email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Senin, 1 Desember 2025
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Sejatine Urip dalam Pandangan Teologi

[Esai]

by Redaksi Javasatu
4 Januari 2024
Ilustrasi

Sejatine Urip dalam Pandangan Teologi

Oleh: Eko Windarto – Penulis Satupena Jawa Timur

Dalam esai ini, saya akan membahas bagaimana konsep kehidupan dalam pandangan teologi dapat mempengaruhi cara kita memandang arti dari sijatine urip. Sijatine urip artinya adalah hakikat kehidupan atau keberadaan. Secara harfiah terjemahannya adalah “hidup itu sendiri.” Dalam kebudayaan Jawa, kata ini sering diartikan sebagai aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia, sehingga sijatine urip diletakkan di atas segala-galanya.

Dalam teologi, konsep kehidupan dianggap sebagai anugerah dari Tuhan yang harus dihormati dan dijaga oleh manusia. Kehidupan dipandang sebagai sebuah karunia yang diberikan Tuhan kepada manusia sebagai makhluk paling sempurna dalam ciptaan-Nya. Sebagai makhluk yang memiliki akal dan budi pekerti, manusia diberikan tanggung jawab untuk menjaga kehidupannya dan kehidupan makhluk lainnya. Oleh karena itu, konsep kehidupan dalam pandangan teologi memiliki dimensi moral dan etis yang sangat kuat.

Dalam pandangan teologi, sijatine urip juga dapat diartikan sebagai sebuah tujuan hidup manusia. Tujuan hidup manusia bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik semata, melainkan juga untuk mencapai kebahagiaan dan kedamaian batin. Dalam konteks ini, sijatine urip memiliki dimensi spritual yang kuat. Manusia dianggap sebagai makhluk yang memiliki tujuan hidup yang lebih besar dari sekadar memuaskan kebutuhan fisiknya. Tujuan hidup manusia adalah untuk mencapai kedekatan dengan Tuhan dan menjadi manusia yang lebih baik.

Paham teologi juga memandang bahwa sijatine urip memiliki dimensi sosial yang penting. Kehidupan manusia tidak dapat dipandang hanya dari sudut pandang individu semata, melainkan juga harus dipandang dari sudut pandang keluarga dan masyarakat. Manusia hidup di dalam masyarakat dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memajukan masyarakatnya. Oleh karena itu, sijatine urip juga dapat diartikan sebagai sebuah tanggung jawab sosial.

Namun, pandangan teologi terhadap sijatine urip tidak selalu seragam. Beberapa filosof teologi menekankan bahwa hidup manusia adalah tentang pelayanan kepada sesama dan juga kepada Tuhan. Dalam hal ini, sijatine urip memiliki dimensi pelayanan yang sangat kuat. Manusia dianggap sebagai makhluk yang harus memenuhi panggilan untuk melayani sesama dan untuk hidup bersama dalam kerukunan dan perdamaian.

Sebaliknya, ada juga pandangan teologi yang memandang bahwa hidup manusia adalah tentang pencarian kesempurnaan dan berusaha mencapai potensi maksimal dalam diri manusia. Dalam hal ini, sijatine urip memiliki dimensi aspirasi yang sangat kuat. Manusia dianggap sebagai makhluk yang harus berusaha mencapai kesempurnaan melalui pengembangan potensi diri.

Namun, tidak peduli bagaimana pandangan kita terhadap sijatine urip, satu hal yang mempersatukan semua pandangan tersebut adalah bahwa sijatine urip begitu berharga dan memerlukan penghormatan dari setiap manusia. Kita harus menghormati kehidupan dan keberadaan manusia, dan juga kehidupan makhluk lainnya. Sebagai makhluk yang bertanggung jawab atas keberadaannya, manusia harus berusaha untuk menjaga dan memajukan lingkungan di sekitarnya, baik itu lingkungan alam maupun lingkungan sosial.

