email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Rabu, 7 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Bupati Gresik Minta Kewenangan SMA-SMK Dikembalikan, Soroti UU 23/2014

by Sudasir Al Ayyubi
8 September 2026

JAVASATU.COM- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) meminta kewenangan pengelolaan SMA, SMK, dan SLB dikembalikan kepada pemerintah kabupaten. Menurutnya, kebijakan tersebut diperlukan agar Pemkab Gresik bisa lebih leluasa menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan industri dan menekan angka pengangguran.

Foto: Ist/Javasatu.com

Permintaan itu disampaikan Gus Yani saat membuka Simposium Nasional bertema “Revitalisasi Sekolah Menuju Gresik Berkarya” di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Pemkab Gresik, Selasa (8/9/2026).

“Kenapa kegiatan ini penting dan harus berkelanjutan. Karena, langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan kurikulum pendidikan kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja modern yang dinamis di wilayah Gresik,” ungkapnya.

Gus Yani menyoroti UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pengelolaan pendidikan menengah berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Ketentuan tersebut, menurut dia, membuat pemerintah kabupaten tidak dapat melakukan intervensi secara maksimal terhadap kebijakan SMA, SMK, dan SLB.

“Kami di tingkat kabupaten ingin bertanggung jawab penuh atas masyarakat kami sendiri. Harapannya, regulasi dalam UU 23 Tahun 2014 bisa ditinjau kembali, sehingga kewenangan pengelolaan SMA, SMK, dan SLB dikembalikan ke pemerintah daerah,” ujar Gus Yani.

Menurut Gus Yani, pengembalian kewenangan akan memudahkan Pemkab Gresik mengarahkan program pendidikan sesuai kebutuhan daerah. Untuk lulusan SMA, Pemkab ingin memberikan pengawalan agar siswa memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi favorit.

Sementara untuk SMK, fokus diarahkan pada pembentukan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Hal itu dinilai penting karena Gresik merupakan salah satu kawasan industri yang terus berkembang.

“Padahal, Pemkab Gresik memiliki visi besar untuk melahirkan lulusan SMA yang kompetitif agar mampu menembus perguruan tinggi favorit nasional. Di sisi lain, standardisasi kompetensi lulusan SMK juga menjadi perhatian utama agar para pemuda Gresik tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya industrialisasi daerah,” harapnya.

Gus Yani menilai revitalisasi sekolah vokasi harus berjalan seiring dengan pertumbuhan investasi. Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi harus memastikan kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia optimistis pengelolaan pendidikan yang lebih dekat dengan pemerintah kabupaten akan memperkuat hubungan antara sekolah, pemenuhan fasilitas pendidikan, hingga penyaluran tenaga kerja lokal.

“Melalui program revitalisasi sekolah vokasi ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang adaptif dan melahirkan lulusan yang siap kerja, terampil, serta kompeten di bidangnya. Langkah strategis ini sekaligus menjadi pilar penting Pemkab Gresik dalam mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran secara berkelanjutan,” tegasnya.

Karena itu, Gus Yani juga meminta tenaga pendidik, yayasan, dan manajemen sekolah terus meningkatkan kapasitas. Menurutnya, peningkatan keterampilan diperlukan agar lembaga pendidikan mampu mengikuti perkembangan digitalisasi dan perubahan kebutuhan industri yang berlangsung cepat.

Simposium tersebut juga membahas hubungan langsung antara pertumbuhan investasi dan kesiapan sumber daya manusia (SDM). Salah satu pembicara, External Relation KEK Gresik Rr Ayu Yayuk Dwi Hastuti, mengatakan pertumbuhan investasi harus diikuti kesiapan tenaga kerja, terutama lulusan pendidikan vokasi.

“Dunia vokasi dan industri menjadi satu mata rantai yang harus saling mendukung,” kata Rr Ayu.

Menurut Rr Ayu, KEK Gresik ditetapkan pemerintah dengan mandat utama mendorong hilirisasi manufaktur. Perkembangan tersebut meningkatkan nilai tambah kawasan sekaligus memperbesar kebutuhan industri terhadap talenta dengan kompetensi spesifik.

Karena itu, kebutuhan industri harus diselaraskan dengan standar kompetensi lulusan. Lulusan vokasi, kata dia, tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi harus mempunyai keterampilan yang dapat diterapkan langsung di tempat kerja.

“Investasi menciptakan permintaan baru atas kompetensi, produktivitas dan budaya kerja. Dunia vokasi bertugas menyediakan dan memenuhi kebutuhan talenta dunia industri,” ujarnya.

Pengalaman kerja siswa juga menjadi perhatian. Rr Ayu menilai kesempatan magang dan praktik kerja lapangan (PKL) perlu diperbanyak agar peserta didik memahami standar kerja, kedisiplinan, keselamatan kerja, budaya perusahaan, hingga teknologi yang digunakan industri.

Selain siswa, kompetensi guru vokasi juga perlu diperkuat. Guru dituntut memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri agar materi pembelajaran tidak tertinggal dari kondisi di lapangan.

Kolaborasi industri dan sekolah vokasi, lanjut Rr Ayu, perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pemetaan kebutuhan kompetensi, penyusunan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, hingga penyediaan tempat magang bagi siswa.

Penguatan pendidikan vokasi dinilai tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Pemerintah, dunia pendidikan, dan industri perlu bekerja bersama agar pertumbuhan kawasan industri dan investasi memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Gresik.

Potensi kebutuhan tenaga kerja di KEK Gresik juga cukup besar. Saat pendirian kawasan, KEK Gresik diproyeksikan menyerap sekitar 42 ribu tenaga kerja dalam lima tahun. Hingga 2036, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai 200 ribu orang.

Saat ini terdapat 33 industri di kawasan tersebut. Sebanyak 18 industri telah beroperasi, delapan industri sedang dalam proses pembangunan konstruksi, sedangkan tujuh lainnya masih dalam progres pembangunan.

Dari sisi investasi, nilai investasi di KEK Gresik hingga kuartal II 2026 tercatat sekitar Rp114,4 triliun. Jika ditambah investasi yang masuk sebelum kawasan ditetapkan sebagai KEK sebesar sekitar Rp5 triliun, total investasi terkait kawasan tersebut mencapai sekitar Rp116 triliun.

Investasi tersebut menciptakan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi semakin spesifik. Sejumlah sektor industri di KEK Gresik membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian di bidang metal, energi, logistik, kimia (chemical), hingga elektronika.

“Harapan kami di industri, dunia pendidikan memberi lulusan atau SDM siap kerja yang memiliki kompetensi,” kata Rr Ayu.

BacaJuga :

AGP Gresik 2026 Dorong Guru Kuasai Coding dan AI

Indomobil Foton Serahkan Mobil Listrik ke Politeknik Cristo Re Maumere

Simposium Nasional “Revitalisasi Sekolah Menuju Gresik Berkarya” kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama sejumlah narasumber, di antaranya Dr Suko Widodo, M.Si. dari Pusat Studi Transformasi Sosial UNAIR, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, S.E., M.M., C.B.A. selaku External Relation & SEZ Director, Mochamad Kharis, S.T., M.MT. dari PT Kawasan Industri Gresik, serta Irawan Agustiar, S.T., M.T. dari PT Maspion Industrial Estate.

Hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik Eko Agus Suwandi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto. (bas/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kabupaten Malangpendidikan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

IPPNU Jatim dan BAZNAS Dorong Akses Pendidikan Pelajar Potensial

Denda Rp13,2 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan Kembali ke Negara

Musran Ansor Tebuwung, Khusnul Khuluq Terpilih Ketua

Wakapolres Gresik Cek Pelayanan Polsek Kebomas, Tekankan Layanan Humanis

Si Jago Merah Mengamuk di Kadipaten Majalengka, Tiga Ruko Terbakar

AGP Gresik 2026 Dorong Guru Kuasai Coding dan AI

BNPB Catat Karhutla di 6 Provinsi, 186 Hektare Lahan Gambut Ditangani

Kemarau Panjang Picu Kebakaran di Sumedang, Damkar Tambah Pos dan Armada

OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan

Kapolres Malang Cek MBG Prasmanan, Pastikan Makanan Siswa Aman

Prev Next

POPULER HARI INI

Masyarakat Spiritual Doakan Indonesia, Perkuat Budaya Jawa dari Malang

Si Jago Merah Mengamuk di Kadipaten Majalengka, Tiga Ruko Terbakar

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Pramuka Ambalan KH Anwar Nur MA An-Nur Gelar Bakti Ramadan di Sumbersuko

BERITA LAINNYA

IPPNU Jatim dan BAZNAS Dorong Akses Pendidikan Pelajar Potensial

Denda Rp13,2 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan Kembali ke Negara

Musran Ansor Tebuwung, Khusnul Khuluq Terpilih Ketua

Wakapolres Gresik Cek Pelayanan Polsek Kebomas, Tekankan Layanan Humanis

Si Jago Merah Mengamuk di Kadipaten Majalengka, Tiga Ruko Terbakar

AGP Gresik 2026 Dorong Guru Kuasai Coding dan AI

BNPB Catat Karhutla di 6 Provinsi, 186 Hektare Lahan Gambut Ditangani

Kemarau Panjang Picu Kebakaran di Sumedang, Damkar Tambah Pos dan Armada

OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan

Kapolres Malang Cek MBG Prasmanan, Pastikan Makanan Siswa Aman

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Pramuka Ambalan KH Anwar Nur MA An-Nur Gelar Bakti Ramadan di Sumbersuko

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved