JAVASATU.COM-BATU- Balai Kota Among Tani, Kota Batu, disulap menjadi surga pecinta anggrek dalam ajang Batu Shining Orchid Week 2024. Pameran yang berlangsung dari 5 hingga 13 Oktober ini menampilkan ratusan jenis anggrek langka dan baru, serta menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-23 Kota Batu.

Acara ini dihadiri oleh delegasi dari delapan provinsi, serta 72 kabupaten dan kota di Indonesia, menjadikan pameran ini sebagai salah satu yang terbesar di tanah air. Selain sebagai ajang unjuk keindahan flora, pameran ini juga berfungsi memperkuat jaringan agribisnis di sektor anggrek.
Mendorong Pariwisata dan Agribisnis
Penjabat (PJ) Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, dalam sambutannya menyatakan bahwa Batu Shining Orchid Week merupakan upaya untuk mendorong pertumbuhan pariwisata dan agribisnis.
“Kami berharap pameran ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian anggrek serta memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal,” ujar Aries.
Koleksi Anggrek dan Tanaman Langka Jadi Daya Tarik
Ian, pemilik Stan Carnivorian, mengungkapkan antusiasme pengunjung terhadap tanaman karnivora yang ia pamerkan, seperti Nopenthes, Projera, dan Sarracenia.
“Hari kedua pameran ini ramai sekali. Banyak pengunjung tertarik dengan koleksi kami, terutama Nopenthes yang memiliki daya tarik khusus,” katanya.
Sementara itu, Ihsan dari Foresta Orchid, yang membawa koleksi anggrek asal Mojokerto, juga mencatat tingginya minat terhadap anggrek langka di stannya.
“Saya menjual anggrek dengan harga mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 3,5 juta, tergantung jenis dan kelangkaannya,” ungkap Ihsan.
Ajang Edukasi dan Penguatan Agribisnis
Ketua Umum Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), Rita Subowo, menekankan bahwa acara ini memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar bazar.
“Pameran ini memperkuat silaturahmi pecinta anggrek dan diharapkan dapat memperkokoh agribisnis di Indonesia. Kami juga ingin memperkenalkan teknologi terbaru dalam budidaya anggrek,” ujar Rita.
Rita juga mengajak generasi muda untuk turut serta dalam pelestarian flora, terutama anggrek.
“Kami ingin anak muda lebih mencintai anggrek dan bergabung dengan PAI, agar mereka bisa belajar lebih banyak tentang tanaman dan ekosistem di sekitar kita,” tambahnya.
Delegasi Internasional Ikut Meriahkan
Acara ini semakin semarak dengan kehadiran delegasi dari Orchid Society of South East Asia (OSSEA), yang turut memperkaya pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang budidaya anggrek. Lebih dari 100 delegasi dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) juga ambil bagian, menjadikannya salah satu pameran anggrek terbesar di Indonesia.
Selain menampilkan anggrek-anggrek indah, pameran ini memberikan kesempatan bagi petani dan pembudidaya anggrek lokal untuk memasarkan produk mereka, memperkuat sektor agribisnis dan mendukung perekonomian Kota Batu. (Yon/Ssaf)