email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Selasa, 14 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pemkab Gresik Terus Berupaya Turunkan AKI, AKB dan Cegah Stunting

by Sudasir Al Ayyubi
31 Agustus 2022

JAVASATU.COM-GRESIK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Pencegahan Stunting.

(Foto: Istimewa)

Kali ini, pada Selasa (30/8/2022) bekerjasama dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Surabaya menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema ‘Pernikahan Dini, Stunting dan Kematian Ibu’ bertempat di Ballroom Giriloka Hotel Aston Inn Gresik.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan menghadirkan 4 narasumber diantaranya pakar tumbuh kembang anak Prof. Moersintowarti B Narendra, MSc.,dr.SpA (K), pakar penurunan AKI AKB Prof. Dr. Nyoman Anita, drg,,MS, pakar Fetal Programing Hermanto Tri Joewono, dr.,spOG (K) dan Ketua Peradi Gresik Kukuh Pramono Budi, S.H.,M.H,.

Hadir pula Wakil Bupati Gresik Dra. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd, Dandim 0817 Gresik, Mewakili Kapolres Gresik Kabag Ten Achmad Zunaidi, Ketua Pengadilan Agama Gresik Dr. Soegiri, Ketua Pengadilan Agama Bawean Ahmad Badarusman, Ketua IKA UNAIR Gresik dr. Lestari, Camat, Kepala Puskesmas dan Kepala Desa lokus Stunting Se Kabupaten Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menyampaikan persoalan stunting ini menjadi persoalan nasional yang harus dituntaskan dengan satu tekad dan komitmen yang kuat, menyatukan persepsi menyatukan hati berkolaborasi bersama sama menuntut bekerja lebih cepat, kerja lebih tepat.

“Banyak variabel dalam kasus Stunting khususnya di Kabupaten bagaimana kita melihat dan mengidentifikasi hingga pendampingan,” ungkap Gus Yani, begitu sapaan akrab Bupati Gresik.

Gus Yani menuturkan, Pernikahan dini pada anak dapat meningkatkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

BacaJuga :

Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah hingga Desa, Cegah Salah Sasaran

Polres Gresik Beri Penghargaan: Prestasi Dihargai, Pelanggaran Ditindak

“Pernikahan pada usia dini sangat berbahaya. Pernikahan usia dini juga berpotensi pada bayi yang dilahirkan mengalami kekerdilan atau stunting,” ujarnya.

Bupati mengimbau setiap keluarga bahwa sebuah pernikahan harus direncanakan sebaik mungkin dan dilakukan pada usia yang bisa dikatakan cukup.

“Era nya kolaborasi dibutuhkan komitmen bersama dimana Bonus Demografi di imbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul terutama dalam penanganan kasus Stunting agar dapat dikendalikan,” ujarnya.

Diterangkan, lakukan pantauan kesehatan ibu dan anaknya. Semua harus bekerjasama agar kematian bayi, kematian ibu dapat dicegah. Berikanlah anak-anak kita atau bayi dengan makanan yang bergizi agar stunting tidak terjadi.

“Mari bersama berkomitmen tingkatkan kualitas mutu layanan kesehatan bagi ibu dan anak dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

(Foto: Istimewa)

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, MM dalam laporannya menyampaikan Kematian Ibu dan kematian balita berdasarkan laporan MPDN untuk tahun 2022 per bulan Agustus adalah jumlah kematian ibu sebanyak 12 (tahun 2021 sebanyak 60), jumlah kematian bayi sebanyak 55 (tahun 2021 sebanyak 66).

Dijelaskan dr. Khusnah sapaan akrab Kadinkes, Kasus Stunting berdasarkan EPPGBM Per Juni tahun 2022 jumlah balita ditimbang dan dilakukan pemantauan status gizi sebanyak 70.451 balita atau 67,97% dibanding jumlah balita seluruhnya, Prevalensi Stunting sebesar 10,52% tahun 2021 sebesar 10,9%.

“Hasil monev dan pelacakan Stunting di lapangan ditemukan beberapa hal penyebab diantaranya pola asuh dan pola makan, pemberian ASI eksklusif kurang berkualitas, riwayat ibu hamil KEK dan Bumil Risti (Risiko Tinggi), berat badan lahir rendah, sosial ekonomi dan kesehatan lingkungan kurang memadahi,” ungkapnya.

