JAVASATU.COM-MALANG- Murid TK Al-Kautsar Nailun Hamam, Jalan Kalimasada II nomor 5, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang diajak Class Outing ke Blitar Park, Rabu (16/5/2023).

Dengan dipandu 8 guru, sebanyak 80 murid kelas A dan B yang didampingi orang tua masing-masing menuju Blitar Park menggunakan transportasi Kereta Api (KA) sekaligus menjadi pengenalan jenis transportasi darat kepada peserta didik.
Setibanya di Blitar Park, gelak tawa nan riang diperlihatkan para generasi masa depan dikala menjumpai taman bermain air, wahana dan patung serangga raksasa penuh warna. Tak jarang mereka berceloteh sesama teman dan orang tuanya. Swafoto dengan berbagai gaya tak luput dilakukan mereka di lokasi yang instagramable ini.
Kepala TK Al-Kautsar Nailun Hamam, Ning Sujiati, S.Pd mengatakan, kegiatan outing class ini rutin dilakukan. Manfaatnya adalah untuk mengatasi kejenuhan bagi anak didik. Artinya, kejenuhan belajar setiap hari di dalam kelas.
“Selain itu, outing class untuk menanamkan jiwa kebersamaan antar anak didik. Menumbuhkan jiwa sosial pada anak. Sehingga akan memberi pengalaman kepada siswa untuk bersosialisasi dengan dunia luar terutama lingkungan luar sekolah,” terang Sujiati, Rabu (16/5/2023).

Tak hanya itu, kata dia, kegiatan outing class ini menambahkan kedekatan wali siswa dengan para guru. Dampaknya, akan lebih gampang mengetahui potensi anak didik sejak dini.
“Guru dan wali siswa harus mendidik anak selaras dan sejalan, sehingga lebih gampang melihat potensi anak. Guru tugasnya di sekolah, orang tua tugasnya di rumah. Jika selaras hasilnya akan maksimal,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu wali siswa, Dra. Zubaidah, MM menuturkan, kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi perkembangan anak. Anak mendapatkan pembelajar sejak dini cara interaksi sosial di luar kelas sekolah.
“Saya melihat sendiri, anak-anak sangat senang sekali lari ke sana kemari. Bisa berinteraksi langsung dengan temannya di lingkungan luar sekolah. Gurunya pun bertanggung jawab. Hebatnya di TK ini, yang outing class satu siswa, yang mengantar banyak sekali, ada orang tua, kakak saudara-saudaranya,” ungkap perempuan mantan Kadispendik Kota Malang ini.
Ia berharap, outing class ini rutin dilaksanakan, karena sangat bagus untuk perkembangan psikologis anak.

“Pastinya dengan pengawasan yang ketat dari para guru dan orang tua. Outing class ini banyak yang ikut, saya hitung tadi mulai siswa dan pengantarnya mencapai kurang lebih 180 orang,” tukas Zubaidah. (Bam/Arf)