Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Asih Mring Sesami Jelajah Hingga Paku Tanah Jawa

Fathur Rohman by Fathur Rohman
8 September 2020

Javasatu,Malang- Paguyuban Asih Mring Sesami (AMS) memiliki padepokan di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Paguyuban ini menggelar tur religi jilid III, dengan rute Blitar, Magelang, dan Wonosobo.

Diketahui, paguyuban ini dipimpin oleh seorang wanita bernama Puji Rahayu Setyaningsih yang merupakan putri dari Eyang Handoko Kusumo atau lebih dikenal dengan sebutan Eyang Wali sang pendiri padepokan tersebut.

Bersama puluhan anggotanya, ia menggelar tur religi yang bertujuan untuk lebih memahami asal usul Tanah Jawa, agar bisa melestarikan jejak para leluhur.

“Iya untuk tur religi jilid tiga ini, agar kita semua bisa memahami dan melestarikan apa yg sudah ditinggalkan oleh leluhur, supaya generasi kedepan dapat mengetahui, belajar dan melestarikan adat dan sejarah sebagaimana menjadi orang jawa sesungguhnya” jelas Puji.

ADVERTISEMENT

Di hari pertama, Sabtu (5/9) pukul 16.00 WIB, rombongan berangkat dari padepokan menuju makam Eyang Wali Handoko Kusumo yang berada di Desa Babadan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

“Ziarah dulu ke makam ayah sebelum melakukan perjalanan” tutur Puji.

Setelah melakukan ziarah sekitar 1 jam, usai melakukan salat maghrib, rombongan bergegas melanjutkan perjalanan.

Minggu (6/9) pukul 04.30 WIB, rombongan tiba di Kabupaten Wonosobo. Lokasi pertama yang mereka kunjungi adalah Gunung Dieng.

“Nah, pagi ini kita tiba di Gunung Dieng, di sini terdapat sebuah goa yang dipercaya sebagai tempat pertapaan Eyang Semar yang diberi nama Goa Semar” tutur Puji kepada rombongannya.

Rombongan berjalan menuju situs yang mereka tuju, namun sedikit mendapat kendala. Goa Semar yang akan mereka kunjungi ditutup untuk umum karena pandemi.

“Kita tidak beruntung, situs ditutup sudah 5 bulan lalu, akibat pandemi” ucap Puji.

Namun, dengan tekad bulat dan niat baik, hanya Puji bersama sang suami, Bakir Barada bisa masuk dengan mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan pihak pengelola.

“Utamanya jaga jarak tidak berkerumun, karena yang masuk saya dan suami” jelasnya.

Selanjutnya, tak jauh dari Goa Semar, rombongan mengunjungi Kawah Sikidang, menurut Puji, Kawah Sikadang menyimpan banyak legenda.

“Kawah Sikidang ini adalah tempat yang mempunyai legenda Pangeran Kidang Harungan. Tempat ini juga biasa dilakukan Larungan Rambut Gimbal yang sudah lama dilakukan oleh warga setempat” terang Puji kepada rombongannya.

Beberapa jam mereka menghabiskan waktu ditempat tersebut, dilanjutkan menuju Candi Arjuno yang terletak di perbatasan antara Wonosobo dan Banjarnegara.

Dikatakan Puji kepada rombongannya, Candi Arjuno adalah candi hindu pertama yang dibangun di tanah jawa.

“Candi ini (arjuno, red) masih sangat utuh dibandingkan dengan bangunan Candi Semar dan Candi Sembrada” kata Puji.

Jelajah Paku Tanah Jawa

Usai menjelajah dibeberapa wisata religi Kabupaten Wonosobo, rombongan menuju ke Kota Magelang tepatnya di Gunung Tidar.

Rombongan AMS saat berada di Gunung Tidar, Kota Magelang. (Foto: AMS)

Diketahui Gunung Tidar adalah sebuah gunung yang menjulang di tengah Kota Magelang, Jawa Tengah dan memiliki tinggi 503 Mdpl. Walaupun tidak setinggi gunung-gunung lain yang ada di Pulau Jawa, Gunung Tidar memiliki sejarah tentang tanah jawa.

Di gunung tidar terdapat petilasan Eyang Semar dan makam Syekh Subakir, serta ditancapkannya Paku Tanah Jawa, konon katanya sebagai penyeimbang tanah jawa.

“Selain itu ada makam Kyai Sepanjang, yang memiliki panjang sekitar 7 meter. Dan di puncak gunung ada makam Pangeran Purboyo” jelas Puji.

Di hari ketiga rombongan kembali menuju ke Malang. Puji berharap, bisa istiqomah untuk silaturrahmi ke leluhur tanah jawa. (Far/Saf)

Foto: AMS

1 of 28
- +

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

Previous Post

Bawaslu Kabulkan Gugatan Malang Jejeg, Peluang Daftar Pilbup Terbuka Lebar

Next Post

Tragedi Berdarah RSI Unisma, Empat Meninggal Dunia Enam Kritis

Related Posts

Mulai 1 September, Penerbangan TransNusa Singapura Beroperasi di Changi Terminal 4
Biz News

Mulai 1 September, Penerbangan TransNusa Singapura Beroperasi di Changi Terminal 4

31 Agustus 2026
TransNusa Buka Jakarta-Bangkok, Bisa Lanjut ke Banyak Destinasi Dunia
Biz News

TransNusa Buka Jakarta-Bangkok, Bisa Lanjut ke Banyak Destinasi Dunia

9 Agustus 2026
TransNusa Buka Rute Manado-Ternate, Terbang Dua Kali Sehari
Biz News

TransNusa Buka Rute Manado-Ternate, Terbang Dua Kali Sehari

3 Agustus 2026
TransNusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur, Jakarta Terbang Tiga Kali Sehari
Biz News

TransNusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur, Jakarta Terbang Tiga Kali Sehari

30 Juli 2026
TransNusa dan STB Hadirkan Promo Tiket Pesawat ke Singapura dan Paket Fly-Cruise
Biz News

TransNusa dan STB Hadirkan Promo Tiket Pesawat ke Singapura dan Paket Fly-Cruise

21 Juli 2026
TransNusa Buka Rute Jakarta-Bangkok, Tambah Penerbangan ke Wakatobi dan Waingapu dari Bali
Biz News

TransNusa Buka Rute Jakarta-Bangkok, Tambah Penerbangan ke Wakatobi dan Waingapu dari Bali

7 Juli 2026
Next Post
Tragedi Berdarah RSI Unisma, Empat Meninggal Dunia Enam Kritis

Tragedi Berdarah RSI Unisma, Empat Meninggal Dunia Enam Kritis

Comments 1

  1. Ping-balik: Warga Kesamben Blitar Selamatan Usir 'Pagebluk Mayangkoro' di Malam 1 Suro - Javasatu
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com