JAVASATU.COM- Sebanyak 125 pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, membentuk Paguyuban PKL Sumber Rejeki yang telah memiliki legalitas organisasi. Paguyuban ini diharapkan menjadi wadah koordinasi pedagang untuk mendukung penataan lapak, kebersihan, dan pengembangan kawasan kuliner.

Peluncuran dan pengukuhan paguyuban digelar Minggu (25/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu. Kegiatan tersebut dihadiri pedagang, warga, serta sejumlah unsur pemerintah setempat.
Ketua Umum Pelaku Usaha Satu Atap Kota Batu, Ferianto, mengatakan Paguyuban PKL Sumber Rejeki telah memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), serta terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
“Paguyuban ini memiliki legalitas resmi dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), telah terdaftar di Bakesbangpol, serta diakui secara sah oleh Pemerintah Kota Batu. Dengan diluncurkannya paguyuban ini, organisasi para PKL memiliki kedudukan hukum yang kuat,” ujar Ferianto.
Menurut Ferianto, keberadaan paguyuban diharapkan memudahkan koordinasi antarpedagang sekaligus mendukung penataan lapak agar lebih rapi dan bersih. Ia juga mengajak PKL di kawasan Sumberbrantas bergabung agar kegiatan usaha dapat terdata dan terorganisasi.
Ferianto menyebut paguyuban tersebut mendapat dukungan dari Kepala Desa Sumberbrantas Saniman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto. Dalam struktur organisasi, Heli Suyanto disebut ditunjuk sebagai dewan penasihat, sedangkan sejumlah anggota DPRD Kota Batu turut menjadi pelindung.
Sekretaris Pelaku Usaha Satu Atap Kota Batu, Riadi Kurniawan, mengatakan legalitas organisasi berpeluang membuka kerja sama dengan instansi terkait, termasuk untuk mendukung kebutuhan pedagang.
“Misalnya butuh dana, butuh gerobak, bisa mendapat bantuan. Mereka bisa berkolaborasi dalam penataan PKL yang serasi dan rapi. Mereka butuh perhatian, dan mitra kerja bisa mendukung,” kata Riadi.
Camat Bumiaji, Thomas Maydo, yang hadir dalam acara tersebut, menekankan perlunya pembenahan tata ruang lapak. Ia meminta pedagang menata tempat usaha sesuai ketentuan agar kawasan lebih tertib, bersih, dan nyaman.
“Saya menekankan aspek penataan ruang yang masih perlu diperbaiki. Lapak yang belum tertata baik segera ditata ulang dan dirapikan sesuai ketentuan yang berlaku. Keberadaan paguyuban ini harus menjadi sarana mewujudkan kawasan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman,” ujar Thomas.

Perlu diketahui, kawasan usaha Sumberbrantas membentang sekitar delapan kilometer, mulai dari jalan provinsi di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, hingga Canggar, Desa Sumberbrantas.
Wilayah yang berada pada ketinggian sekitar 1.400–2.000 meter di atas permukaan laut itu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan kuliner.
Peluncuran paguyuban juga diramaikan dengan gerak jalan sehat sejauh empat kilometer mengelilingi sejumlah dusun di Desa Sumberbrantas.
Panitia turut membagikan hadiah undian, antara lain mesin genset pertanian, kompor gas, dan televisi. (yon/arf)





