JAVASATU.COM- Plafon ruang kelas SDN 1 Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, ambrol hingga memperlihatkan bagian rangka di atasnya. Komisi IV DPRD Kabupaten Malang yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Sabtu (24/10/2026) memastikan dua ruang kelas baru akan dibangun pada akhir 2026, sedangkan dua ruang lainnya ditargetkan dibangun pada awal 2027.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, mengatakan terdapat empat ruang kelas yang kondisinya tidak layak digunakan. Untuk menghindari risiko terhadap siswa, ruang-ruang tersebut sementara dikosongkan. Kegiatan belajar mengajar ditampung di tenda yang disediakan personel TNI.
“Tahun ini (2026, red) dipastikan bisa terbangun dua kelas baru. Di awal 2027, kami akan pastikan dan kawal akan terbangun kembali dua ruang kelas baru sehingga mereka tidak bersekolah di luar ruangan,” kata Zia’ul Haq, Minggu (25/10/2026).

Menurut Zia’, sapaannya, pembangunan dua ruang kelas pada 2026 akan dilakukan melalui program bidang Cipta Karya. Sementara itu, dua ruang kelas lainnya akan dikawal agar masuk dalam perencanaan pembangunan 2027.
“Kami menjamin tidak boleh ada anak-anak di Kabupaten Malang yang terancam keselamatannya saat belajar, termasuk di sekolah-sekolah yang rusak ini, terabaikan. APBD Kabupaten Malang seyogianya memang untuk pendidikan. Jadi, kita memprioritaskan pendidikan, termasuk infrastruktur,” ujarnya.

Zia’ juga menyoroti data kondisi sekolah dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dinilai tidak sesuai dengan temuan di lapangan. Ia meminta pihak sekolah melaporkan kondisi sarana dan prasarana secara faktual agar kerusakan dapat teridentifikasi.
“Di data Dapodik, sekolah melaporkan bagus. Ini yang tidak boleh. Kami berharap sekolah-sekolah ketika memasukkan data pendidikan di sistem itu menyampaikan apa adanya, jangan ada yang ditutup-tutupi,” katanya. (saf/saf)






