Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Fashion on The Street ‘Wajah Kota Malang Dalam Selembar Kain’ Refleksi Optimisme Batik Tulis Celaket

Syaiful Arif by Syaiful Arif
28 September 2022

JAVASATU.COM-MALANG- Fashion on the street, Batik Tulis Celaket (BTC) untuk memperingati Hari Batik Nasional mengusung tema ‘Wajah Kota Malang dalam Selembar Kain’ menjadi refleksi optimisme bangkitkan ekonomi usai dua tahun didera pandemi Covid-19.

(Foto: Dok/Istimewa)

Pedestrian Kayutangan Heritage, dipilih untuk dijadikan tempat gelaran fashion on the street oleh Batik Tulis Celaket, Andre Modelling School dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Satrio Turonggo Jati, Kelurahan Rampal Celaket, dalam memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari Minggu 2 Oktober mendatang.

Kawasan Kayutangan, bagi masyarakat yang pernah tinggal di Kota Malang, merupakan kawasan bangunan era kolonial. Dari lokasi bersejarah itu, Ira Hartanti, desainer Batik Tulis Celaket, menyampaikan harapan dan optimismenya lewat kreasi kombinasi corak dan motif batik khas malang di tahun 2023.

Masih membekas betul di memori ini, bagaimana peragaan tunggal tahunan Batik Celaket di setiap 2 Oktober, Terkadang digelar di selasar kantor Pemkot Malang, di lampu merah perempatan jalan, bahkan diatas truk yang lagi berjalan.

ADVERTISEMENT

Mungkin pemilihan lokasi yang tak biasa untuk sebuah peragaan busana meninggalkan impresi tersendiri sampai sulit dilupakan.

Memang, nantinya bukan sebuah pemandangan biasa saat para model akan berlalu-lalang di depan bangunan berusia hampir 300 tahun ini dengan iringan musik tradisional Jaranan dan Gandrung Banyuwangi.

Tak ada panggung untuk catwalk. Lantai batu andesit adalah landasan peraganya. Para model berjalan mengikuti nalurinya akan meliuk-liuk bak labirin.

Tak ada tamu yang duduk diistimewakan, semua berdiri. Itu artinya semua tamu mendapat akses front row sehingga dapat melihat lebih jelas.

Peragaan kali ini menjadi yang pertama bagi Batik Tulis Celaket setelah dua tahun absen karena pembatasan sosial yang dipicu oleh pandemi COVID-19.

Namun demikian, kreativitas desainer asli kampung Celaket ini tidak mati. Ia tetap rutin membatik motif baru,

Sampai akhirnya, kesempatan untuk menggelar fashion show secara langsung datang lagi dan ia pun tak mau menyia-nyiakannya.

Pemilihan lokasi memang selalu menjadi bagian penting bagi seniman batik generasi ke 4 ini dalam mengemas peragaannya demi mendukung konteks dan visualisasi koleksi yang ditampilkan.

Tahun ini, kemegahan patung Chairil Anwar, arsitektur Gereja yang berhadapan dengan  Oen Corner, tempat ngopi kaum kompeni di zamannya, Pertokoan Sarinah yang kental dengan desain art deco akan merefleksikan estetika paduan motif teranyar dengan warna ceria yang melambangkan harapan usai pandemi mendera.

Desainer yang mulai serius berkiprah di industri batik sejak akhir tahun 90 an ini kembali menampilkan koleksi batik malangan dengan corak yang tak pernah biasa.

(Foto: Dok/Istimewa)

Motif Batik Celaket memang dirancang mengedepankan konsep busana yang unisex, alias tidak mengenal gender.

Lebih dari itu, pemilihan warna tabrakan sebenarnya merefleksikan optimisme Kota Malang akan masa depan yang lebih baik di tengah situasi yang penuh tantangan dan tak menentu. Pandemi belum berakhir. Peperangan masih terjadi di mana-mana. Masalah inflasi ekonomi juga makin serius.

“Saya ingin orang menjadi lebih optimis dalam menghadapi apapun yang ada di depan kita, salah satunya dengan penggunaan warna-warni yang cerah dan mempersembahkan presentasi yang lebih berwarna. Selama pandemi dua tahun ke belakang motif batik celaket lebih mencerminkan keadaan manusia yang ingin mengesampingkan formalitas dengan pakaian yang bervolume nyaman dan rilek,” kata Ira kepada awak media.

Kayutangan Heritage

(Foto: Dok/Istimewa)

Dibangun pada masa VOC, kawasan Kayutangan menjadi saksi bisu perjalanan Kota Malang, melalui berbagai masa sulit dan masih bertahan sampai saat ini.

Tak jauh beda dengan pesan yang tersirat di koleksi terbaru Batik Tulis Celaket ini: selalu ada harapan untuk hari yang lebih baik.

Sebagai informasi, dalam pagelaran fashion on the street tahun ini, Andre menghadirkan pemenang ke 2 Miss Indonesia 2022, 57 Perempuan Inspiratif Kota Malang, 20 Sosialita Kota Malang, 20 Peragawan peragawati SMP Katolik Santa Maria dan 15 peragawati dari Andre Modelling School (AMS). Acara akan dimulai pukul 0830 WIB, rencananya akan dibuka oleh Walikota Malang Sutiaji. (Saf)

Tags: batik tulis celaketFashion on The StreetHari Batik Nasional
Previous Post

Ziarah ke Elizabeth dan Kerajaan Yang Semakin Berubah

Next Post

Kisah WBP Terpidana Seumur Hidup di Lapas Kelas 1 Malang Yang Selalu Berkarya

Related Posts

Event K-Pop SKJ Summer Bloom di Spencer Green Hotel Batu 15 November
Event

Event K-Pop SKJ Summer Bloom di Spencer Green Hotel Batu 15 November

24 Oktober 2026
Bank Jatim dan Bakorwil III Malang akan Gelar Kolaborasi Kolosal 17–19 November
Event

Bank Jatim dan Bakorwil III Malang akan Gelar Kolaborasi Kolosal 17–19 November

21 Oktober 2026
Spencer Green Hotel Batu Gelar Olimpiade Matematika Anak 29 November 2026
Event

Spencer Green Hotel Batu Gelar Olimpiade Matematika Anak 29 November 2026

20 Oktober 2026
Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi
Kota Malang

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

27 April 2026
Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda
Kota Malang

Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda

27 April 2026
Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Perumda Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar
Kota Malang

Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Perumda Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

27 April 2026
Next Post
Kisah WBP Terpidana Seumur Hidup di Lapas Kelas 1 Malang Yang Selalu Berkarya

Kisah WBP Terpidana Seumur Hidup di Lapas Kelas 1 Malang Yang Selalu Berkarya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com