email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Jumat, 20 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Piknik Bebas Plastik 2024, Menggugah Kesadaran Publik Terhadap Polusi Plastik di Indonesia

by Sudasir Al Ayyubi
29 Juli 2024
ADVERTISEMENT

JAVASATU.COM- Kegiatan Pawai Bebas Plastik tahun ini hadir dengan nuansa berbeda melalui acara ‘Piknik Bebas Plastik’. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan longmarch di car free day DKI Jakarta, acara kali ini menyuguhkan berbagai kegiatan seperti workshop, talkshow, pameran, dan pertunjukan seni.

(Foto: Istimewa)

Masalah polusi plastik yang semakin parah di Indonesia menjadi latar belakang utama penyelenggaraan Piknik Bebas Plastik. Polusi plastik tidak hanya terjadi di daratan, tetapi juga sudah mencemari ekosistem perairan seperti sungai dan laut. Penelitian terbaru bahkan mengungkapkan bahwa mikroplastik telah masuk ke ekosistem udara, mengancam kesehatan makhluk hidup termasuk manusia.

“Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik yang dihasilkan dari fragmentasi plastik utuh telah mengganggu kesehatan manusia melalui rantai makanan. Mikroplastik telah ditemukan dalam janin, plasenta, sperma, darah, feses, jantung, dan hati manusia. Selain mikroplastik, senyawa kimia seperti dioksin, bisphenol A (BPA), ftalat, timbal, merkuri, dan cadmium dari pembakaran plastik dapat menyebabkan penyakit kronis seperti kanker dan gagal ginjal,” Rafika Aprilianti, S.Si, Kepala Laboratorium ECOTON Gresik, Jawa Timur, Senin (29/07/2024).

Melihat dampak serius polusi plastik, kata dia, diperlukan gerakan bersama dan kolaborasi dari semua pihak untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mulai dari produksi hingga konsumsi.

“Jika upaya bersama ini dilakukan, target pengurangan sampah plastik sebesar 70 persen di Indonesia pada tahun 2025 bisa tercapai,” kata dia menegaskan.

Menurut Ibar Akbar, Plastics Project Leader Greenpeace Indonesia, tanggung jawab produsen atas sampah plastik sangat diperlukan, tidak hanya fokus pada hilir tetapi juga hulu ketika plastik pertama kali diproduksi.

“Saat ini baru 18 produsen yang mengimplementasikan Permen LHK no 75 tahun 2019 tentang peta jalan pengurangan sampah oleh produsen. Jumlah ini masih sedikit dibandingkan jumlah produsen di Indonesia dan tidak ada transparansi serta capaian dari peta jalan pengurangan sampah,” bebernya.

BacaJuga :

PWI Gresik Tanam Pohon di Bantaran Kali Lamong, Pemkab Apresiasi Upaya Mitigasi Banjir

Sertijab Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pamit Setelah Setahun Bertugas

Abdul Ghofar, Manajer Kampanye Polusi dan Urban Walhi, menambahkan, perlu solusi mengatasi krisis sampah plastik dari awal produksi dengan mengurangi produksi plastik di hulu.

“Inisiatif yang hanya berfokus pada pengurangan sampah di hilir tidak akan efektif jika produksi plastik terus meningkat,” ujarnya.

Sebab itu, BRUIN (Badan Riset Urusan Sungai Nusantara) turut memanfaatkan momen Piknik Bebas Plastik 2024 untuk memaparkan temuan tentang kebocoran sampah plastik di Indonesia. Hasil riset dan studi sensus sampah plastik di 13 provinsi pada tahun 2022-2023 di 64 lokasi ditampilkan melalui alat peraga manekin manusia yang dibungkus sampah plastik.

Muhammad Kholid Basyaiban, Koordinator Sensus Sampah Plastik BRUIN, mengungkapkan, lima manekin terbungkus sampah plastik menggambarkan lima polluter plastik terbesar yang ditemukan di lingkungan. Polluter terbesar adalah kemasan tanpa merek (unbranded), disusul oleh Wings, Unilever, Indofood, dan Mayora.

“Kami juga mengajak pengunjung memboikot produk kemasan dari lima polluter tersebut untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai,” tegasnya.

Adithiyasanti Sofia, Manager Komunikasi Dietplastik Indonesia, menjelaskan, Piknik Bebas Plastik menjadi contoh acara publik yang menggunakan protokol guna ulang.

“Protokol ini mengharuskan peserta tidak menggunakan kemasan plastik sekali pakai dalam praktik tenant makanan dan minuman serta para pengunjung. Ini membuktikan bahwa masyarakat bisa melakukan praktek guna ulang,” ucapnya menjelaskan.

Perlu diketahui, Pawai Bebas Plastik merupakan bagian dari kampanye nasional dan global #PlasticFreeJuly yang berfokus pada pengurangan penggunaan plastik sekali pakai pada bulan Juli. Inisiator kegiatan ini termasuk Indorelawan, WALHI, Greenpeace Indonesia, Divers Clean Action, Dietplastik Indonesia, Econusa, Pandu Laut, dan Pulau Plastik. Pawai Bebas Plastik mengajak organisasi, komunitas, dan masyarakat untuk bergabung dalam gerakan ini di berbagai kota, bersama-sama menyerukan penghentian krisis plastik. (Sir/Nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: BRUINEcotonEcoton GresikPolusi Plastik

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

TNI dan Warga Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Sumber Blora

Perkuat Ketahanan Pangan, Puncak Jaya Bangun Lumbung

Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan Timur Nunukan, Pilot Tewas

Kasus Rp500 Juta Mandek 16 Bulan di Polresta Malang Kota

Polres Gresik Tangkap Residivis, 51 Gram Sabu Siap Edar Disita

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

Jatim Half Marathon Batal, 1.268 Pelari Merugi Rp 383 Juta

Warga Nahdliyin Tebuwung Megengan Sambut Ramadan

Sengketa Lahan WTP dan Supit Urang Malang Diseret ke Ombudsman hingga KPK

MUI Kecamatan Gresik Temui Camat, Bahas Program Ramadan hingga Perkuat Sinergi

Prev Next

POPULER HARI INI

Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan Timur Nunukan, Pilot Tewas

TNI dan Warga Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Sumber Blora

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Perkuat Ketahanan Pangan, Puncak Jaya Bangun Lumbung

BERITA LAINNYA

TNI dan Warga Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Sumber Blora

Perkuat Ketahanan Pangan, Puncak Jaya Bangun Lumbung

Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan Timur Nunukan, Pilot Tewas

Jatim Half Marathon Batal, 1.268 Pelari Merugi Rp 383 Juta

DLHKP Kota Kediri Bersihkan Cagar Budaya Jembatan Lama dari Tumpukan Sampah

Ananda Sukarlan: Musik Bikin Dunia Lebih Masuk Akal di Hari Asperger 2026

GIBM Buka Rekrutmen Nasional, Ormas Anti-Korupsi dari Blitar

Hilal Tak Terlihat di Pasuruan, 1 Ramadan 2026 Jatuh pada 19 Februari

Polda Jateng Perketat Pengamanan Imlek 2026 Lewat KRYD

Prof Ahmad Barizi Dorong Pesantren Sumenep Cetak Muslim Kamil di Era Digital

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Yayasan Diduga Lakukan Kecurangan, Warga Demo SPPG Bandar Lor Kediri

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved