email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 14 Maret 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Diplomasi Baru, Pro Kemerdekaan Palestina Tapi Menerima Israel untuk U-20 Piala Dunia di Indonesia

by Redaksi Javasatu
29 Maret 2023
ADVERTISEMENT
(Foto: Satupena Indonesia)

Diplomasi Baru, Pro Kemerdekaan Palestina Tapi Menerima Israel untuk U-20 Piala Dunia di Indonesia

Oleh: Denny JA, Ketua Umum Penulis Satupena Indonesia

Kontroversi atas akan hadirnya kesebelasan sepakbola Israel dalam Piala Dunia U-20 FIFA di Indonesia mengingatkan saya tentang perbedaan Diplomasi Lama versus Diplomasi Baru.

 

Diplomasi baru berkembang di dunia sejak tahun 1990–an. Dunia di masa kini sudah berbeda dengan dunia di era ssbelumnya. Yang menjadi aktor penting internasional masa kini tak hanya negara nasional.

Kini tumbuh dan berkembang begitu banyak aktor non- state di tingkat internasional. Mereka adalah organisasi independen yang terlepas dari kepentingan negara nasional.

Aktor non- state ini pun ikut mewarnai pergaulan dunia. Diplomasi baru, berbeda dengan diplomasi lama, memberi tempat yang lebih luas bagi peran aktor non- state itu.

Contoh aktor non- state itu adalah non-profit organizations, labor unions, non-governmental organizations, banks, corporations, media organizations, business magnates, people’s liberation movements, lobby groups, religious groups, dan aid agencies.

FIFA adalah contoh aktor non- state yang punya pengaruh di dunia untuk sepakbola. Palang Merah itu aktor non- state untuk isu kesehatan. Amnesty International adalah non- state untuk isu hak asasi manusia.

BacaJuga :

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

Aktor non- state ini memiliki cabang di banyak negara. Kepentingan mereka adalah kepentingan profesi. Kadang kepentingan mereka tak harus sama dengan kepentingan nasional.

Negara yang menganut diplomasi baru lebih toleran atas peran non- state ini. Negara itu menyadari bahwa dunia internasional ini bukan hanya milik negara nasional.

Para individu dan organisasi, lembaga perdagangan, civil society, forum budaya, festival seni dan organisasi olah raga juga punyak hak berperan dalam pergaulan internasional.

Di era diplomasi baru, sebuah negara tetap bisa pro kepada kemerdekaan Palestina, sebagai misal. Tapi negara itu memberikan kebebasan organisasi PSSI, di bawah FIFA, bergerak dengan aturannya sendiri.

Tak terhindari di FIFA, peserta negara yang lolos seleksi pertandingn dunia bisa saja negara Israel.

Tak terhindari pula, yang terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA adalah Indonesia, melalui perjuangan dan seleksi yang keras, yang anti Israel, misalnya.

Bagi negara anggota FIFA, sebuah kehormatan bisa terpilih menjadi tuan rumah piala dunia FIFA. Sebagai olah raga yang penggemarnya sama banyaknya dengan penganut agama besar, menjadi tuan rumah membuat Indonesia menjadi perhatian dunia.

Jika menjadi tuan rumah, tak terhindari pula Indonesia harus ikut aturan FIFA. Termasuk menerima kesebelasan sepakbola Israel untuk ikut bertanding di Indonesia. Bukankah Israel adalah kesebelasan anggota FIFA yang sah, yang secara sah pula lolos seleksi?

Walaupun kebijakan nasional Indonesia pro kemerdekaan Palestina, dan anti kependudukan Israel, walaupun tak ada hubungan diplomatik Indonesia dan Israel, itu tak bisa mengubah aturan FIFA: bahwa negara yang lolos seleksi FIFA seperti Israel tetap harus bermain di negara tuan rumah.

Memang kita mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina. Memang kita berterima kasih atas peran Palestina dalam pengakuan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Memang konstitusi kita menyatakan hak kemerdekaan itu milik segala bangsa.

Kita harus bangga dengan sikap negara nasional Indonesia memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina.

Apalagi Indonesia secara resmi ikut dalam Two State Solution bagi berdirinya dua negara merdeka di Timur Tengah: Israel dan Palestina.

Tapi perjuangan dan pilihan kebijakan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina tak ada hubungan dengan peristiwa olah raga sepakbola FIFA.

Diplomasi baru tidak memaksakan sebuah organisasi internasional untuk tunduk kepada pilihan politik sebuah negara nasional yang menjadi tuan rumah.

Jika Indonesia ingin menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA, pemerintah nasional Indonesia yang harus ikut aturan FIFA. Bukan sebaliknya.

Diplomasi lama tak bisa menerima realitas baru itu. Tapi Diplomasi baru bisa menerimanya.

Agak unik kejadian di Indonesia. Ketika begitu banyak politisi Indonesia menentang kesebelasan Israel bermain di Indonesia selaku tuan rumah piala dunia U-20 FIFA, dengarlah pandangan Duta Besar Palestina sendiri untuk Indonesia.

Ujar sang Dubes, Palestina memahami posisi Indonesia. Tak terhindari sebagai tuan rumah, Indonesia perlu ikut aturan FIFA selaku penyelenggara.

Lebih jauh lagi sang dubes menyatakan. “Keikutsertaan masing-masing negara dalam event ini tidak ada kaitannya dengan suka atau tidak suka dengan suatu negara, karena setiap negara ikut serta sebagai bagian dari kompetisi yang berjalan sesuai aturan yang berlaku.” (1)

Bahkan sang Dubes Palestina menyatakan. Sekalipun Indonesia mengizinkan Israel untuk datang ke Indonesia, dukungan Indonesia kepada kemerdekaan Palestina tidak akan pernah berubah.

Sikap Dubes Palestina ini adalah bagian dari Diplomasi Baru. Menyenangkan untuk tahu, tokoh seperti Jusuf Kala dan Presiden Jokowi sendiri berpendapat sama. Baik Jusuf Kala dan Jokowi, berbeda dengan politisi lain, mereka juga sudah berada di alam Diplomasi Baru.

Erick Tohir selaku ketua baru PSSI mungkin terkaget juga. Tantangan terberatnya pertama- tama belumlah pada area menaikkan kualitas sepak bola. Tantangan beratnya pertama- tama justru di arena politik: menerima kesebelasan Israel bermain dalam U 20 FIFA di Indonesia.

Jokowi sudah memberikan pandangannya: jangan campurkan politik dan olah raga. Jokowi sudah mengekspresikan sebuah mindset diplomasi baru.

Tinggalah mindset diplomasi lama yang kini perlu menyadari, bahwa dunia sudah berubah.


CATATAN:
1. Sikap Dubes Palestina untuk Indonesia justru memahami Indonesia harus ikut aturan FIFA menerima kesebelasan Israel bertanding di Indonesia selaku tuan rumah
https://sport.detik.com/sepakbola/liga-indonesia/d-6631755/soal-israel-di-piala-dunia-u-20-palestina-terserah-indonesia-saja/amp

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Source: Akaha Taufan Aminudin, Koordinator Paguyuban Penulis Satupena Jawa Timur
Tags: Denny JASatupena

Comments 1

  1. akahataufanaminudin says:
    3 tahun ago

    Alhamdulillah semangat Sepanjang Masa Succesfull Sedulur SatuPena SatuHati SatuJiwa SatuRasa KOMPAK KEBERSAMAAN

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pulau Bawean Jadi Sorotan, 30 Tokoh Pariwisata Gresik Diganjar Penghargaan

Pelabuhan Gresik Siap Sambut Arus Mudik, Teknologi Radar dan CCTV Siaga

Akhir Ramadan 1447 Hijriah, Srikandi BKMM-DMI Tebuwung Bagikan Ratusan Takjil

Jelang Idulfitri, Polres Malang Salurkan 1 Ton Beras untuk Warga Pakisaji

Pemkot Batu Sebar 18 Dokter di Desa-Kelurahan, Masih Butuh 6 Tenaga Medis

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pelabuhan Merak, Pastikan Mudik Lebaran 2026 Lancar

Pledoi Kasus Lahan Polinema, Kuasa Hukum Minta Awan Setiawan Dibebaskan

Wali Kota Wahyu Ajak Media Lawan Hoaks, Perkuat Sinergi Bangun Kota Malang

Semen Merah Putih Bagikan Tips Rumah Aman Saat Mudik Lebaran

Jelang Idulfitri, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp7,6 Miliar di Gresik

Prev Next

POPULER HARI INI

Bakti Ramadan Pramuka MA An-Nur Bululawang, Bersihkan Masjid hingga Bagi Takjil

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kontes Bandeng Kawak Gresik 2026 Digelar 16 Maret, Ribuan Porsi Bandeng Gratis Disiapkan

Panglima TNI Lantik 796 Perwira Prajurit Karier 2026 di Mabes TNI Cilangkap

Wali Kota Wahyu Ajak Media Lawan Hoaks, Perkuat Sinergi Bangun Kota Malang

BERITA LAINNYA

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pelabuhan Merak, Pastikan Mudik Lebaran 2026 Lancar

Semen Merah Putih Bagikan Tips Rumah Aman Saat Mudik Lebaran

Operasi Ketupat 2026, TNI-Polri Siap Amankan Mudik Idulfitri

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

Sambut Lebaran 2026, TNI Gelar Bazar Ramadan dan Bagikan Bingkisan Warakawuri

Bazar Ramadan Kodim Blora Diserbu Warga, Beras Rp55 Ribu, Minyak Rp15 Ribu

Analis: Jabatan Kapolri Hak Prerogatif Presiden Sesuai Arsitektur Konstitusi

Musrenbang RKPD Blora 2027, Fokus Produktivitas Daerah dan Pariwisata, Kodim Hadir

Panglima TNI Lantik 796 Perwira Prajurit Karier 2026 di Mabes TNI Cilangkap

SANF Berbagi Ramadan, Donasikan Alat Kesehatan untuk Lansia di Jakarta Timur

Prev Next

POPULER MINGGU INI

MBG Lansia, Pokmas Gresik Tolak Alih Kelola ke SPPG, Tetap Swakelola

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Sekda Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Urus PBG-SLF Dinilai Berbelit

Panglima TNI Lantik 796 Perwira Prajurit Karier 2026 di Mabes TNI Cilangkap

Logo HUT Gresik 539 Diluncurkan, Rusa Bawean Jadi Simbol Semangat Gresik Baru

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved