JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, Jawa Barat, mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui program revitalisasi 179 sekolah. Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan sarana dan prasarana, tetapi juga diharapkan mendukung proses belajar yang lebih nyaman dan interaktif bagi siswa.

Salah satu sekolah yang telah menyelesaikan pembangunan dan rehabilitasi melalui program tersebut adalah SDN Majalengka Wetan VII. Sekolah ini mendapat anggaran Rp1,127 miliar untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan rehabilitasi sejumlah bangunan.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, meninjau hasil pembangunan sekaligus melihat penerapan pembelajaran interaktif di sekolah tersebut, Jumat (16/10/2026).
Kunjungan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, serta Kepala BBPMP Jawa Barat, Hj. Komalasari, yang mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Eman mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan sarana pendidikan di Majalengka. Menurutnya, fasilitas yang aman dan nyaman menjadi salah satu penunjang kegiatan belajar mengajar.
Ia juga mengingatkan agar fasilitas yang telah dibangun dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang. Eman berharap program revitalisasi berlanjut agar semakin banyak sekolah di Majalengka memperoleh fasilitas pendidikan yang layak.
Kepala Bidang Sekolah Dasar, H. Joko Setiyono, menjelaskan anggaran Rp1,127 miliar untuk SDN Majalengka Wetan VII digunakan membangun ruang kelas baru dan merehabilitasi sejumlah bangunan sekolah.
Peningkatan fasilitas tersebut diharapkan memberi kenyamanan bagi siswa dan tenaga pendidik. Selain sarana fisik, penerapan metode pembelajaran interaktif juga menjadi perhatian untuk meningkatkan keterlibatan siswa selama kegiatan belajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, menyebut program revitalisasi sebagai bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sektor pendidikan.
“Ini merupakan bukti nyata bahwa negara dan pemerintah daerah hadir bersama-sama membangun sektor pendidikan yang menjadi salah satu prioritas di Kabupaten Majalengka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBPMP Jawa Barat, Hj. Komalasari, menegaskan revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang layak untuk mendukung pembelajaran berkualitas.
Ia meminta warga sekolah memanfaatkan dan memelihara fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan secara optimal.
Pemkab Majalengka akan berkoordinasi dengan BBPMP Jawa Barat dan Kemendikdasmen untuk mengusulkan sekolah lain yang membutuhkan perbaikan pada tahun anggaran berikutnya. Langkah ini ditujukan untuk memperluas pemerataan fasilitas pendidikan di wilayah Majalengka. (eko/arf)