Kawal Ketat

Kapolres Gresik Bersih-bersih Masjid, Dukung Program ASRI Presiden

Publik Apresiasi Tes Urine Serentak Kapolri: Tegaskan Integritas Polri

Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk di Sungai Jabung Malang, Polisi Selidiki

Kasum TNI: Penanganan Bencana Sumatra Berlanjut hingga Rekonstruksi

Prev Next

POPULER HARI INI

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kejari Kabupaten Malang Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Kantor MUI Kecamatan Gresik Capai 50 Persen, Pengurus Galang Dana

BERITA LAINNYA

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Kemenag Tegaskan Tak Ada Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis

Tren Hijab Ramadan 2026 di Shopee, Clean Look Jadi Favorit

Demo Damai 20 Kampung di Ilu Minta Bandara Dibuka, TNI-Polri Kawal Ketat

Publik Apresiasi Tes Urine Serentak Kapolri: Tegaskan Integritas Polri

Kasum TNI: Penanganan Bencana Sumatra Berlanjut hingga Rekonstruksi

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

Cabai Rawit Merah di Pasar Jumapolo Karanganyar Tembus Rp99 Ribu

TNI dan Warga Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Sumber Blora

Perkuat Ketahanan Pangan, Puncak Jaya Bangun Lumbung

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

Yayasan Diduga Lakukan Kecurangan, Warga Demo SPPG Bandar Lor Kediri

Sengketa Lahan WTP dan Supit Urang Malang Diseret ke Ombudsman hingga KPK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d