email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Jumat, 2 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Kebijakan Fiskal Digital untuk Transparansi dan Antikorupsi

by Redaksi Javasatu
2 Januari 2026
Ilustrasi by Frizta Marta Reina

OPINI

Kebijakan Fiskal Digital untuk Transparansi dan Antikorupsi

Oleh: Frizta Marta Reina – Mahasiswa Administrasi Publik, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Kebijakan fiskal dan finansial merupakan fondasi utama dalam pengelolaan perekonomian negara. Kebijakan ini mencakup pengaturan pendapatan negara melalui pajak dan utang, serta pengeluaran untuk sektor strategis seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Di Indonesia, kebijakan tersebut diwujudkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Namun, dalam praktiknya, kebijakan fiskal masih menghadapi persoalan serius, terutama korupsi. Data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan, sejak 2015 terdapat lebih dari 900 kasus korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara, dengan potensi kerugian mencapai Rp 100 triliun. Fakta ini menegaskan bahwa tata kelola fiskal masih rentan terhadap penyimpangan.

Di tengah tantangan tersebut, era digital menghadirkan peluang baru. Pemanfaatan teknologi informasi dalam kebijakan fiskal diyakini mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, sekaligus menutup celah praktik korupsi.

Masalah Korupsi dalam Kebijakan Fiskal

Korupsi dalam kebijakan fiskal dan finansial kerap terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari penggelapan pajak, mark-up proyek infrastruktur, hingga alokasi anggaran yang tidak transparan. Celah ini umumnya muncul akibat masih dominannya proses manual dalam penyusunan dan pengawasan anggaran.

Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2023 yang dirilis Transparency International menempatkan Indonesia di peringkat 115 dari 180 negara dengan skor 34. Posisi ini mencerminkan masih lemahnya tata kelola keuangan publik. KPK juga mencatat sekitar 40 persen kasus korupsi berkaitan langsung dengan kebijakan fiskal, khususnya pengeluaran negara dan pengadaan barang serta jasa.

Dampak korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat efektivitas kebijakan publik. Defisit anggaran, inflasi, hingga ketimpangan sosial kerap menjadi konsekuensi dari dana publik yang tidak dikelola secara akuntabel.

BacaJuga :

OPINI: Kebijakan Fiskal dan Tantangan Ketepatan Sasaran Bantuan Sosial

OPINI: Kebijakan Fiskal untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Inklusif, Studi Kontradiksi di Banyuwangi

Gambar by Frizta Marta Reina

Digitalisasi sebagai Solusi Strategis

Digitalisasi kebijakan fiskal dan finansial menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi persoalan tersebut. Dengan memanfaatkan teknologi seperti sistem e-fiskal, blockchain, dan kecerdasan buatan (AI), pemerintah dapat menciptakan sistem terintegrasi yang memungkinkan pemantauan real-time atas pendapatan dan belanja negara.

KPK sendiri merekomendasikan penguatan sistem digital yang menghubungkan data fiskal antarinstansi serta membuka akses informasi kepada publik. Transparansi ini dinilai mampu mengurangi ruang kolusi dan meningkatkan pengawasan sosial. Studi Bank Dunia (2022) menunjukkan, negara-negara yang mengadopsi digitalisasi fiskal, seperti Estonia, berhasil menurunkan tingkat korupsi hingga 30 persen.

Selain itu, kerja sama internasional juga penting. Standar global seperti Automatic Exchange of Information (AEoI) yang dikembangkan OECD dan IMF dapat diperluas melalui pertukaran data digital lintas negara untuk mencegah penghindaran pajak. Meski demikian, tantangan keamanan siber harus diantisipasi melalui investasi serius di bidang cybersecurity, sebagaimana dilakukan Singapura.

Peran Masyarakat dan Tantangan Budaya

Keberhasilan digitalisasi kebijakan fiskal tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada partisipasi masyarakat. Literasi digital perlu ditingkatkan agar masyarakat mampu memanfaatkan platform transparansi dan berani mengawasi kebijakan publik.

Pengalaman Brasil melalui portal e-SIC menunjukkan bahwa keterlibatan publik dapat membuka praktik korupsi yang sebelumnya tersembunyi. Di Indonesia, penguatan platform seperti LAPOR! yang terintegrasi dengan data fiskal berpotensi menjadi instrumen pengawasan yang efektif.

