Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Ramalan Jayabaya dalam Perspektif Neofuturisme

[Esai]

Javasatu by Javasatu
20 Desember 2023
0
Ilustrasi

Ramalan Jayabaya dalam Perspektif Neofuturisme

Oleh: Eko Wndarto – Penulis Satupena


Ramalan Jayabaya, seorang tokoh legendaris asal Jawa, menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat di Indonesia. Ramalan Jayabaya yang berusia lebih dari tujuh abad, menyiratkan peristiwa yang akan terjadi khususnya di Indonesia. Dalam perspektif neofuturisme, Ramalan Jayabaya memberikan pandangan mengenai masa depan, sekaligus semangat untuk memandang dunia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Neofuturisme adalah sebauh aliran seni dan pemikiran yang menggabungkan antara kecanggihan teknologi dan menerapkan daya kreasi manusia untuk menciptakan kedepan yang lebih baik. Penerapan ini mampu menumbuhkan semangat dan visi tentang masa depan untuk meramalkan fenomena-fenomena baru yang muncul di era modern ini.

Dalam ramalan Jayabaya, terdapat banyak pesan tentang masa depan bangsa Indonesia. Salah satu pesannya ialah, “Ing Nusa Dalem Sangkan Paraning Dumadi”. Pesan ini memiliki arti bahwa Indonesia akan menjadi negara besar yang memiliki peradaban dan kultur yang maju. Terkait hal ini, neofuturisme membuat interpretasi bahwa Indonesia akan mewujudkan masa depan yang canggih seperti yang diusulkan oleh aliran ini.

Selain itu, Ramalan Jayabaya juga memprediksi Indonesia akan menjadi negara yang makmur. Indonesia akan menjadi pusat kekayaan dan kemakmuran yang membuat negara ini dihormati oleh bangsa-bangsa lain. Pada masa kini, Indonesia telah berhasil mengatasi masalah kemiskinan melalui berbagai rencana pembangunan ekonomi. Sehingga neofuturisme memandang hal ini sebagai sebuah keberhasilan dalam mewujudkan prediksi Ramalan Jayabaya.

Ramalan Jayabaya juga mengatakan “Bandeng anak tunjung putih”. Pesan ini menunjukkan bahwa saat Indonesia sedang mengalami krisis, ada kekuatan yang bisa mendukung bangsa ini bangkit kembali. Di masa-masa yang sulit saat ini, kekuatan tersebut adalah kekompakan dan kesatuan dalam merespon manuver global. Secara keseluruhan, pesan ini memberikan keyakinan akan masa depan Indonesia yang lebih baik dan maju.

Namun, Ramalan Jayabaya juga menunjukkan masa depan yang gelap jika bangsa ini tidak mampu mengatasi persoalan-persoalan penting. Seperti Ramalan Jayabaya yang mengatakan, “Duka cita seneng ngalor ngidul; metu kabeh, lan tiba ing sakidul”. Pesan ini memperingatkan bahwa bangsa Indonesia akan mengalami kemunduran jika tidak mampu menyatukan langkah, jalan keluar, dan mengatasi masalah secara bijak.

Neofuturisme menegaskan, cara terbaik untuk mewujudkan masa depan yang baik dan maju adalah dengan membangun kesadaran kolektif dan komitmen bangsa untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Indonesia diharapkan dapat mengatasi masalah sosial, ekonomi, dan politik secara bersama-sama. Dengan demikian, Indonesia akan mampu mewujudkan masa depan yang lebih baik dan terbuka bagi semua warga negaranya.

Kesimpulannya, Ramalan Jayabaya memiliki makna yang sangat penting terkait dengan masa depan bangsa Indonesia, serta memberikan pandangan yang mendukung perspektif neofuturisme. Ramalan Jayabaya memberikan gambaran tentang masa depan Indonesia yang maju dan canggih serta memberikan semangat dan inspirasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Namun, Ramalan Jayabaya juga menunjukkan bahwa masa depan tersebut hanya dapat diwujudkan jika bangsa Indonesia mampu bergerak bersama dan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dengan bijak. (*)

Tags: Eko WindartoSatupena
Previous Post

Malang Dihatimu Festival Hibur Warga Turen

Next Post

Kekayaan Manuskrip Lokal dalam Menelusuri Naskah Kuno Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu

Related Posts

OPINI: Karhutla dan Wajah Tanggung Jawab Negara
Opini

OPINI: Karhutla dan Wajah Tanggung Jawab Negara

18 Oktober 2026
OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan
Opini

Di Balik Dugaan Korupsi MBG: Antara Administrasi Negara dan Akuntabilitas Demokrasi

11 Oktober 2026
OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan
Opini

OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan

6 Oktober 2026
OPINI: Fiskal Hijau, Mengapa Indonesia Butuh Lebih dari Sekadar Pajak Karbon?
Opini

OPINI: Fiskal Hijau, Mengapa Indonesia Butuh Lebih dari Sekadar Pajak Karbon?

5 Oktober 2026
OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim
Opini

OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim

4 Oktober 2026
Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin
Opini

Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin

30 September 2026
Next Post
Kekayaan Manuskrip Lokal dalam Menelusuri Naskah Kuno Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu

Kekayaan Manuskrip Lokal dalam Menelusuri Naskah Kuno Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Ibu RR Minta Polisi Usut Dugaan Penipuan MBG Majalengka, Klaim Aset Hampir Rp1 Miliar Diserahkan
  • TransNusa Buka Rute Bali-Melbourne
  • KYM dan SATUPENA Siapkan Nubar Puisi Nasional di Kota Batu, Digelar 8 November
  • Retreat Kepala Sekolah Kota Malang Dibatalkan, Program Kompetensi Tetap Jalan
  • Pemkab Gresik Perketat Pengawasan LPG 3 Kg, HET Pangkalan Rp18 Ribu
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com