BacaJuga :

OPINI: Guru Lagu lan Guru Wilangan

OPINI: Pahlawan Dulu Melawan Penjajahan, Pahlawan Kini Melawan Keadaan

Dalam kesimpulannya, sijatine urip dipandang dari sudut pandang teologi memunculkan banyak pemahaman yang berbeda. Namun, semua pandangan tersebut memiliki kesamaan dalam pandangan bahwa kehidupan manusia adalah anugerah dari Tuhan dan harus dihormati serta dijaga dengan baik. Sijatine urip mempunyai dimensi moral, etis, spiritual, sosial, pelayanan, dan aspirasi yang sangat kuat, sehingga kita perlu memahami dan menghargai serta menjaga keberadaannya dengan sebaik-baiknya. (*)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Eko WindartoSatupenaSatupena Jatim

Comments 1

  1. Akaha Taufan Aminudin says:
    2 tahun ago

    Manfaat Mantaf full

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Polres Boyolali Gagalkan Balap Liar, Amankan Motor Tak Sesuai Spek

Irjen Pol (Purn) Guntur Setyanto Konsisten Rayakan 20 Tahun Keris Diakui UNESCO

Polisi Selidiki Mayat Bertato Mengapung di Bendungan Sengguruh Malang

Monumen Baru Mayor Hamid Rusdi “Boso Walikan” Segera Menyapa Warga Malang

Banjir Putuskan Akses, TNI Tempuh 12 Mil Lewati Danau Singkarak Kirim Bantuan

Imbas Penurunan Dana TKD, Pemkot Malang Lelang Dini, Dimulai Awal 2026

Ranperda APBD Kota Malang 2026 Disahkan, Penurunan Dana TKD Jadi Tantangan

Satresnarkoba Polres Gresik Diganjar Penghargaan Polda Jatim

Edi Sayudi Terpilih Jadi Ketua Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas Demak

Rayakan 20 Tahun Keris diakui UNESCO, Irjen Pol (Purn) Guntur Usung Tema Keris Kamardikan

Prev Next

POPULER HARI INI

Rayakan 20 Tahun Keris diakui UNESCO, Irjen Pol (Purn) Guntur Usung Tema Keris Kamardikan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Monumen Baru Mayor Hamid Rusdi “Boso Walikan” Segera Menyapa Warga Malang

Polres Jepara Sosialisasi Operasi Zebra Candi dan Layanan Pajak Kendaraan

Edi Sayudi Terpilih Jadi Ketua Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas Demak

BERITA LAINNYA

Polres Boyolali Gagalkan Balap Liar, Amankan Motor Tak Sesuai Spek

Irjen Pol (Purn) Guntur Setyanto Konsisten Rayakan 20 Tahun Keris Diakui UNESCO

Banjir Putuskan Akses, TNI Tempuh 12 Mil Lewati Danau Singkarak Kirim Bantuan

Edi Sayudi Terpilih Jadi Ketua Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas Demak

Rayakan 20 Tahun Keris diakui UNESCO, Irjen Pol (Purn) Guntur Usung Tema Keris Kamardikan

Menteri Imipas Tinjau Lahan Kantor Imigrasi Blora, Akan Libatkan Kontraktor Lokal

Dua Menteri Panen Cabai di Blora, Bupati Arief Angkat Potensi Pertanian Lokal

Musim Hujan, Rumah Jadi Destinasi Staycation Paling Nyaman

Polres Jepara Sosialisasi Operasi Zebra Candi dan Layanan Pajak Kendaraan

TK di Depok Ajak Anak Tanam Pohon Hadapi Krisis RTH dan Alih Fungsi Lahan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Pengawas MA Gresik Sampaikan Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Minta Keadilan Bantuan Madrasah

Rayakan 20 Tahun Keris diakui UNESCO, Irjen Pol (Purn) Guntur Usung Tema Keris Kamardikan

Berburu Rumah Baru Lebih Hemat! BRI Hadirkan Promo Besar di REI Property Expo 2025

OPINI: Guru Lagu lan Guru Wilangan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2025 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2025 Javasatu. All Right Reserved