JAVASATU.COM- Punguan Silauraja Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV di Hotel Tunjungan, Surabaya, pada 23–25 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat persatuan empat marga keturunan Silauraja sekaligus merumuskan program pengembangan ekonomi kreatif menuju Indonesia Emas 2045.

Empat marga yang tergabung dalam Punguan Silauraja Indonesia meliputi Malau Raja, Manik Raja, Ambarita Raja, dan Gurning Raja. Rakernas dibuka Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak pada Sabtu (24/10/2026).
Dalam sambutannya, Emil mengapresiasi kontribusi Punguan Silauraja Indonesia dalam pembangunan di Jawa Timur.
“Selamat datang di Surabaya kepada semua peserta Rakernas yang perwakilannya datang dari seluruh Indonesia. Dan terima kasih kepada Punguan Silauraja Indonesia sudah ikut berkontribusi dalam pembangunan Jawa Timur,” ujar Emil di hadapan peserta Rakernas.
Rakernas IV mengusung tema “Sada lulu Anak sisada lulu Boru dalam Mambangun Ekonomi Kreatif Silauraja Menuju Indonesia Emas 2045”.
Forum tersebut dihadiri pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari berbagai wilayah Indonesia, dewan penasihat, pengawas, kehormatan, pakar tingkat nasional, serta perwakilan perkumpulan marga Malau, Manik, Ambarita, dan Gurning.
Ketua Panitia Rakernas IV, Prof Raja Olan Saut Gurning, yang juga menjabat Ketua Punguan Silauraja Indonesia DPD Jawa Timur, mengatakan Surabaya dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki nilai sejarah dan keberagaman yang sejalan dengan semangat persatuan organisasi.
“Surabaya dipilih menjadi tuan rumah karena semangat kepahlawanan dan keberagaman yang merepresentasikan semangat persatuan kami. Ini bukan hanya rapat kerja, tapi temu kangen keluarga besar Silauraja dari Sabang sampai Merauke,” kata Olan.
Ketua Umum DPP Punguan Silauraja Indonesia, Daslan Malau, menyebut Rakernas menjadi forum untuk mempererat hubungan antarpengurus daerah sekaligus mengevaluasi program kerja organisasi.
Agenda lainnya mencakup penyusunan program kerja baru, penguatan struktur organisasi, serta pembahasan isu-isu aktual yang berkaitan dengan Punguan Silauraja Indonesia, masyarakat Batak, dan bangsa.
Rakernas IV berlangsung selama tiga hari, 23–25 Oktober 2026, dengan melibatkan perwakilan keluarga besar Silauraja dari berbagai daerah di Indonesia. (sir/arf)






