Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Desember Kelabu: Dua Pekerja Migran Asal Kabupaten Malang Meninggal Dunia

Syaiful Arif by Syaiful Arif
26 Desember 2024

JAVASATU.COM-MALANG- Malang dirundung duka di penghujung tahun 2024. Dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malang dilaporkan meninggal dunia dalam bulan Desember ini.

Jenazah Irianto tiba di rumah duka di Pakisaji Malang pada Kamis (26/12/2024) pukul 05.30 WIB. (Foto: Tim Javasatu.com)

Kasus pertama adalah Irianto (29), warga Pakisaji, yang menghembuskan napas terakhirnya di Korea Selatan akibat sakit. Jenazahnya tiba di rumah duka pada Kamis (26/12/2024) pagi.

Saat dikonfirmasi, Anggota DPRD Kabupaten Malang, Ahmad Andi, menjelaskan bahwa Irianto baru tiba di Korea pada 17 Desember 2024 melalui program re-entry. Saat dijemput oleh perusahaan, ia mengeluh tidak enak badan. Kondisinya memburuk keesokan harinya dan ia meninggal dunia di Rumah Sakit Jeonbuk National University Hospital pada pukul 19.00 waktu setempat. Proses pemulangan jenazah yang memakan waktu hingga sembilan hari menjadi sorotan.

“Pemulangan jenazah yang terlalu lama ini perlu menjadi perhatian serius. Pemerintah, khususnya BP2MI dan Disnaker, juga harus lebih ketat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan calon PMI agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Ahmad Andi.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya itu, kabar duka lainnya datang dari seorang PMI perempuan asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang Selatan, yang meninggal dunia di Singapura tiga minggu lalu. Ahmad Andi berharap pemerintah segera mengevaluasi sistem pengiriman pekerja migran untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka.

Kasus ini menjadi pengingat pahit akan risiko yang dihadapi para PMI saat bekerja di luar negeri, terutama ketika perlindungan dan pemeriksaan kesehatan dianggap masih kurang maksimal. Desember 2024 menjadi bulan penuh duka bagi keluarga para PMI dan masyarakat Kabupaten Malang. (Saf)

Tags: Pekerja Migran Indonesia
Previous Post

Tinjau SPKLU Bandung, Dirut PLN Pastikan Seluruh Infratruktur EV Siap Layani Masyarakat 24 Jam

Next Post

Mahasiswa UQ Pelajari Pengelolaan Lazisnu di MWCNU Dukun

Related Posts

FASI XIII Gresik Diikuti 620 Santri, Jadi Ajang Pembinaan Generasi Qurani
Berita

FASI XIII Gresik Diikuti 620 Santri, Jadi Ajang Pembinaan Generasi Qurani

26 Oktober 2026
Wali Kota Malang Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat
Berita

Wali Kota Malang Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat

25 Oktober 2026
BRI Tegaskan Zero Tolerance Fraud dalam Kasus KUR Fiktif Kepanjen
Berita

BRI Tegaskan Zero Tolerance Fraud dalam Kasus KUR Fiktif Kepanjen

25 Oktober 2026
Haul Ponpes Bumi Aswaja Gresik, JRA Gelar Pengobatan Gratis
Berita

Haul Ponpes Bumi Aswaja Gresik, JRA Gelar Pengobatan Gratis

25 Oktober 2026
Gus Salam Kumpulkan Alumni Ponpes Denanyar di Gresik, Perkuat Silaturahmi
Berita

Gus Salam Kumpulkan Alumni Ponpes Denanyar di Gresik, Perkuat Silaturahmi

25 Oktober 2026
PKL Sumberbrantas Batu Bentuk Paguyuban Berbadan Hukum
Berita

PKL Sumberbrantas Batu Bentuk Paguyuban Berbadan Hukum

25 Oktober 2026
Next Post
Mahasiswa UQ Pelajari Pengelolaan Lazisnu di MWCNU Dukun

Mahasiswa UQ Pelajari Pengelolaan Lazisnu di MWCNU Dukun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com