Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Sertifikasi Halal Masih Minim, Pelaku Usaha di Malang Perlu Pendampingan

Syaiful Arif by Syaiful Arif
3 Maret 2025

JAVASATU.COM-MALANG– Sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman masih minim, termasuk di Malang Raya. Banyak pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat halal, meskipun pemerintah telah menetapkan kewajiban sertifikasi bagi seluruh produk makanan dan minuman pada 2026.

Ketua Halal Center Bahrul Maghfiroh (HCBM), Prof. Muhammad Bisri. (Foto: Javasatu.com)

Menurut Ketua Halal Center Bahrul Maghfiroh (HCBM), Prof. Muhammad Bisri, hingga saat ini belum ada pendataan resmi mengenai jumlah usaha kuliner yang telah bersertifikasi halal di Kota Malang.

“Kita tidak tahu pasti berapa yang sudah bersertifikat halal. Pemerintah kota seharusnya memiliki data agar bisa melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha,” ujarnya, Minggu (3/3/2025) ditemui awak media ini usai rapat koordinasi event Kuliner Halal Malang di Nafala Cafe kota Malang.

Pentingnya Sertifikasi Halal dan Tantangan yang Dihadapi

Lebih jauh, Prof Bisri menerangkan, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai lembaga pemerintah yang bertugas mengeluarkan sertifikasi halal akan mewajibkan seluruh pelaku usaha kuliner untuk bersertifikasi halal mulai 2026. Namun, kata dia, proses mendapatkan sertifikat ini tidak mudah dan memerlukan pendampingan.

ADVERTISEMENT

Diungkapkan, hingga sekarang, Halal Center Bahrul Maghfiroh telah mendampingi lebih dari 1.500 pelaku usaha, termasuk kafe, warung makan, hingga rumah potong hewan di Malang Raya, Mojokerto, dan Jombang

Menutu dia, proses sertifikasi membutuhkan hingga 17 dokumen, sehingga banyak pelaku usaha yang kesulitan mengurusnya sendiri.

“Biaya dan prosedur sertifikasi yang cukup rumit membuat banyak pelaku usaha belum mengurus sertifikat halal. Oleh karena itu, pendampingan sangat diperlukan agar mereka bisa memenuhi persyaratan dengan lebih mudah,” jelasnya.

Dampak Positif Sertifikasi Halal

Menurut Prof Bisri, sertifikasi halal bukan hanya kewajiban, tetapi juga memberikan keuntungan bagi pelaku usaha. Dengan adanya sertifikasi, tingkat kepercayaan konsumen meningkat, yang berimbas pada peningkatan penjualan.

“Pelaku usaha yang sudah bersertifikat halal mengaku lebih percaya diri dalam menjual produknya. Konsumen juga lebih nyaman membeli makanan yang sudah jelas kehalalannya. Apalagi, mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, sehingga jaminan halal menjadi faktor penting dalam memilih makanan,” tambah Profesor yang juga ditunjuk sebagai Dewan Pakar Jaringan Media SIber Indonesia (JMSI) Malang Raya ini. (Saf)

Tags: bahrul maghfirohHalal Center Bahrul MaghfirohProf Bisri
Previous Post

Madyopuro Mangano, Event Kuliner Halal Terbesar di Malang, Catat Tanggalnya

Next Post

Kadiskoperindag Kota Malang: Sertifikasi Halal Jadi Tantangan bagi Pelaku Usaha

Related Posts

Sumur Bor untuk Santri Penghafal Al-Qur’an di Gresik dari NH dan PLN
Berita

Sumur Bor untuk Santri Penghafal Al-Qur’an di Gresik dari NH dan PLN

29 Oktober 2026
Kapolres Malang Serap Aspirasi Warga Sukolilo, Bahas Kamtibmas
Berita

Kapolres Malang Serap Aspirasi Warga Sukolilo, Bahas Kamtibmas

29 Oktober 2026
Polresta Malang Kota Jadi Rujukan Inovasi Pelayanan Publik Polda Papua Barat Daya
Berita

Polresta Malang Kota Jadi Rujukan Inovasi Pelayanan Publik Polda Papua Barat Daya

29 Oktober 2026
Pemuda Kota Malang Bergandengan Tangan Bentuk Setengah Lingkaran saat Sumpah Pemuda
Berita

Pemuda Kota Malang Bergandengan Tangan Bentuk Setengah Lingkaran saat Sumpah Pemuda

29 Oktober 2026
Kapolres Gresik Ajak Pelajar Sekolah Rakyat Tanamkan Semangat Sumpah Pemuda
Berita

Kapolres Gresik Ajak Pelajar Sekolah Rakyat Tanamkan Semangat Sumpah Pemuda

29 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Malang Belum Beri Penjelasan soal Ambulans dan Puskesmas
Berita

Dinkes Kabupaten Malang Belum Beri Penjelasan soal Ambulans dan Puskesmas

29 Oktober 2026
Next Post
Madyopuro Mangano, Event Kuliner Halal Terbesar di Malang, Catat Tanggalnya

Kadiskoperindag Kota Malang: Sertifikasi Halal Jadi Tantangan bagi Pelaku Usaha

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com