Menurut dia, Intervensi spesifik yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan antara lain cakupan pemberian ttd remaja putri sebesar 52%, cakupan pemberian PMT sebesar 75% dengan sasaran balita gizi kurang dan gizi buruk, cakupan IDL 57,50%, cakupan pemberian obat cacing 99,38%.

“Intervensi sensitif yang telah dilaksanakan adalah kegiatan gemar makan ikan oleh dinas perikanan, Air bersih oleh dinas CKPKP dan pendampingan pola asuh oleh TP PKK dan TPK,” pungkasnya.

Usai sambutan dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Gresik dan IKA UNAIR dilanjutkan perjanjian kerjasama (PKS) Dinas Kesehatan dan Pengadilan Agama Gresik, selanjutnya perjanjian kerjasama Pengadilan Agama Gresik dan Pengadilan Agama Kepulauan Bawean.

(Foto: Istimewa)

Acara juga diisi penyerahan bantuan oleh Bupati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik kepada balita Stunting. (Bas/Arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Bupati GresikDinkes GresikFandi Akhmad YaniIKA UNAIR

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah hingga Desa, Cegah Salah Sasaran

Bakorwil Malang Luncurkan Vestawil, Program Ekonomi Hijau untuk Petani

Polres Gresik Beri Penghargaan: Prestasi Dihargai, Pelanggaran Ditindak

Di Balik Hutan Pegunungan Bintang, Ladang Ganja Terungkap

Cegah Guru Tersandung Hukum, PGRI Gresik Gandeng Kejari

DPD RI Soroti Overkapasitas Lapas Jatim saat Kunker di Malang

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda, Atur Parkir hingga Pemajuan Kebudayaan

Perayaan Hari Keris 2026 di Malang Akan Dihadiri Pejabat Kementerian Kebudayaan RI

Grand Final Duta Generasi Berencana Gresik 2026, Ini Para Juaranya

Siswa MI Gresik Ikuti UAMNU 2026 Pakai Komputer

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda, Atur Parkir hingga Pemajuan Kebudayaan

KKI Jatim Juara Umum Kejurprov FORKI 2026, Borong 9 Emas di Malang

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Ayu Gembirowati Fransisca Latih Calon Wali Desa Dukung Indonesia Emas

Perayaan Hari Keris 2026 di Malang Akan Dihadiri Pejabat Kementerian Kebudayaan RI

BERITA LAINNYA

Di Balik Hutan Pegunungan Bintang, Ladang Ganja Terungkap

MCC Bukan Beban APBD, Tapi Mesin Masa Depan Kota Kreatif Dunia

Sultan Tazzam Siap Tarung di NEX Road to Champion, Hadapi Mustakin Hasan di Jakarta

Analis Publik Dukung Langkah Tegas Menteri Imipas Berantas Narkoba di Lapas

Novel ‘Cinta Segitiga di Langit Kediri’ Resmi Rilis, Karya Musab Soemardjan Tuai Apresiasi

Menteri Imipas Tegas Berantas Narkotika di Lapas, Oknum Petugas Terlibat Dipecat

Presiden Prabowo: Negara Selamatkan Rp11,42 Triliun, Tak Tolerir Korupsi

OTT di Tulungagung: Negara Tidak Boleh Diam, Publik Berhak Tahu Sekarang Juga

Polisi Amankan Sedekah Laut Alasdowo Pati, Larung Sesaji Berlangsung Meriah

Panglima TNI Turun Langsung, Dorong Prajurit Jadi Motor Ketahanan Pangan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Internet Rakyat Hadir di Blitar, Tarif Rp100 Ribu per Bulan Kecepatan 100 Mbps

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

141 PNS Sidoarjo Terima SK Pensiun April-Juni 2026, Pemkab Apresiasi Pengabdian

Pemkab Gresik Dorong Percepatan Proyek Jalan Laban 13 Km, Target 4 Jalur

KKI Jatim Juara Umum Kejurprov FORKI 2026, Borong 9 Emas di Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved