JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengalokasikan anggaran daerah untuk mendukung pendidikan siswa Sekolah Rakyat melalui bimbingan belajar bersama Ruangguru dan pendampingan mengaji. Program tersebut menyasar penguatan akademik, persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta pendidikan keagamaan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, bimbingan belajar melalui program Smart School bersama Ruangguru saat ini diikuti 75 siswa kelas XI. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa sekaligus mempersiapkan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Pemerintah Kabupaten Gresik sangat mendukung program luar biasa dari Presiden Prabowo, yaitu Sekolah Rakyat. Kami berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat diterima secara luas oleh masyarakat karena program ini merupakan salah satu upaya pemberantasan kemiskinan melalui jalur pendidikan,” ujar Ummi, Sabtu (10/10/2026).
Dalam program Smart School, siswa mengikuti pembelajaran selama 90 menit bersama pengajar Ruangguru. Setiap sesi dilengkapi tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.
Pembelajaran dijadwalkan setiap Selasa dan Rabu pukul 19.00–20.30 WIB serta Jumat pukul 10.00–11.30 WIB. Siswa juga memperoleh akses premium Ruang Belajar untuk jenjang SMA dan materi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Fasilitas tersebut mencakup video pembelajaran, latihan soal beserta pembahasannya, serta fitur ADAPTO untuk mendukung proses belajar. Siswa juga mendapatkan akses tes minat dan bakat untuk mengenali potensi diri, minat terhadap mata pelajaran, serta pilihan program studi di perguruan tinggi.
Pemkab Gresik mengupayakan perluasan pendampingan akademik agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak siswa kelas XI dan XII.
Pendampingan Mengaji Dibiayai APBD
Selain bimbingan akademik, Pemkab Gresik membiayai pendampingan keagamaan bagi siswa Sekolah Rakyat jenjang SD, SMP, dan SMA melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kegiatan mengaji dilaksanakan lima kali dalam sepekan dengan melibatkan guru mengaji, pengajar tahfiz Al-Qur’an, dan imam masjid. Dinas Sosial Kabupaten Gresik juga menyediakan khatib salat Jumat yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Kepala Sekolah Rakyat Gresik Rangga Pratama mengatakan, program pendidikan di sekolah tersebut mencakup tiga bidang utama, yakni akademik, kesiswaan, dan keasramaan. Siswa juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan prestasi.
“Program bersama Ruangguru ini diinisiasi oleh Pemkab Gresik untuk meningkatkan kompetensi siswa, mempersiapkan mereka menghadapi TKA, serta mendukung mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kami berharap potensi anak-anak dapat dipetakan sejak dini sehingga setelah lulus, mereka lebih mudah menentukan arah masa depan,” ungkap Rangga.
Menurut Rangga, dukungan pemerintah daerah memperluas pendampingan siswa, mulai dari pembelajaran akademik hingga pengembangan diri dan kegiatan keagamaan.
Pemkab Siapkan Lahan 6,5 Hektare
Ummi menjelaskan, dukungan Pemkab Gresik terhadap Sekolah Rakyat juga diwujudkan melalui penyediaan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Raci Tengah.
Pemkab Gresik turut melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjangkau calon siswa dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan 2 melalui kunjungan dari rumah ke rumah.
Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Gresik dibangun dengan anggaran sekitar Rp250 miliar. Pada 30 Agustus 2026, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gresik menerima 270 siswa baru, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Saat ini, Sekolah Rakyat Gresik menampung total 405 siswa, termasuk 75 siswa lama dan 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan. Pada jenjang SMA, kegiatan pembelajaran berlangsung untuk kelas X dan XI, sedangkan kelas XII belum memiliki siswa. (bas/arf)