email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 31 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Ananda Sukarlan: Tembang Puitik dan Tantangan Kecerdasan Buatan

by Redaksi Javasatu
28 Januari 2025

JAVASATU.COM- Komponis dan pianis Ananda Sukarlan, yang dikenal sebagai tokoh utama Indonesia dalam genre Tembang Puitik, terus menorehkan prestasi dengan menciptakan lebih dari 500 karya berbasis puisi dari berbagai bahasa, termasuk Spanyol, Inggris, dan Indonesia.

Komponis & Pianis Ananda Sukarlan bicara tentang kehadiran teknologi AI terhadap perkembangan musik klasik di Indonesia. (Foto : Ist/Kir/Lasman)

Meski menyandang Asperger’s Syndrome, Ananda aktif berkarya dan akan menggelar talkshow serta konser bertema disabilitas dan musik pada 20 Februari mendatang. Acara ini diselenggarakan oleh Rotary Club, di mana Ananda adalah anggota kehormatan.

Dalam wawancara eksklusif dengan Kontributor Lasman Simanjuntak, Ananda membahas peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia musik, khususnya genre tembang puitik.

Tembang Puitik dan AI

Menurut Ananda, AI masih belum mampu mendalami proses kreatif tembang puitik, yang berbeda dengan musikalisasi puisi pada umumnya.

“Tembang puitik itu menganalisa metafora dari karya sastra dan melukiskannya lewat musik, bukan hanya memberi irama atau akord seperti dalam musik pop,” jelasnya, Senin (27/1/2025).

Ananda menekankan bahwa musik dan puisi memiliki kesamaan, yaitu sama-sama berusaha melukis hal yang tidak terlihat.

“Musik itu selalu puitis, dan puisi itu selalu musikal. Contohnya adalah karya Sapardi Djoko Damono yang begitu metaforis, seperti ‘subuh ini/ kau menjelma langit/ yang semalaman/ tak memejamkan mata.’ Musiklah yang bisa melukisnya,” ujarnya.

BacaJuga :

IYE Nilai Pernyataan Gatot soal Kapolri Tak Berdasar, Tegaskan Loyalitas ke Prabowo

Manzone dan Minimal Luncurkan Koleksi Sarimbit Lebaran 2026 

Ketika ditanya apakah AI mampu memahami kedalaman metafora, Ananda ragu.

“Keindahan dan kedalaman artistik itu bukan untuk dimengerti, tapi untuk dirasakan. AI itu ‘I’-nya Intelligence, bukan Emotion,” tegasnya.

Kelebihan dan Kelemahan AI

Ananda mengkritisi bagaimana manusia menggunakan kecerdasan alamiah mereka.

“Kecerdasan natural kita malah sering digunakan untuk konflik. Lalu kita menciptakan AI, dan menjadi terlihat pintar dengan teknologi itu. Namun, AI juga mengambil alih banyak pekerjaan, hingga membuat kita terlihat semakin bodoh,” katanya sambil bercanda.

Ia menambahkan bahwa AI bisa menjadi ancaman jika tidak digunakan dengan bijak.

“Kita cukup pintar untuk menciptakan AI, tetapi cukup bodoh untuk tidak menyadari apakah kita benar-benar membutuhkannya atau tidak,” tambahnya.

Etika dalam Penggunaan AI

Ketika membahas etika dalam penggunaan AI untuk seni, Ananda menegaskan pentingnya kejujuran.

“Jika menggunakan AI lalu mengklaim karya tersebut sebagai milik kita, itu tidak jujur, tidak etis, dan jauh dari idealisme seni. Itu hasil kerja mesin, bukan karya kita,” ujarnya.

AI dan Musik Klasik

Ananda optimis bahwa AI tidak akan mengancam dunia musik klasik, setidaknya untuk saat ini.

“Musik klasik membutuhkan intuisi artistik, bukan hanya logika. AI tidak bisa menangkap metafora, karena itu adalah ranah rasa, bukan logika. Namun, AI sangat membantu dalam aspek praktis kehidupan seniman,” jelasnya.

Pandangan tentang Masa Depan AI

Ketika ditanya tentang masa depan AI, Ananda memilih untuk tidak berspekulasi.

“Perkembangan AI sangat cepat, bahkan kecerdasannya bisa jauh melampaui manusia. Saya tidak berani menjawab soal masa depan AI,” tutupnya. (Arf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

AKP Yulistiana Pimpin Satres PPA-PPO Polres Malang

Lima Jabatan Kepala OPD Kosong di Pemkab Malang, BKN Hanya Restui Tiga

BLK Karoseri Jenggolo Cetak Bos, Bukan Buruh

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

Harlah ke-103 NU, Ranting Tebuwung Gresik Resmikan Kantor Baru

Angkat Tema LDR, Verenathania dan Dirga Tertadana Rilis Single City Pop “Closer”

180 Atlet Berebut Tiket SEA Games 2026 di Seleknas Taekwondo Cibubur

Saat Remaja Lain Tawuran, Pendekar NU di Dukun Pilih Adu Teknik di Arena Resmi

IYE Nilai Pernyataan Gatot soal Kapolri Tak Berdasar, Tegaskan Loyalitas ke Prabowo

Berstatus Cagar Budaya, Eks Asrama VOC Gresik Dibongkar, Siapa Bertanggung Jawab?

Prev Next

POPULER HARI INI

IYE Nilai Pernyataan Gatot soal Kapolri Tak Berdasar, Tegaskan Loyalitas ke Prabowo

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Malang City Football Academy Cari Bibit Muda Sepak Bola, Anak Putri Bisa Ikut

Wali Kota Batu Terima Peserta Sagasatu SRMP 14, Kenalkan Pemerintahan

MA Putuskan Jual Beli Tanah Polinema Sah, Direktur Akui Kuasai Lahan yang Disita Kejati Jatim

BERITA LAINNYA

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

180 Atlet Berebut Tiket SEA Games 2026 di Seleknas Taekwondo Cibubur

IYE Nilai Pernyataan Gatot soal Kapolri Tak Berdasar, Tegaskan Loyalitas ke Prabowo

Manzone dan Minimal Luncurkan Koleksi Sarimbit Lebaran 2026 

OPINI: Dari Viral ke Kebijakan, Momentum Reformasi Perlindungan Guru

Zyta Delia Ramaikan Shopee 2.2 Ramadan Fashion Sale dengan Koleksi Terbaru

Panglima TNI Lantik 260 Perwira Prajurit Karier Progsus Tahun 2026

Wali Kota Kediri Motivasi Pelaku UMKM di Pelatihan Pemasaran Digital

Kodim Blora Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-80 Persit KCK

Kota Kediri Optimalkan UMKM dan Inflasi untuk Kemandirian Ekonomi 2026

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kapolres Gresik Beri Penghargaan 63 Personel Berprestasi, 51 Terima Satyalancana

Prof Ahmad Barizi Soroti “Erosi Epistemik” AI: Kebenaran dan Keilmuan Terancam

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

IYE Nilai Pernyataan Gatot soal Kapolri Tak Berdasar, Tegaskan Loyalitas ke Prabowo

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d