Namun, tantangan budaya juga tidak dapat diabaikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) 2024 turun menjadi 3,85 dari 3,92 pada tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan bahwa praktik korupsi kecil atau petty corruption masih cenderung dianggap wajar oleh sebagian masyarakat, bahkan gagal mencapai target RPJMN 2020–2024.

Gambar by Frizta Marta Reina

Kebijakan fiskal dan finansial di era digital membuka peluang besar untuk membangun tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel. Digitalisasi bukan sekadar inovasi teknis, melainkan strategi penting dalam pemberantasan korupsi dan penguatan kepercayaan publik.

Pemerintah perlu menunjukkan komitmen politik yang kuat dengan menggandeng KPK, lembaga internasional, serta masyarakat sipil dalam mengembangkan sistem fiskal digital yang aman dan inklusif. Jika dijalankan secara konsisten, langkah ini tidak hanya akan menekan praktik korupsi, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional demi masa depan Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan. (*)


Penulis:

Frizta Marta Reina – Mahasiswa Administrasi Publik, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: OpiniUntag Banyuwangi
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Investor Ritel Melejit, bluRDN Permudah Buka RDN Saham secara Digital

Dedikasi Berbuah Pangkat, 137 Personel Polres Malang Naik Jabatan

OPINI: Kebijakan Fiskal Digital untuk Transparansi dan Antikorupsi

Polisi Tangkap Kapal Trawl di Gresik, Lindungi Ekosistem Laut dari Kerusakan

Jelang Sertijab Dandim, Kodim Blora Jalani Verifikasi Korem 073

Tersesat di Hutan Bawean, 4 Wisatawan Asal Sidoarjo Diselamatkan Polisi

PN Kepanjen Gandeng PBH Peradi Malang, Perkuat Akses Bantuan Hukum Gratis

Rehabilitasi Gedung Diponegoro RSUD Kanjuruhan Diputus Kontrak Sesuai Aturan

Apresiasi RAT Polda Metro Jaya, Polisi Dinilai Kian Dekat dengan Rakyat

Panglima TNI Pantau Pengamanan Tahun Baru 2026, Ribuan Personel dan Alutsista Dikerahkan

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

PN Kepanjen Gandeng PBH Peradi Malang, Perkuat Akses Bantuan Hukum Gratis

Rehabilitasi Gedung Diponegoro RSUD Kanjuruhan Diputus Kontrak Sesuai Aturan

Mayat Pria Mengapung di Sungai Molek Malang Teridentifikasi

Konflik Kepemilikan SMK Turen Malang, Dua Yayasan Bertemu di Mapolsek Cari Solusi

BERITA LAINNYA

Investor Ritel Melejit, bluRDN Permudah Buka RDN Saham secara Digital

OPINI: Kebijakan Fiskal Digital untuk Transparansi dan Antikorupsi

Jelang Sertijab Dandim, Kodim Blora Jalani Verifikasi Korem 073

Apresiasi RAT Polda Metro Jaya, Polisi Dinilai Kian Dekat dengan Rakyat

Panglima TNI Pantau Pengamanan Tahun Baru 2026, Ribuan Personel dan Alutsista Dikerahkan

Polda Jateng Apresiasi Warga, Malam Tahun Baru 2026 Berjalan Aman dan Kondusif

Kapolri Cek Langsung Pengamanan Tahun Baru 2026 di Bundaran HI

Dandim dan Kapolres Wonosobo Kompak Amankan Perayaan Tahun Baru 2026

Refleksi Akhir Tahun IJTI: Jurnalisme TV Dihantam PHK, Disrupsi Digital dan Tantangan AI

Doa Bersama Lintas Agama Jelang 2026, Panglima TNI Ajak Perkuat Persatuan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Diduga Rem Blong di Pasar Kertek Wonosobo, Truk Hantam Motor dan Toko

Isi Libur Natal, Siswa MA An-Nur Bululawang Ikuti Pelatihan Wirausaha Shibori

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Sempat Ricuh, Dua Kontainer Bantuan Warga Malang Raya di Sumut Akhirnya Bisa Didistribusikan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d