email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Senin, 9 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Sejatine Urip dalam Pandangan Teologi

[Esai]

by Redaksi Javasatu
4 Januari 2024
Ilustrasi

Sejatine Urip dalam Pandangan Teologi

Oleh: Eko Windarto – Penulis Satupena Jawa Timur

Dalam esai ini, saya akan membahas bagaimana konsep kehidupan dalam pandangan teologi dapat mempengaruhi cara kita memandang arti dari sijatine urip. Sijatine urip artinya adalah hakikat kehidupan atau keberadaan. Secara harfiah terjemahannya adalah “hidup itu sendiri.” Dalam kebudayaan Jawa, kata ini sering diartikan sebagai aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia, sehingga sijatine urip diletakkan di atas segala-galanya.

Dalam teologi, konsep kehidupan dianggap sebagai anugerah dari Tuhan yang harus dihormati dan dijaga oleh manusia. Kehidupan dipandang sebagai sebuah karunia yang diberikan Tuhan kepada manusia sebagai makhluk paling sempurna dalam ciptaan-Nya. Sebagai makhluk yang memiliki akal dan budi pekerti, manusia diberikan tanggung jawab untuk menjaga kehidupannya dan kehidupan makhluk lainnya. Oleh karena itu, konsep kehidupan dalam pandangan teologi memiliki dimensi moral dan etis yang sangat kuat.

Dalam pandangan teologi, sijatine urip juga dapat diartikan sebagai sebuah tujuan hidup manusia. Tujuan hidup manusia bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik semata, melainkan juga untuk mencapai kebahagiaan dan kedamaian batin. Dalam konteks ini, sijatine urip memiliki dimensi spritual yang kuat. Manusia dianggap sebagai makhluk yang memiliki tujuan hidup yang lebih besar dari sekadar memuaskan kebutuhan fisiknya. Tujuan hidup manusia adalah untuk mencapai kedekatan dengan Tuhan dan menjadi manusia yang lebih baik.

Paham teologi juga memandang bahwa sijatine urip memiliki dimensi sosial yang penting. Kehidupan manusia tidak dapat dipandang hanya dari sudut pandang individu semata, melainkan juga harus dipandang dari sudut pandang keluarga dan masyarakat. Manusia hidup di dalam masyarakat dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memajukan masyarakatnya. Oleh karena itu, sijatine urip juga dapat diartikan sebagai sebuah tanggung jawab sosial.

Namun, pandangan teologi terhadap sijatine urip tidak selalu seragam. Beberapa filosof teologi menekankan bahwa hidup manusia adalah tentang pelayanan kepada sesama dan juga kepada Tuhan. Dalam hal ini, sijatine urip memiliki dimensi pelayanan yang sangat kuat. Manusia dianggap sebagai makhluk yang harus memenuhi panggilan untuk melayani sesama dan untuk hidup bersama dalam kerukunan dan perdamaian.

Sebaliknya, ada juga pandangan teologi yang memandang bahwa hidup manusia adalah tentang pencarian kesempurnaan dan berusaha mencapai potensi maksimal dalam diri manusia. Dalam hal ini, sijatine urip memiliki dimensi aspirasi yang sangat kuat. Manusia dianggap sebagai makhluk yang harus berusaha mencapai kesempurnaan melalui pengembangan potensi diri.

Namun, tidak peduli bagaimana pandangan kita terhadap sijatine urip, satu hal yang mempersatukan semua pandangan tersebut adalah bahwa sijatine urip begitu berharga dan memerlukan penghormatan dari setiap manusia. Kita harus menghormati kehidupan dan keberadaan manusia, dan juga kehidupan makhluk lainnya. Sebagai makhluk yang bertanggung jawab atas keberadaannya, manusia harus berusaha untuk menjaga dan memajukan lingkungan di sekitarnya, baik itu lingkungan alam maupun lingkungan sosial.

BacaJuga :

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

Dalam kesimpulannya, sijatine urip dipandang dari sudut pandang teologi memunculkan banyak pemahaman yang berbeda. Namun, semua pandangan tersebut memiliki kesamaan dalam pandangan bahwa kehidupan manusia adalah anugerah dari Tuhan dan harus dihormati serta dijaga dengan baik. Sijatine urip mempunyai dimensi moral, etis, spiritual, sosial, pelayanan, dan aspirasi yang sangat kuat, sehingga kita perlu memahami dan menghargai serta menjaga keberadaannya dengan sebaik-baiknya. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Eko WindartoSatupenaSatupena Jatim
ADVERTISEMENT

Comments 1

  1. Akaha Taufan Aminudin says:
    2 tahun ago

    Manfaat Mantaf full

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Sertijab Kodim Wonosobo, Sambut Kapten Masraniansyah Lepas Kapten Redo

Nabila Ellisa Rilis EP “GERD”, Angkat Luka Batin Lewat Lagu “Tanyaku”

Immersion by Lexus Pamerkan Karya Oliver Wihardja untuk Sibolga

H Saimo Pimpin IKG 2026-2031, RUAP Sahkah AD/ART Baru

Polres Malang Sasar Bus dengan Video Keselamatan

Bus PO Pandawa 87 Diramp Check, Sopir Dites Urine

Pengukuhan MUI 2025-2030, Prabowo: Ulama-Umara Bersatu Berantas Korupsi

Di Depan Ulama NU, Prabowo: Indonesia Harus Bersih dari Korupsi

Speedboat Karya Warga Binaan Lapas Sukamiskin Tampil di Indonesia Motor Show 2026

SMP An-Nur Al-Anwar Bululawang Borong 9 Juara Prasmahiba 2026

Prev Next

POPULER HARI INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

H Saimo Pimpin IKG 2026-2031, RUAP Sahkah AD/ART Baru

Polres Malang Sasar Bus dengan Video Keselamatan

BERITA LAINNYA

Sertijab Kodim Wonosobo, Sambut Kapten Masraniansyah Lepas Kapten Redo

Nabila Ellisa Rilis EP “GERD”, Angkat Luka Batin Lewat Lagu “Tanyaku”

Immersion by Lexus Pamerkan Karya Oliver Wihardja untuk Sibolga

H Saimo Pimpin IKG 2026-2031, RUAP Sahkah AD/ART Baru

Pengukuhan MUI 2025-2030, Prabowo: Ulama-Umara Bersatu Berantas Korupsi

Speedboat Karya Warga Binaan Lapas Sukamiskin Tampil di Indonesia Motor Show 2026

Curanmor di Kos Purwokerto Selatan Banyumas, Pelaku Dibekuk

Suporter Persiba Diamankan Jelang Laga vs PSGC di Solo, Kedapatan Bawa Miras

Tiga Warga Kendal Hanyut di Sungai Kalibodri, 1 Masih Dicari Tim Gabungan

UMSURA Dampingi UMKM Betro Pasuruan, Fokus HPP hingga Digital Marketing

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Sepak Bola Malang Raya Jalan di Tempat, Siapa yang Salah?

Harlah ke-103 NU, Malang Tunjukkan Bhinneka Tunggal Ika

Ketua IPSI Zia’ul Haq Resmi Daftar Calon Ketua KONI Kabupaten Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved