email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Rabu, 9 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Bakorwil Malang Tekankan ASN Tak Sekadar Kerja, tapi Beri Dampak ke Masyarakat

by Wahyu Eko Setiawan
11 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar menekankan, aparatur sipil negara (ASN) tidak lagi menjadikan pekerjaan yang selesai sebagai satu-satunya ukuran kinerja. ASN dituntut menghasilkan kinerja yang terukur, akuntabel, hingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar. (Dok: Bakorwil Malang)

Pesan itu disampaikan Asep saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Kepegawaian dalam rangka Peningkatan Kualitas Manajemen ASN, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi Bakorwil Malang, BKD Provinsi Jawa Timur, dan Bank Jatim serta dibuka Kepala BKD Provinsi Jawa Timur Indah Wahyuni.

“Membangun ASN, membangun birokrasi, membangun daerah. Ini satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan,” ujar Asep.

Menurut Asep, perubahan lingkungan pemerintahan menuntut ASN memiliki kemampuan profesional, adaptif, mampu memanfaatkan teknologi dan data, memecahkan persoalan, serta bekerja secara kolaboratif. Namun, kemampuan tersebut harus diwujudkan dalam kinerja yang nyata.

“ASN harus bekerja, bekerja dan bekerja yang berkinerja. Tetapi kinerja yang baik saja tidak cukup. ASN harus bekerja dengan baik dan benar,” tegasnya.

Asep menjelaskan, kinerja ASN harus memenuhi dua aspek sekaligus, yakni baik dan benar. Artinya, pekerjaan tidak hanya menghasilkan sesuatu, tetapi juga harus terukur serta dilaksanakan sesuai ketentuan dan prosedur.

“Baik saja tidak cukup. Harus baik dan benar. Artinya terukur, sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku. Dengan begitu, kinerja ASN memiliki akuntabilitas,” jelasnya.

Asep kemudian membagi ukuran kinerja ASN dalam tiga tingkatan, yakni output, outcome, dan impact.

Output merupakan hasil langsung dari pekerjaan. Namun, menurut Asep, kinerja ASN tidak boleh berhenti pada tahap tersebut. Pekerjaan harus menghasilkan outcome berupa manfaat yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.

“Pada outcome, ukurannya adalah akuntabilitas. Apa yang kita kerjakan harus bisa dipertanggungjawabkan dan memberikan hasil,” katanya.

Sementara impact menjadi tingkatan yang lebih tinggi. Pada tahap ini, ASN harus memastikan hasil pekerjaan memberikan perubahan dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Jangan hanya mengejar output. Kita harus melihat outcome-nya seperti apa dan impact-nya apa. Ukuran akhirnya adalah manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Untuk menghasilkan impact, Asep menilai setiap program dan kebijakan juga harus memiliki kelayakan atau feasibility. Dengan demikian, kebijakan yang dibuat tidak berhenti pada dokumen atau target administratif, tetapi benar-benar dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat.

Asep juga mengingatkan agar kinerja individu ASN tidak dipandang sebagai pekerjaan yang berdiri sendiri. Kinerja individu harus terhubung dengan sasaran organisasi, kinerja perangkat daerah, pemerintah daerah, pembangunan wilayah hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan melihat pekerjaan kita hanya sebagai pekerjaan individu. Kinerja individu harus terhubung dengan kinerja perangkat daerah, kemudian kinerja pemerintah daerah, pembangunan wilayah dan akhirnya kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Karena itu, pengembangan kompetensi ASN harus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Kompetensi yang perlu diperkuat mencakup kepemimpinan, kemampuan digital dan data, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, inovasi, serta adaptabilitas.

Dalam pembangunan kewilayahan, Asep menilai berbagai persoalan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi. Kolaborasi antarpemerintah daerah, perangkat daerah dan pemangku kepentingan menjadi kebutuhan untuk menyatukan sumber daya dan kewenangan.

“Kolaborasi, sinergi dan orkestrasi merupakan solusi untuk menyelesaikan setiap permasalahan. Kita harus membangun semangat giat bersama dan maju bersama di wilayah kerja Bakorwil Malang,” tegasnya.

BacaJuga :

Dispendukcapil Raih WBBM, Wali Kota Malang Wahyu Minta Pelayanan Terus Ditingkatkan

Bakorwil Malang Dorong Pencegahan Stunting dari Hulu, 9 Daerah Diminta Bergerak

Asep menambahkan, pengelolaan ASN juga perlu bergeser dari sekadar administrasi kepegawaian menuju Human Capital Management berbasis prinsip merit. Kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, integritas dan kebutuhan organisasi harus menjadi dasar dalam pengelolaan ASN.

Pengelolaan tersebut mencakup perencanaan kebutuhan, pengadaan, penempatan, pengembangan kompetensi, karier, kinerja, manajemen talenta hingga suksesi. Seluruh proses tersebut membutuhkan dukungan data ASN yang akurat, mutakhir, terintegrasi dan aman.

Data ASN, kata Asep, tidak hanya berfungsi sebagai basis administrasi, tetapi juga harus dimanfaatkan untuk pemetaan kompetensi, perencanaan kebutuhan pegawai, pengembangan karier, pengelolaan kinerja, talenta, suksesi hingga pengambilan keputusan pimpinan.

Asep berharap rapat koordinasi tersebut tidak berhenti sebagai forum administratif, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen membangun ASN yang sesuai kebutuhan organisasi sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“ASN yang kita bangun harus tepat, kompeten, berkinerja, berintegritas dan melayani. Ketika kita membangun ASN, sesungguhnya kita sedang membangun birokrasi. Dan ketika kita membangun birokrasi, kita sedang membangun daerah,” pungkasnya.

Penguatan kualitas ASN tersebut diharapkan mendorong transformasi manajemen ASN, memperkuat sinergi antarinstansi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah kerja Bakorwil Malang. Pada akhirnya, kinerja birokrasi diukur bukan hanya dari pekerjaan yang selesai, tetapi dari hasil dan manfaat yang dirasakan masyarakat. (wes/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: ASNBakorwil MalangJawa TimurpemerintahanPemprov Jatim

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Bukan Sekadar Layani BBM, Operator SPBU Malang Raya Ditempa soal Karakter

Kebakaran Dapur Gizi RSSA Malang, Kerugian Ditaksir Rp900 Juta

Satreskrim Polres Malang Ungkap 44 Kasus 3C, Raih Peringkat I Polda Jatim

Susur Sungai Bango, Kapolresta Malang Kota Dorong Sinergi Jaga Sumber Air

SSDN P4N Angkatan 70 Bahas Ketahanan Energi di Wonosobo

TransNusa Buka Rute Bali-Phuket Nonstop, Mulai Rp2,3 Juta

Warga Tebuwung Gelar Cendrawasih Bersholawat, Semarakkan HUT RI

FAJI Kota Batu Borong Gelar di Kejurprov Arung Jeram Jatim

Polresta Malang Kota Kawal BBM, Cegah Penimbunan dan Penyalahgunaan

KOPRI PMII Soroti Antrean BBM di Jatim, Minta Distribusi Lebih Optimal

Prev Next

POPULER HARI INI

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

BERITA LAINNYA

Bukan Sekadar Layani BBM, Operator SPBU Malang Raya Ditempa soal Karakter

Kebakaran Dapur Gizi RSSA Malang, Kerugian Ditaksir Rp900 Juta

Satreskrim Polres Malang Ungkap 44 Kasus 3C, Raih Peringkat I Polda Jatim

Susur Sungai Bango, Kapolresta Malang Kota Dorong Sinergi Jaga Sumber Air

SSDN P4N Angkatan 70 Bahas Ketahanan Energi di Wonosobo

TransNusa Buka Rute Bali-Phuket Nonstop, Mulai Rp2,3 Juta

Warga Tebuwung Gelar Cendrawasih Bersholawat, Semarakkan HUT RI

FAJI Kota Batu Borong Gelar di Kejurprov Arung Jeram Jatim

Polresta Malang Kota Kawal BBM, Cegah Penimbunan dan Penyalahgunaan

KOPRI PMII Soroti Antrean BBM di Jatim, Minta Distribusi Lebih Optimal

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved