JAVASATU.COM– Ada pemandangan berbeda dalam gelaran Bazar TNI di Makodim 0617/Majalengka, Selasa (22/9/2026). Di tengah keramaian ratusan warga yang berburu aneka produk UMKM, sosok Komandan Kodim (Dandim) 0617/Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto justru menjadi perhatian.
Bukan karena seremoni atau atribut kedinasannya, melainkan karena sikapnya yang terlihat begitu dekat dengan masyarakat.

Mengenakan seragam dinas, Letkol Inf Rendra berkeliling dari satu stan ke stan lainnya. Ia menyapa pedagang, berbincang dengan pengunjung, hingga melihat langsung berbagai produk UMKM yang dipamerkan dalam bazar menyambut HUT ke-81 TNI tersebut.
Suasana pun terasa cair. Tidak tampak jarak antara seorang perwira TNI dengan warga yang datang menikmati bazar.
Momen yang cukup menarik perhatian terjadi ketika Dandim mendatangi stan pengrajin Tenun Gadod, kain tradisional khas Majalengka yang berasal dari Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja.
Di stan tersebut, Letkol Inf Rendra tidak sekadar melihat-lihat produk. Ia tampak berbincang langsung dengan para pengrajin sembari menyimak penjelasan mengenai kain tradisional tersebut.
Bahkan, Dandim terlihat merangkul para pengrajin dalam suasana penuh keakraban.
Momen tersebut sontak menarik perhatian pengunjung. Sejumlah warga pun mengabadikan interaksi tersebut menggunakan kamera ponsel.
Bagi sebagian warga, pemandangan itu menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana hubungan antara TNI dan masyarakat dibangun melalui interaksi langsung, bukan hanya dalam kegiatan formal.
Bazar TNI sendiri digelar di Makodim 0617/Majalengka, Jalan KH Abdul Halim Nomor 403, Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat.
Saat ditemui di sela kegiatan, Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto mengaku bangga melihat beragam produk lokal yang ditampilkan para pelaku UMKM Majalengka.
Ia secara khusus memberikan apresiasi terhadap keberadaan Tenun Gadod yang menurutnya merupakan salah satu kekayaan budaya lokal yang perlu terus dikenalkan dan didukung.
“TNI lahir dari rakyat dan ada untuk rakyat. Momen Bazar HUT TNI ini bukan sekadar pameran, tetapi wadah untuk kita saling merangkul dan mengangkat potensi lokal,” ujar Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto.
Menurutnya, keberadaan produk seperti Tenun Gadod menunjukkan bahwa Majalengka memiliki potensi ekonomi sekaligus budaya yang layak mendapatkan perhatian.
“Tenun Gadod dari Nunuk Baru ini luar biasa, warisan budaya yang harus kita banggakan dan dukung bersama agar ekonominya terus bangkit,” katanya.
Interaksi sederhana tersebut menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian dalam pelaksanaan bazar.
Keramahan Dandim saat menyapa para pelaku UMKM dan warga juga mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir.
Di tengah hiruk-pikuk bazar, pertemuan antara Dandim dengan para pengrajin Tenun Gadod akhirnya menjadi gambaran lain dari semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, dibangun melalui sapaan, obrolan, serta dukungan terhadap potensi ekonomi dan budaya masyarakat setempat. (eko/arf)