JAVASATU.COM- Olahraga pickleball mulai berkembang di Kota Malang. Cabang olahraga yang memadukan unsur permainan tenis, bulu tangkis, dan tenis meja ini kini mulai digemari masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Perkembangan pickleball di Kota Malang menjadi salah satu pembahasan dalam Podcast Mbois Sport, kolaborasi KONI Kota Malang dan Javasatu.com yang diproduksi di CR Pickleball Kota Malang, Senin (14/9/2026).
Podcast tersebut menghadirkan Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kota Malang Hendi Suryo Laksono, pelatih pickleball Wildan Bahtiar, anggota komunitas pickleball Nafisa, serta pelatih pickleball Sandy.
Hendi menjelaskan, pickleball merupakan olahraga yang memiliki sejumlah kemiripan dengan tenis, bulu tangkis, dan tenis meja. Perbedaannya antara lain terletak pada ukuran lapangan, bentuk alat pemukul, serta karakter bola yang digunakan.
“Kalau kita lihat, pickleball ini perpaduan antara tenis, badminton dan pingpong. Jadi memang ada unsur dari tiga olahraga tersebut,” jelas Hendi.
Menurutnya, olahraga ini relatif mudah dipelajari karena menggunakan paddle atau alat pemukul yang ringan serta bola plastik berlubang yang memiliki bobot lebih ringan dibandingkan bola tenis.
Karakter tersebut membuat pickleball dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia. Bahkan, olahraga ini dinilai cukup mudah untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang baru pertama kali mencoba.
Berawal dari Amerika Serikat
Dalam podcast tersebut dijelaskan, pickleball memiliki sejarah perkembangan yang cukup unik. Olahraga ini bermula dari Amerika Serikat ketika sebuah keluarga ingin bermain bulu tangkis, tetapi tidak memiliki fasilitas yang sesuai.
Lapangan kemudian dimodifikasi, ukuran permainan disesuaikan, net dibuat lebih rendah, dan digunakan bola plastik berlubang. Dari permainan sederhana tersebut, pickleball kemudian berkembang menjadi olahraga tersendiri.
Perkembangan pickleball selanjutnya meluas ke berbagai negara. Di Asia, olahraga ini berkembang di sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Indonesia.
Di Indonesia, pickleball mulai dikenal sejak sekitar 2000-an. Sementara di Kota Malang, perkembangannya semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
“Di Malang ini memang masih berkembang. Tapi sekarang sudah mulai banyak yang tertarik dan komunitasnya juga semakin bertambah,” kata Hendi.
Sudah Ada Sekitar 10 Klub di Malang
Hendi menyebut, saat ini sudah terdapat sekitar 10 klub pickleball yang beraktivitas di Kota Malang.
Keberadaan komunitas menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan olahraga tersebut. Masyarakat yang ingin mencoba tidak harus memiliki kemampuan bermain terlebih dahulu.
Mereka dapat datang ke komunitas, mengikuti latihan atau mencoba permainan bersama pemain lain.
“Yang menarik dari pickleball itu komunitasnya. Orang yang baru datang bisa langsung berkenalan dan bermain bersama,” ujar Nafisa.
Nafisa sendiri sebelumnya lebih mengenal olahraga bulu tangkis. Ia kemudian tertarik mencoba pickleball setelah mendapat ajakan untuk mengikuti sesi percobaan atau free trial.
Awalnya ia mengira permainan pickleball menggunakan bola seperti tenis yang relatif berat. Namun setelah mencoba, ia justru menemukan karakter permainan yang berbeda.
Dari pengalaman tersebut, ketertarikannya berkembang hingga bergabung dalam komunitas pickleball.
Bisa Dimainkan Lintas Generasi
Salah satu daya tarik pickleball adalah karakter permainannya yang relatif ringan dan dapat dipelajari secara bertahap.
Dalam komunitas, pemain dengan kemampuan berbeda dapat berinteraksi dan bermain bersama. Hal itu membuat pickleball tidak hanya berkembang sebagai olahraga kompetisi, tetapi juga sebagai aktivitas komunitas.
Nafisa mengatakan, komunitas menjadi tempat bagi pemain untuk mencari teman bermain sekaligus mengenal lebih banyak orang.
“Di komunitas itu kita bisa ketemu banyak orang. Jadi bukan cuma olahraga, tapi juga bisa menjadi tempat berkumpul dan beraktivitas bersama,” tuturnya.
