email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 21 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Jangan Tunggu Kehilangan untuk Menyadari Arti Kehadiran

by Redaksi Javasatu
3 Juni 2025
ADVERTISEMENT
Ilustrasi
[Catatan Redaksi]

Jangan Tunggu Kehilangan untuk Menyadari Arti Kehadiran


“Kalau sudah tiada baru terasa, bahwa kehadirannya sungguh berharga.”

Sepotong lirik dari lagu Kehilangan milik Rhoma Irama ini bukan sekadar rangkaian kata puitis. Sepertinya itu adalah tamparan halus, sekaligus pengingat keras, tentang kecenderungan manusia yang sering lupa: menyepelekan yang dekat, dan baru sadar saat semuanya telah tiada.

Kehilangan kerap jadi titik balik paling jujur dalam kehidupan. Saat seseorang, entah itu orang tua, pasangan, sahabat, atau bahkan waktu telah pergi, barulah kita menyadari nilainya. Padahal, Allah SWT dan Rasulullah telah banyak mengingatkan agar kita tidak lalai terhadap nikmat, tidak berlebihan dalam benci, dan senantiasa bersyukur atas apa yang ada.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 286, Allah SWT menegaskan:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”

Ayat ini mengajarkan bahwa segala yang hadir dan pergi dalam hidup manusia, termasuk kehilangan adalah bagian dari takaran Ilahi yang penuh hikmah. Maka setiap kehadiran yang kini kita anggap biasa, sejatinya adalah nikmat yang tak selalu bisa kita ulang.

Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

BacaJuga :

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa manusia sering terlambat sadar atas nilai dari apa yang mereka miliki. Kita terlalu sering menyia-nyiakan yang hadir di depan mata, dan terlalu mudah membenci saat berbeda pandangan. Baru setelah semuanya menghilang, hati menjerit dan akal menyesali.

Dalam hal relasi sosial, Islam bahkan memberi garis yang jelas untuk tidak larut dalam cinta ataupun benci secara berlebihan. Rasulullah SAW bersabda:

“Cintailah kekasihmu sekadarnya saja, bisa jadi ia akan menjadi musuhmu suatu hari nanti. Dan bencilah musuhmu sekadarnya saja, bisa jadi ia akan menjadi kekasihmu suatu hari nanti.”
(HR. Tirmidzi)

Lagu Kehilangan bukan sekadar tembang melankolis. Itu adalah cermin dari realitas manusia yang sering menunda rasa syukur, menunda penghargaan, hingga semuanya terlambat. Lagu ini menggugah kesadaran kolektif, agar kita tak membenci secara membabi buta, tak abai pada yang setia, dan tak menunggu kematian untuk menyesali kelalaian.

Karena pada akhirnya, seperti pesan dalam liriknya “kalau sudah tiada, baru terasa”.

Maka selagi masih ada, hargailah. Selagi masih hidup, jangan sia-siakan. Setiap kehadiran adalah anugerah, setiap perpisahan adalah pelajaran.

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Mayat di Sungai Jabung Malang Teridentifikasi, Remaja 17 Tahun Asal Nganjuk

PDIP Soroti Bank Jatim, Singgung Keadilan CSR Kabupaten Malang

Tes Urine Polres Gresik, Seluruh Pejabat Utama Dinyatakan Negatif Narkoba

Viral Penganiayaan Anak Kandung di Sragen, Ayah Dibekuk di Boyolali

Muslimat NU Sidayu Bagi 600 Takjil di Ramadan 1447 Hijriah

HUT ke-18 Gerindra, PAC Lowokwaru Kota Malang Lakukan Gerakan ASRI

GRIB Jaya Soroti Proyek Eks Bioskop Irama Malang

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Kantor MUI Kecamatan Gresik Capai 50 Persen, Pengurus Galang Dana

Kejari Kabupaten Malang Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI

Prev Next

POPULER HARI INI

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

HUT ke-18 Gerindra, PAC Lowokwaru Kota Malang Lakukan Gerakan ASRI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kantor MUI Kecamatan Gresik Capai 50 Persen, Pengurus Galang Dana

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

BERITA LAINNYA

Mayat di Sungai Jabung Malang Teridentifikasi, Remaja 17 Tahun Asal Nganjuk

Viral Penganiayaan Anak Kandung di Sragen, Ayah Dibekuk di Boyolali

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Kemenag Tegaskan Tak Ada Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis

Tren Hijab Ramadan 2026 di Shopee, Clean Look Jadi Favorit

Demo Damai 20 Kampung di Ilu Minta Bandara Dibuka, TNI-Polri Kawal Ketat

Publik Apresiasi Tes Urine Serentak Kapolri: Tegaskan Integritas Polri

Kasum TNI: Penanganan Bencana Sumatra Berlanjut hingga Rekonstruksi

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

Cabai Rawit Merah di Pasar Jumapolo Karanganyar Tembus Rp99 Ribu

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

Yayasan Diduga Lakukan Kecurangan, Warga Demo SPPG Bandar Lor Kediri

Sengketa Lahan WTP dan Supit Urang Malang Diseret ke Ombudsman hingga KPK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d