email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 30 Agustus 2025
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Peran Intelektual Menyikapi Kisruh di Mahkamah Konstitusi

[Esai]

by Redaksi Javasatu
14 Desember 2023
ADVERTISEMENT
Ilustrasi

Peran Intelektual Menyikapi Kisruh di Mahkamah Konstitusi

Oleh: Eko Windarto – Penulis Satu Pena

Sebagai salah satu institusi terpenting dalam sistem demokrasi, Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peran yang sangat strategis dalam menegakkan hukum dan keadilan. Namun, belakangan ini muncul kisruh yang melanda Mahkamah Konstitusi (MK), yang membuat masyarakat bertanya-tanya sejauh mana integritas dan kredibilitas MK dalam menjaga demokrasi. Sebagai intelektual, ada beberapa hal dalam menyikapi kisruh ini.

Pertama, intelektual perlu memandang kisruh ini sebagai peluang untuk merefleksikan dan mengevaluasi kinerja MK secara menyeluruh. Apakah ada celah dalam sistem pengawasan yang menjadikan persoalan ini muncul? Apakah perlu adanya perubahan dalam proses seleksi hakim konstitusi, ataukah peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dalam mengawasi dan mengkaji kebijakan yang diambil MK?.

Kedua, intelektual juga perlu memahami bahwa kisruh yang terjadi bukan hanya soal aturan hukum, melainkan juga nilai-nilai etika yang dijunjung para pihak yang terlibat. Dalam konteks ini, masalah tersebut tidak semata-mata bisa dipecahkan hanya dengan mengandalkan undang-undang atau regulasi, melainkan juga perlu melibatkan pendekatan etis dan moral.

Ketiga, perlu ada sikap kritis dan objektif dalam memandang persoalan tersebut. Artinya, intelektual tidak boleh terjebak dalam mengambil posisi yang condong ke satu pihak dalam menyikapi kisruh ini tanpa menggali informasi secara mendalam. Sikap netral dan tajam yang mampu menganalisis permasalahan dari berbagai sudut pandang akan sangat membantu dalam mencari solusi yang bijaksana dan berkeadilan.

Keempat, intelektual punya tanggung jawab untuk mengambil peran aktif dalam menyuarakan keprihatinannya terhadap kisruh tersebut. Bukan hanya melalui forum akademik, intelektual juga perlu menggunakan media massa, jejaring sosial, serta berbagai platform lainnya agar suara mereka bisa terdengar oleh masyarakat luas. Selain itu, menjalin dialog dengan pihak terkait juga menjadi upaya nyata dalam mencari jalan keluar yang terbaik.

Kelima, intelektual diharapkan bisa mengambil bagian dalam menciptakan solusi atau rekomendasi agar kisruh di MK tidak terulang kedepannya. Misalnya, dengan mengajukan konsep perubahan sistem pengawasan yang lebih efektif, menyusun kode etik yang lebih jelas, hingga menggagas langkah konkret yang perlu diambil oleh pemerintah dan lembaga terkait dalam menghadapi persoalan tersebut.

Kesimpulannya, intelektual memiliki peran penting dalam menyikapi kisruh di Mahkamah Konstitusi. Dari sikap kritis hingga penawaran solusi, eksistensi intelektual sangat dibutuhkan guna menjaga integritas dan keberlanjutan demokrasi. (*)

BacaJuga :

OPINI: Refleksi HUT ke-80 RI, Sehat Mental Wujud Merdeka yang Sesungguhnya

Mari Mengenal Islam Sosialis bukan Sosialis Islam!

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Eko WindartoSatupena

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Ribuan Massa di Malang Gelar Doa Bersama Tuntut Keadilan untuk Affan

Panglima TNI Perpanjang Operasi Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza

ADVERTISEMENT

Analis Politik Apresiasi Sikap Kapolri dan Kapolda Metro, Minta Publik Tak Terprovokasi Narasi Sesat

Aksi Massa di Kwitang, TNI Hadir dengan Pendekatan Humanis dan Persatuan

Ketum KNPI Desak Reformasi Polri Usai Tragedi Affan, Dorong Pergantian Kapolri

Prev Next

POPULER HARI INI

Jambore Keris Nasional 2026 Rencananya Digelar di Kota Malang, Hadiah Utama Bisa Rumah

Polres Malang Bahas Aturan Sound Horeg, Empat Poin Jadi Sorotan

Ribuan Batang Rokok Ilegal di Kabupaten Pasuruan Disita Petugas

Ojol Kota Batu Gelar Aksi Solidaritas untuk Affan, Driver yang Tewas Saat Demo di Jakarta

NasDem Copot Ahmad Sahroni dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Geser ke Komisi I

BERITA LAINNYA

Panglima TNI Perpanjang Operasi Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza

Analis Politik Apresiasi Sikap Kapolri dan Kapolda Metro, Minta Publik Tak Terprovokasi Narasi Sesat

Aksi Massa di Kwitang, TNI Hadir dengan Pendekatan Humanis dan Persatuan

Ketum KNPI Desak Reformasi Polri Usai Tragedi Affan, Dorong Pergantian Kapolri

TK Siti Maryam Depok Diapresiasi BAN PDM lewat Inovasi Pembelajaran Alam

Prev Next

BERITA KHUSUS

DPRD Kabupaten Malang dan Bupati Sanusi Sepakat Perkuat Tata Kelola Daerah

RSUD Gresik Sehati Resmi Dibuka, Percepat Akses Layanan Kesehatan di Gresik Selatan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Jambore Keris Nasional 2026 Rencananya Digelar di Kota Malang, Hadiah Utama Bisa Rumah

Arema FC Siap Menang Lawan Persijap Jepara di Super League 2025

Polres Malang Bahas Aturan Sound Horeg, Empat Poin Jadi Sorotan

TosanAji.id Jalin Kolaborasi dengan Museum dan Sanggar Keris Mataram Yogyakarta

Ribuan Batang Rokok Ilegal di Kabupaten Pasuruan Disita Petugas

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2025 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2025 Javasatu. All Right Reserved