Karakter tersebut membuat pickleball mulai diminati oleh anak muda hingga kelompok usia yang lebih dewasa.
Di Kota Malang, pemain usia muda juga mulai diperkenalkan dengan olahraga ini. Dalam perkembangannya, terdapat pembagian kelompok usia untuk kebutuhan pembinaan dan kompetisi.
Aturan Permainan Pickleball
Meski terlihat sederhana, pickleball memiliki sejumlah aturan yang harus dipahami pemain.
Permainan dapat dilakukan dalam nomor tunggal maupun ganda, termasuk ganda campuran. Servis dilakukan secara diagonal dan pemain harus memperhatikan ketentuan pantulan bola sebelum melakukan pukulan voli.
Salah satu aturan yang menjadi ciri khas pickleball adalah two-bounce rule, yakni bola harus memantul terlebih dahulu sebelum pemain dapat melakukan pukulan voli dalam situasi tertentu.
Ada pula area yang dikenal dengan istilah kitchen atau non-volley zone. Area ini berada di dekat net dan memiliki aturan khusus terkait pukulan voli.
Selain itu, dalam permainan pickleball dikenal teknik dinking, yakni pukulan pelan dan terkontrol yang diarahkan melewati net ke area lawan.
“Memang kalau pertama melihat seperti gampang. Tapi setelah dimainkan ada teknik dan aturan yang harus dipelajari,” ujar Wildan.
Sistem pertandingan pickleball pada dasarnya menggunakan perolehan angka hingga target tertentu. Dalam permainan yang diperkenalkan dalam podcast, pertandingan dapat berlangsung hingga 11 poin sesuai ketentuan pertandingan.
18 Atlet Disiapkan untuk Porprov Jatim 2027
Perkembangan pickleball di Kota Malang juga mulai diarahkan pada pembinaan prestasi.
IPF Kota Malang telah menyiapkan sekitar 18 atlet untuk mengikuti proses pembinaan dan seleksi menuju ajang olahraga tingkat Jawa Timur. Porprov Jatim 2027.
Jumlah tersebut masih dapat berkembang sesuai hasil seleksi dan kebutuhan nomor pertandingan.
Pickleball sebelumnya lebih banyak diperkenalkan sebagai olahraga ekshibisi. Namun perkembangan kompetisinya membuat cabang olahraga ini mulai mendapat perhatian dalam pembinaan olahraga prestasi.
Sejumlah daerah di Jawa Timur juga mulai aktif mengembangkan pickleball. Dalam podcast disebutkan, hampir 20 kabupaten/kota di Jawa Timur telah terlibat dalam perkembangan olahraga tersebut, dengan beberapa daerah seperti Surabaya dan Mojokerto yang juga cukup aktif.
Peralatan Relatif Sederhana
Selain mudah dimainkan, peralatan pickleball juga relatif sederhana.
Pemain membutuhkan paddle dan bola plastik berlubang. Paddle pickleball memiliki bentuk berbeda dengan raket tenis maupun bulu tangkis dan umumnya memiliki bobot yang ringan.
Untuk perlengkapan dasar, masyarakat bahkan dapat menemukan paddle dengan harga yang relatif terjangkau. Dalam pembahasan podcast, terdapat perlengkapan pemula yang berada di kisaran ratusan ribu rupiah, tergantung spesifikasi dan kualitasnya.
Namun bagi pemain yang mulai serius mengikuti kompetisi, tersedia paddle dengan spesifikasi dan harga yang lebih tinggi.
“Kalau untuk pemula sebenarnya tidak harus langsung menggunakan yang mahal. Yang penting mulai dulu, belajar tekniknya dan menikmati permainannya,” jelas Wildan.
Ada Turnamen untuk Pemula
Untuk memperkenalkan pickleball kepada masyarakat yang lebih luas, komunitas juga menggelar kegiatan bagi pemain pemula.
Salah satunya kegiatan yang dijadwalkan pada 26–27 September 2026 di CR Pickleball Kota Malang.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengenal pickleball secara langsung, baik dengan melihat pertandingan maupun mencoba permainan.
Menurut para narasumber Podcast Mbois Sport, kehadiran kegiatan seperti ini penting untuk memperluas pengenalan pickleball di Kota Malang.
Dengan karakter permainan yang ringan, komunitas yang terbuka, serta mulai adanya pembinaan atlet, pickleball kini tidak hanya menjadi olahraga rekreasi, tetapi juga mulai diarahkan menjadi bagian dari pembinaan olahraga prestasi di Kota Malang. (arf)